hal-paling-disyukuri
Family & Parenting

5 Hal yang Paling Disyukuri dalam Hidup

“Tante, nanti kita mampir ke tempat belanja oleh-oleh, ya?” Tanya saya kepada tante yang saat itu mengajak saya dan sepupu-sepupu liburan ke Kota Bandung. Maksud hati mau bermanja-manja minta diajak ke shopping center Bandung yang terkenal dengan brand fashion-nya. “Emangnya lu punya duit?” jawab tante saya. Huhu, pedih banget yaaakk.

Tersinggung?? Oh, ya, sudah pasti. Kalimat itu bagaikan anak panah yang menembus dinding hati. Bukan hanya luka biasa, tetapi hati saya robek rasanya. Kayaknya nggak akan bisa sembuh kecuali saya bisa menjadi se-kaya dia. Hahaha, eh, kok ketawa? Intinya, biar keren-keren begini, saya hanya manusia biasa yang punya hati punya rasa.

Walaupun sakit, saya akhirnya menyadari bahwa, ya, memang benar sih, uang saya saat itu ngepas. Terima gaji hanya untuk makan dan jajan sebulan, ngasih orang tua dan sisanya ditabung buat modal nikah. Saya nggak ada uang lebihan buat shopping atau jalan-jalan.

Rasa syukur adalah penyelamat saya dari rasa sakit hati, iri dan dengki. Saya bersyukur terlahir sebagai anak yang diajarkan tentang rasa ‘cukup’. Meski hidup nggak berlebih, tapi juga nggak pernah merasa kurang.

Kalau orang-orang bilang “Uang bukanlah segalanya”, ya, saya setuju. Tapi kalimat tersebut sekarang ada lanjutannya, “Segalanya pakai uang”. Ya, ini juga saya setuju.

Tapi, gengs, masih ada banyak hal yang nggak bisa dibeli dengan uang. Pernah, nggak, mendengar ungkapan dari Ahmad Dhani tentang anak sulungnya, Al Ghazali, yang kira-kira begini, “Al itu kan ganteng dan sudah punya segalanya. Nggak bersatunya saya dengan ibunya adalah salah satu tanda kefanaan hidup.” Katanya, setelah selesai dalam sebuah acara yang mempertemukannya dengan Maia Estianty dalam satu panggung.

Padahal saya yakin, seandainya bisa Al pasti ingin menukarkan segala yang dia miliki agar orang tuanya bisa bersama kembali. Hiks, tiba-tiba saya jadi ngerasa sedih sendiri. 😭😭😭

Makanya sekecil apa pun nikmat yang Allah kasih, harus banget disyukuri. Ada beberapa hal yang paling saya syukuri dalam hidup ini, selain dianugerahi suami dan anak yang sehat serta ganteng. Eeeaaaa…

Suami Tidak Merokok

Saya mulai dari suami yang nggak merokok. Masya Allah ini nggak ternilai harganya buat saya. Waktu kami baru kenal dulu, dia sempat merokok sebentar. Tapi lalu berhenti atas kesadarannya sendiri, jauh sebelum hubungan kami menjadi dekat.

Tahu sendiri kan, gengs, berapa harga sebungkus rokok? Jika diakumulasi sebulan bisa cukup untuk beli beras sekarung gede! Terlebih lagi dampak yang ditimbulkan dari rokok, membahayakan ibu hamil dan anak, juga bisa merenggut nyawa diri sendiri.

Anak Tidak Suka Jajan

Bukannya saya pelit sama anak, tapi saya sendiri memang nggak terlalu suka jajan. Ternyata kebiasaan ini menular ke anak saya. Suka dengar cerita ibu-ibu lain yang harus punya budget untuk jajan anak, dalam sehari nggak cukup jajan sekali.

Selain itu Hammam juga mudah diberi pengertian kalau minta mainan tapi saya dan suami belum bisa membelikan. Jadinya kami tenang kalau harus beli kado ulang tahun untuk teman Hammam di toko mainan. Alhamdulillah, cukup dengan bilang “Sekarang beli untuk temannya dulu, Hammam kapan-kapan, ya.” Semua beres tanpa drama.

Pernah, ya, gengs, waktu tahun lalu saya trip ke Singapura dan Kuala Lumpur kan ibu-ibu pada heboh, tuh. “Jalan-jalan gratis, ya? Dibayarin, ya? Endorse, ya?” OMG. Terus saya jawab, “Soalnya anak saya jarang jajan, jadi uangnya bisa buat emaknya ke luar negeri.” LOL.

Kreativitas

Kreativitas adalah anugerah yang nilainya tinggi banget. Melalui kreativitas saya bisa mendapatkan penghasilan berupa uang, sehingga bisa dibelikan sesuatu yang saya butuhkan. Kadang juga dalam bentuk hadiah barang atau kesempatan mengunjungi tempat-tempat keren.

Saya pernah sangat menginginkan sebuah perabot dapur di malam hari, lalu besok sorenya langsung dikabulkan sama Allah. Benar-benar perabot yang ada dalam bayangan saya, diberikan sebagai goodiebag dari sebuah home living brand event.

What a beautiful life 💕

Dekat dengan Keluarga dan Saudara

Sejauh ini saya masih tinggal di rumah almarhumah ibu. Yang mana di sini dikelilingi oleh saudara kandung dan Oom-Tante. Biarpun orang bilang tinggal berjauhan lebih baik untuk menghindari konflik antar saudara, tapi tinggal berdekatan rasanya jauh lebih enak, deh.

Soalnya sering pada bawain makanan ke rumah. Hahaha. Kakak ipar saya tuh jago banget masaknya, favorit saya asinan sayur kalau pas bulan puasa. Terus Oom saya yang sebelah rumah punya pohon nangka, setiap kali panen saya pasti kebagian. Dan ini buahnya maniiiis banget. Secara, ya, nangka adalah buah favorit nomor 2 bagi saya. Tinggal bersebelahan dengan pemilik pohon nangka adalah rezeki yang patut disyukuri.

Teman-teman yang Baik

Pertemanan yang baik adalah rezeki. Bersilaturahim juga dapat membuka pintu rezeki. Jadi, nggak ngerti sih bagaimana hidup kita tanpa teman-teman yang baik, ya, gengs? Bukan hanya hubungan pertemanan yang saya dapat, tetapi juga ilmu, pengalaman dan kenangan.

teman yang baik
Teman-teman yang baik.

Baca juga : Melihat Sisi Positif Seorang Teman

Rezeki kita sudah ada Yang Maha Mengatur dan nggak melulu soal uang. Sehat jasmani dan rohani adalah rezeki, bisa tidur nyenyak setiap malam adalah rezeki, bisa bernapas lega juga rezeki. Mungkin kita kurang dalam satu hal, tetapi dilebihkan dalam hal yang lain. Atau bisa memiliki sesuatu yang nggak bisa dimiliki oleh orang lain meski hanya hal kecil, yakinlah itu juga rezeki.

Semoga kita semua bisa selalu pandai melihat hal-hal kecil untuk disyukuri, rezeki mengalir terus dan segalanya dipermudah, ya, gengs.

Thanks for stopping by, see you next post ♥︎

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *