nyeri tulang belakang
Health

Wanita dan Nyeri Tulang Belakang

Hai, gengs! Ciyeee hasek tiba-tiba sudah tahun 2020, nih. Yang mana ini menjadikan umur kita bertambah satu, masa hidup pun berkurang satu lagi. Semoga kita semua diberikan kesehatan jiwa raga, ya. Karena usia boleh bertambah, tapi mimpi-mimpi harus tetap kita kejar, kan? Dan mengejar mimpi itu butuh effort besar termasuk kondisi fisik yang prima. So, seperti yang sudah dibaca pada judulnya, blog post kali ini akan membahas tentang nyeri tulang belakang yang sering kali mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Jangan sampai, nih, kejadiannya seperti yang sama alami tahun lalu.

Jadi waktu itu saya lagi beberes membersihkan rumah dan mengepel lantai (haha maklum, ya, nggak ada mbak yang bantuin). Karena agak-agak perfeksionis dan sangat memperhitungkan waktu, sambil memeras kain pel saya mikir keras “ruangan mana dulu yang harus saya bersihkan”. Tujuannya, sih, biar lebih efektif dan bisa cepat selesai, karena saya hari itu saya harus pergi memenuhi undangan dari sebuah brand yang akan me-launching produknya. Tapi bukannya efektif malah saya mendapat serangan nyeri tulang belakang di bagian pinggang. Awalnya sih cuma terasa sakit sedikit, saya bahkan masih bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Lalu pas mau berangkat itu rasa sakitnya makin bertambah. Sakit sekali. Sampai-sampai badan harus dibungkukkan sedikit biar rasanya mendingan. Parahnya saya nggak bisa membatalkan acara hari itu karena sudah last minute banget, nggak mungkin mencari pengganti dalam waktu sesingkat itu. Setelah memaksakan tetap berangkat, besok paginya saya memanggil tukang urut ke rumah. Alhamdulillah rasa sakitnya berangsur berkurang dan lama-lama menghilang. Kadang masih suka sakit ringan di bagian pinggang, biasanya langsung saya atasi dengan krim otot yang bisa dibeli di minimarket itu.

Pendapat Dokter Tentang Nyeri Tulang Belakang

Hari Minggu yang lalu di Rumah Sakit Premier Jatinegara diadakan blogger gathering dengan tema “Nyeri Tulang Belakang”. Karena pernah mengalami nyeri yang bikin sedih itu (halah) saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang penyakit yang juga disebut sebagai back pain ini. Narasumbernya adalah seorang dokter bedah saraf Dr. dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS(K).

dr wismaji sadewo
Menggali informasi kesehatan dengan ahlinya

Acara hari itu rasanya seperti lagi belajar biologi karena berkaitan dengan struktur tubuh manusia, khususnya struktur tulang belakang. Berhubung saya bukan jurusan IPA dan waktu SMP kayaknya sering nggak merhatiin guru (haha) materi tulang belakang ini menjadi seru dan membuat saya agak sedikit lebih pintar :P.

Tulang belakang adalah serangkaian tulang yang berada di bagian belakang tubuh manusia, mulai dari bawah kepala sampai tulang ekor. Fungsinya untuk melindungi tubuh serta menjadikannya tegak namun tetap bisa lentur saat membungkukkan badan atau berputar ke kanan dan ke kiri. Terdiri dari 33 ruas, yaitu 7 ruas tulang leher,
12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 4 ruas tulang kelangkang dan 4 ruas tulang ekor.

Blogger gathering RS Premier Jatinegara

Ruas-ruas tulang belakang ini nggak saling menempel atau bersentuhan satu sama lain. Tetapi bertumpuk dengan semacam bantalan di tengah-tengahnya, yang disebut juga diskus intervertebralis. Kemudian otot dan ligamen akan membantu kita untuk menggerakkan tubuh secara fleksibel. Pada bagian tulang belakang paling atas atau yang berada di bawah kepala terdapat korda spinal, yang mengeluarkan saraf-saraf dan membawa sinyal antara otak dan otot.

nyeri-tulang-belakang
Struktur tulang belakang

Mengapa bisa terjadi nyeri tulang belakang? Setelah mengetahui strukturnya coba deh bayangkan jika ada gangguan pada otot, ligamen atau bantalannya. Andaikan otot dan ligamen tertarik secara terpaksa maka akan menimbulkan rasa nyeri. Apalagi jika terjadi sesuatu pada bantalannya maka bisa terjadi yang namanya saraf terjepit.

Penyebab Nyeri Tulang Belakang

Nyeri tulang belakang bisa dialami oleh siapa saja. Pria, wanita, tua, muda bahkan anak-anak. Makanya suka sebel, ya, kalau ada yang bilang “Masih muda sudah mengalami back pain saja.” Hellooow, namanya juga penyakit, ya. Tapi yang lebih sebel lagi, back pain paling banyak dialami oleh wanita ketimbang pria. Kenapa? Karena perempuan lebih mudah mengalami gangguan psikologis seperti stress, cemas dan gangguan mood. Ya ampun berat banget, ya, jadi perempuan! Sudah gitu banyak sekali cewek-cewek penggemar high heels, maka semakin menambah angka penderitanya dari kalangan perempuan.

Tapi sekarang saya jadi mengerti kenapa waktu saya sedang mengerjakan tugas rumah sambil mikir itu tiba-tiba saja terserang rasa sakit di bagian pinggang. Bisa jadi penyampaian sinyal dari otak ke otot terhambat karena sayanya agak stress. Pfffh, niat hati mau multitasking malah cedera. LOL.

Nyeri tulang belakang bisa disebabkan oleh aktivitas fisik yang berat. Seperti mengangkat beban yang terlalu berat, posisi tubuh kurang tepat saat mengangkat/mendorong/menarik sesuatu, olahraga atau menari tanpa pemanasan, menggendong tas yang terlalu berat dan memakai sepatu high heels dalam waktu yang lama.

nyeri tulang belakang
Saya nggak pernah pakai high heels, karena nggak bisa pakainya haha.

Kemudian kurang tepatnya posisi tidur, posisi duduk saat bekerja, nonton dan berkendara juga dapat menyebabkan nyeri tulang belakang. Bahkan jika posisi kita sudah benar tetapi nggak diselingi dengan beristirahat pun bisa terkena back pain.

Nyeri yang dirasa bisa di sekitar leher dan punggung, bisa juga terus ke bagian pinggang, bokong dan kaki. Bahkan nyerinya bisa kita rasakan di jari-jari tangan dan kaki. Waaah ternyata, ya.

Selain itu ada kondisi medis yang mengakibatkan back pain, yaitu kanker, peradangan dan infeksi pada tulang belakang. Sedangkan gangguan tidur memiliki keterkaitan dengan nyeri tulang belakang. Karena rasa nyerinya dapat menyebabkan sulit tidur dan gangguan tidurnya dapat memperparah rasa back pain itu sendiri.

Mencegah dan Mengobati Nyeri Tulang Belakang

Untuk mencegah terkena back pain sebaiknya lakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum olahraga dan menari. Jangan mengangkat beban yang terlalu berat, mintalah tolong kepada seseorang yang lebih kuat atau angkat bersamaan (eh, kok jadi romantis, ya?).

Selalu memperhatikan posisi duduk saat bekerja dan berkendara, jangan lupa beristirahat secara berkala. Pakai high heels dan tas yang berat juga harus ada istirahatnya. Mungkin jika kita sedang merasa pegal-pegal kadang melakukan peregangan otot dengan cara melemaskan otot leher, pinggang, tangan dan kaki. Hal ini diperbolehkan asal jangan dipaksakan karena dapat berakibat back pain.

Jika sudah merasa nyeri tulang punggung apa yang harus dilakukan? Bolehkah dipijat atau diurut seperti yang saya lakukan? dr. Wismaji mengatakan boleh saja, jika masalahnya memang pada otot dan ligamen.

Penggunaan obat pereda nyeri diperbolehkan untuk mengurangi rasa sakit pada tulang belakang. Aktivitas berenang pun sangat baik untuk mengkoreksi bantalan pada tulang belakang, karena posisi kita saat berenang itu horizontal, nggak ada tekanan pada tulang belakang tetapi otot-otot tetap bekerja.

Tapi harap diingat, apakah dipijat/berenang dapat menjadikan punggung terasa lebih baik dan sakitnya berangsur menghilang? Ataukah meski sudah dilakukan berkali-kali tetap saja sakit? Apalagi jika sakitnya sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti jadi sulit berjalan, sulit duduk, sulit tidur dan sebagainya.

Jika terjadi hal demikian maka segeralah periksa ke dokter agar bisa diketahui penyebab yang sebenarnya dan pengobatannya pun tepat. Diantara dengan obat pereda rasa nyeri, pelemas otot dan fisioterapi. Tetapi untuk yang kasus kanker dan inflamasi (peradangan) ini tindakannya akan berbeda sesuai dengan kondisi medis jika terkait dengan kelainan tulang belakangnya.

Jadi kalau memang sudah tahu bahwa terdapat kelainan pada tulang belakang jangan lagi dipijat atau diurut, ya. Percayakanlah pengobatannya pada tenaga medis.

Jika mau kontrol dengan dr. Wismaji, kalian bisa ke Rumah Sakit Premier Jatinegara, ya. Beliau praktik setiap hari Senin dan Sabtu pukul 15.00-17.00, hari Rabu pukul 15.00-18.00.

rs premier jatinegara
dr. Wismaji Sadewo bersama kakak-kakak yang mendapatkan doorprize dari RS Premier Jatinegara

RS Premier Jatinegara

RS Premier Jatinegara adalah bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care yang merupakan operator jasa layanan kesehatan terbesar di Australia. Beroperasi  sejak 25 Maret 1989 dengan nama sebelumnya RS Mitra Internasional kemudian berganti dengan RS Premier Jatinegara pada tanggal 12 Agustus 2010.

Menyediakan layanan kesehatan mulai dari konsultasi, pemeriksaan, tindakan medis, rawat jalan, rawat inap, laboratorium dan layanan pasca rawat inap. Memiliki lebih dari 20 dokter umum, 100 dokter spesialis yang siap melayani pasien setiap hari Senin-Sabtu.

Pelayanan 24 jam di rumah sakit ini ada ambulans dan IGD yang bisa dihubungi di nomor telepon 1500907. Kemudian 24 jam untuk pelayanan laboratorium dan bank darah, farmasi, radiologi, MSCT scan, MRI 1.5 Tesla, hemodialisasi dan katerisasi jantung.

RS Premier Jatinegara juga menyediakan Premier Executive Clinic bagi pasien yang membutuhkan akses cepat namun memiliki waktu yang terbatas. Pelayanan yang dapat diberikan di klinik ini adalah kasus-kasus non emergensi dan pengobatan reguler untuk spesialisasi penyakit dalam, jantung dan pembuluh darah, saraf, THT, mata, bedah onkologi serta kebidanan dan penyakit kandungan.

Alamat : Jl. Jatinegara Timur No.85-87, Jakarta Timur 13310
Call center : 1500908
Website : https://www.ramsaysimedarby.co.id/
Instagram : @rspremierjatinegara
Facebook : RS Premier Jatinegara

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat, ya. Dan semoga di tahun yang baru ini kita diberikan kesehatan sehingga bisa menjadi lebih produktif.

Salam sehat selalu :)

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Comments

January 2, 2020 at 6:00 pm

Ingat serial anak-anak pak raden yang suka encok. Usia dan salah mengangkat barang bikin kita mengalami nyeri tulang belakang.

Oleh karena itulah perlunya pengobatan intensif agar tidak berlanjut lebih parah



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *