tahap perkembangan bahasa

Tahap Perkembangan Bahasa Pada Anak

Ketika balita mulai mengoceh, apa yang paling dirasakan oleh orang tua? Pastinya bahagia dan ingin segera mengajaknya mengobrol suatu hari nanti. Tapi kadang kita bisa tertipu oleh ocehan yang hanya merupakan babbling yaitu hanya kata-kata yang keluar tanpa arti. Maka dari itu kita harus paham tahap perkembangan bahasa pada anak, agar kemampuan berbicara anak bisa sesuai dengan usianya.

Dalam berkomunikasi terdapat dua jenis bahasa yaitu bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Bahasa reseptif merupakan kemampuan anak dalam menerima pesan dan bereaksi terhadap sesuatu. Sedangkan bahasa ekspresif adalah kemampuan berkomunikasi melalui kata-kata. Setiap tahap perkembangan bahasa reseptif sewajarnya akan diikuti dengan bahasa ekspresif yang semakin hari semakin bertambah.

tahap perkembangan bahasa

Kalau di rumah sakit, bidan atau posyandu yang sering kita lihat mungkin poster-poster tentang perkembangan mental anak. Yang menggambarkan tahapan kemampuan anak dalam melakukan sesuatu. Saya jarang melihat poster tahap perkembangan bahasa pada anak, padahal sekarang hal ini seharusnya sudah umum diketahui oleh para orang tua. Tapi jangan khawatir, kita bisa menemukan beragam artikel tentang topik ini di internet.

Bisa juga di baca di sini :). Karena tanggal 10 November 2018 saya mengikuti acara Parent’s Talk bersama klinik psikologi dan pusat terapi anak Mentari Anakku yang temanya tentang speech delay. Tulisan yang ini isinya khusus tahap perkembangan bahasa, ya. Supaya bacanya bisa pelan-pelan dan enggak kepanjangan.

So, bahasa yang dikeluarkan atau ditunjukkan oleh anak dimulai sejak bayi sampai anak bisa berkomunikasi dengan baik di usia 4 tahun. Ketika anak memasuki usia 6-9 bulan akan mengeluarkan kata-kata yang sifatnya babbling, seperti mamama, papapa dan seterusnya. Pada tahap ini anak baru bisa mengeluarkan suara dalam bentuk kata, bukan berarti ia sudah bisa memanggil mamanya.

Baru di usia 12-18 bulan kata yang diucapkan akan lebih konsisten. Jika ia memanggil “mama” kepada ibunya, tandanya ia sudah mengerti bahwa kata “mama” ditujukan kepada sang ibu. Hingga usia 2 tahun kosa katanya akan terus bertambah antara 50-200 kata.

Komunikasi dua arah bisa dimulai usia 2 tahun ke atas, tandanya yaitu jika anak mulai merespon pertanyaan dengan jawaban yang sesuai, bukan dengan mengoceh atau jawaban yang sekenanya.

Jika dijabarkan secara reseptif dan ekspresif, tahap perkembangan bahasa pada anak bisa dilihat pada gambar berikut.

tahap perkembangan bahasa

Tahap Perkembangan Bahasa yang Optimal

Tabel di atas bisa menjadi acuan bagi orang tua dalam memantau perkembangan bahasa pada si buah hati. Pastikan di awal kehidupannya anak bisa merespon suara-suara dengan bahasa reseptif, seperti kaget jika ada suara kencang, menoleh jika dipanggil namanya dan sebagainya. Kadang orang tua merasa anaknya anteng, sampai-sampai ada suara petir pun ia tak terbangun dari tidurnya. Jangan abaikan pertanda ini, karena bayi yang memiliki pendengaran normal semestinya sudah menunjukkan sejak ia baru dilahirkan.

Respon dari anak juga tergantung pada peran aktif ayah dan ibunya. Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak, seperti membacakan buku atau mendongeng dan bertanya tentang pendapatnya. Enggak perlu yang susah-susah, kok. Dengan bertanya “Apa rasanya enak?” saja sudah melatihnya untuk merespon dengan jawaban yang kontekstual.

Ketika anak memasuki usia 2 tahun namun belum banyak kata-kata yang dikuasainya, orang tua patut curiga. Menurut informasi yang saya dapat dari psikolog anak, saat ini banyak terjadi speech delay pada anak yang disebabkan oleh banyak hal. Selengkapnya, bisa baca artikel saya yang berjudul Kenali Speech Delay pada Anak.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One thought on “Tahap Perkembangan Bahasa Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *