Hobby & Interest / Techno

Workshop Vlogging – Pencahayaan dalam Membuat Video

Awal bulan Desember 2018 ini saya sempat menulis 5 hal yang ingin saya lakukan di tahun depan, judulnya Resolusi Sederhana 2019. Yang setelah dipikir-pikir ya enggak terlalu sederhana sih sebenarnya, tapi lumayan butuh effort. Salah satu yang ingin saya lakukan tahun di tahun 2019 adalah belajar membuat video. Lalu pas banget nih, pameran Signify City of Light di Senayan City Jakarta—yang berlangsung hingga tanggal 13 Januari 2019 mendatang, juga menyelenggarakan workshop vlogging dengan tema “Pentingnya Pencahayaan dalam Video Blogging”.

Memangnya harus banget ya belajar bikin video? Biar jadi vlogger kondang atau bagaimana? Ya, enggak juga sih. Sekarang ini blogger dituntut untuk lebih kreatif, gengs. Selain nulis juga harus belajar motret supaya kontennya bisa didukung dengan foto-foto yang berkualitas. Sekarang justru sudah masuk ke ranah vlogging juga, nih. Apalagi untuk tulisan review kalau didukung dengan video pasti jadi lebih mengena di hati followers. Dan beberapa waktu lalu saya terima job dari sebuah brand yang jobdesc-nya selain menulis juga harus membuat video. Gemas banget, rasanya pengin langsung jago gitu loh vloggingnya. Haha.

Pada workshop vlogging ini Signify mengundang Dede Ariyanto sebagai narasumber. Vlogger yang biasa disapa Mas Dede ini memulai kiprahnya di dunia digital sebagai jurnalis lepas di beberapa media. Sebagai praktisi teknisi komputer Mas Dede juga menulis buku yang berhubungan dengan teknologi digital yaitu “Teknik Jitu Mengoptimalkan Flash Disk” dan “Blogspot Hacking”. Secara personal saya mengenal Mas Dede sebagai seorang blogger dan vlogger, kami cukup sering bertemu di event-event blogger.

Sebelum workshop dimulai, Ibu Lea Kartika Indra, Signify Integrated Communications Indonesia memberi sambutannya tentang pencahayaan. Bahwa Signify (d.h Philips Lighting) sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan, terus melakukan terobosan dan  menyediakan cahaya yang berkualitas. Baik pencahayaan untuk rumah tangga, perkantoran dan industri dengan teknologi Internet of Things, juga pencahayaan bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau cahaya melalui program CSR Philips. Dan tak ketinggalan juga pencahayaan untuk video blogging yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan blogger maupun masyarakat awam.

workshop vlogging
Mas Dede Ariyanto dan Ibu Lea Kartika Indra

Workshop Vlogging Bersama Mas Dede, Mulailah dengan Peralatan Sederhana

Workshop dimulai dengan sekilas cerita tentang awal mula Mas Dede membuat video blog atau vlog. Dengan peralatan seadanya yaitu smartphone, karena pada saat itu Mas Dede belum memiliki kamera seperti saat ini. Yang terpenting adalah perencanaan konten dan dapat menyampaikan pesan dari video yang dibuat. Pencahayaan yang baik juga menjadi salah satu faktor penting kebersahasilan sebuah konten.

Suatu ketika Mas Dede mengikuti lomba video blogging yang diselenggarakan oleh brand otomotif dan keluar sebagai pemenang. Padahal saat itu bikin videonya sampai proses editing cuma pakai smartphone, lho. Dari hasil menang-menang lomba inilah akhirnya Mas Dede dan tim—yang tak lain adalah isterinya sendiri, yaitu Mbak Icha—mulai bisa membeli peralatan profesional seperti kamera dan mic. Bahkan sekarang dirinya sering diundang sebagai narasumber untuk workshop vlogging dan sejenisnya.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Mas Dede adalah jangan takut untuk memulai, dan jangan menunggu sampai memiliki peralatan canggih. Karena kalau terus menunggu ya semuanya hanya akan menjadi rencana tanpa pernah dimulai. Buatlah video sebaik mungkin dengan membuat skrip terlebih dahulu agar lebih terarah dan mengolah konten dengan video editing.

workshop vlogging
Perekam video milik Mas Dede yang sekarang, dioperasikan oleh Mbak Icha

Ada beberapa aplikasi atau software video editing rekomendasi dari Mas Dede yang sering digunakannya. Untuk pengguna laptop Apple silakan memakai software iMovie, Wondershare Filmora, Final Cut Pro dan Adode Premiere Pro. Sedangkan pengguna Windows bisa memanfaatkan Windows Movie Maker, Sony Vegas, Pinnacle Studio dan Adobe Premiere Pro. Bila menggunakan smartphone atau tablet aplikasi editing yang recommended adalah KineMaster Pro, FimoraGo, Quik dan Viva Video.

Pencahayaan dalam Video Blogging

Sama seperti photo shoot, ketika melakukan pengambilan gambar untuk video harus diperhatikan cahayanya. Untuk outdoor silakan memanfaatkan cahaya matahari pada golden hours yaitu antara pukul 7-9 pagi dan pukul 3-5 sore. Pada waktu-waktu ini cahaya yang didapat cenderung tidak menyilaukan. Jangan lupa posisi pengambilan gambar jangan membelakangi cahaya agar video tetap terang. Namun apabila cahayanya kurang, karena sudah sore atau hari mendung bisa ditambahkan dengan lighting portable.

Bila harus melakukan pengambilan gambar di dalam ruangan pasti kita butuh cahaya lampu sebagai penerangan. Untuk itu perlu diingat nih basic lighting scheme yaitu posisi objek berada di tengah, cahaya berada di kanan dan kiri kamera, ditambah satu cahaya lagi di belakang objek tapi posisinya sejajar dengan lampu yang di depan (sebelah kanan atau kiri). Lighting scheme yang biasa disebut dengan three point lighting ini berlaku untuk photo maupun video shoot.

workshop vlogging
Three point lighting

Pada saat sesi tanya jawab saya sempat mengajukan pertanyaan “Bagaimana mengatasi bayangan saat pengambilan gambar?” karena ketika membuat video tutorial di dalam ruangan saya cukup mengalami kesulitan dengan si bayangan ini.

Tips dari Mas Dede adalah dengan menerapkan three point lighting ditambah dengan reflector. Jadi reflector ini dapat membantu meminimalisir bayangan. Reflector bisa digeser-geser sampai kita mendapatkan gambar dengan bayangan paling minimal.

Untuk indoor lighting Ibu Lea Kartika Indra merekomendasikan lampu Philips LED yang lebih terang dari lampu konvensional serta wattnya lebih hemat energi. Selain itu Philips LED juga dapat memperlilhatkan warna yang sesungguhnya dari suatu benda atau produk. Sehingga dapat menghasilkan foto dan video yang lebih berkualitas dan memuaskan.

Setelah mengikuti workshop vlogging ini saya dan teman-teman blogger merasa cukup tercerahkan berkat tips vlogging dan lighting scheme dari Mas Dede. Sayangnya waktu yang terlalu cepat berlalu tidak memungkinkan bagi kami untuk praktek secara langsung. Tapi acaranya tetap seru, kok. Apalagi setelah workshop vlogging kami kembali diajak berkeliling ke booth pameran Signify City of Light di Main Atrium Senayan City.

Terima kasih Signify, Ibu Lea, Mas Dede dan Mbak Icha. Selamat tahun baru :)

Baca juga : Philips LED Eye Comfort untuk Kenyamanan Mata Keluarga

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Comments

January 4, 2019 at 4:42 am

Memulai vlogging perlua alat yg mumpuni, dan itu yang saya blm miliki. Syedih. Pengen juga bosa ngevlog….



January 11, 2019 at 8:19 am

Pengen banget belajar bikin vlog tapi kok mampet ngga bisa-bisa wkwkwk



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *