Family & Parenting

Terima Kasih Dokter

Ada banyak sekali orang-orang yang ingin saya berikan ucapan terima kasih. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Dr. Yasmina Ismail, SpOG, dokter yang membantu persalinan saya 4 tahun yang lalu.  Kalau Dokter masih ingat, kita bertemu pertama kali saat bayi di dalam kandungan saya berusia 7 bulan. Saya dan suami datang, sebagai sepasang calon orang tua yang sedang menantikan kehadiran si buah hati.

Semua orang tahu, mencari dokter kandungan yang cocok dengan kondisi masing-masing ibu hamil itu bukan hal mudah. Alhamdulillah kita bertemu ya, Dok. Pertemuan pertama yang menenangkan sekali, penuh simpati dan empati.

Terima kasih Dokter telah membesarkan hati saya yang sebelumnya sempat hancur berserakan, karena kenyataan yang mengatakan bahwa satu dari dua janin di dalam kandungan saya tak bisa lahir dalam keadaan hidup. Senyuman dan tutur kata Dokter begitu hangat, seperti semangat baru yang benar-benar saya butuhkan.

Dokter yang sangat perhatian kepada pasien, sering mengingatkan apa-apa yang perlu saya lakukan agar tetap sehat sambil menunggu hari itu tiba. Hari yang semula kita semua ingin persalinan normal namun harus berakhir di ruang operasi. Saya sempat takut masuk ke ruangan itu, semacam sebuah ruang paling mengerikan yang pernah saya datangi. Tapi Dokter terus mendampingi, menggenggam tangan saya dan mendoakan agar semua berjalan lancar. Dokter memeluk saya sebelum dokter anastesi menyuntikkan sesuatu untuk membius.

Ketika operasi berlangsung, saya bisa mendengar suara Dokter yang begitu antusias mengeluarkan si kecil dari rahim. “Ayo, kakak!!” begitu Dokter berkata. Jantung saya berdebar hingga suara tangisan itu terdengar indah menyentuh kalbu. Si kecil yang pada akhirnya dibantu oleh suster untuk menyentuh wajah saya dengan jari-jari mungilnya. Ahh, mengingatnya saja sudah membuat saya terharu.

Saya juga bisa mendengar ketika Dokter mengeluarkan si adik dan menjelaskan kepada dokter anak tentang Twin to Twin Transfussion Syndrome. Air mata saya masih berlinang. Antara bahagia dan sedih mengawali hari baru itu. Tapi saya sangat yakin, bahwa ini adalah yang terbaik bagi saya dan keluarga.

Terima kasih Dokter, telah menjadi teman saya selama penantian panjang itu.

Salam sayang, dari kami bertiga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *