signify city of light
Techno

Signify City of Light

Gengs, kalian masih pakai lampu Philips untuk penerangan di rumah? Masih dong, ya? Secara Philips merupakan brand lampu ternama yang mungkin setiap rumah selalu pakai. Tapi tahu enggak, nama perusahaan yang memproduksi lampu Philips yaitu Philips Lighting sekarang ganti nama, lho.

Pada tanggal 3 Desember 2018 yang lalu saya menghadiri peluncuran produk lighting berbasis IoT (Internet of Things) sekaligus pengumuman perubahan nama dari Philips Lighting menjadi Signify. Nama Signify telah diresmikan sejak tanggal 16 Mei 2019 dan akan diterapkan di Indonesia pada awal tahun 2019 mendatang. Meski telah mengalami perubahan nama namun produk lampu tetap bernama Philips. Selain itu Signify memiliki brand baru yang bernama Interact.

Acara ini berlangsung di Main Atrium Senayan City Jakarta, berupa pameran City of Light. Yaitu pameran pencahayaan sebuah kota yang terdiri dari simulasi perkantoran, perkotaan, kamar hotel dan perumahan. Rami Hajjar selaku Country Leader Signify Indonesia menyampaikan tujuan dari pameran ini, “Kami ingin menunjukkan bagaimana IoT efektif mengendalikan sebuah kota untuk lebih terang, aman, nyaman dan produktif.”

signify city of light
Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia

Sejak Philips mengeluarkan produk LED yang lebih terang dan hemat energi itu saya pun turut memakai produk tersebut sebagai penerangan di rumah. Awalnya untuk ruang tengah saja yang terdiri dari 4 buah lampu, karena harganya yang lumayan. Tapi setelah 5 tahun berjalan ternyata lampu-lampu ini masih bertahan, sungguh berkali-kali lipat hematnya jika dibandingkan dengan lampu konvensional. Kemudian sekarang hampir di semua ruangan saya pakai Philips LED. Dan tentunya saya juga penasaran dengan Interact yang merupakan inovasi baru dari Signify.

Interact IoT Platform

Interact adalah platform pencahayaan berbasis IoT (Internet of Things) yang didesain untuk menangani data yang dikumpulkan dari titik lampu, perangkat dan sistem sensor terkoneksi yang terus bertumbuh untuk memberikan wawasan, manfaat dan layanan baru bagi pelanggan. Dengan Interact kita bisa memiliki pengalaman baru dalam pencahayaan.

Sederhananya begini, dengan Interact kita dapat mengendalikan pencahayaan di suatu tempat secara modern. Yaitu melalui control room ataupun dengan perangkat smartphone. Titik-titik lampunya bahkan dapat mengirimkan data yang dapat diolah untuk pengambilan sebuah keputusan. Seperti yang dikatakan oleh Lim Sau Hong, Country Marketing Manager dari operasi/bisnis Signify di Indonesia, “Sejak zaman dahulu cahaya telah digunakan sebagai alat komunikasi melalui sandi morse”, maka melalui Signify diharapkan cahaya dapat menjadi sumber data untuk komunikasi. Sebagai contohnya nanti akan saya berikan di paragraf berikutnya, ya.

signify city of light
Lim Sau Hong, Country Marketing Manager dari operasi/bisnis Signify di Indonesia

Dalam pameran City of Light saya dan teman-teman blogger serta media diajak berkeliling mengunjungi ruang-ruang simulasi yang terdiri dari Interact City, Landmark, Office & Industry, Light Fidelity, Hospitality, Interlaced Optics serta Philips Hue. Pameran ini berlangsung tanggal 1 Desember 2018 sampai dengan 13 Januari 2019. Dan menurut saya sangat menyenangkan karena teknologinya benar-benar membuat saya terkagum-kagum.

Interact City

Interact City mendukung pencahayaan publik smart city seperti lampu jalan dan lampu taman dengan sistem pengendalian jarak jauh. Tingkat cahaya bisa disesuaikan misalnya lebih terang untuk jalan atau daerah yang rawan bahaya baik kecelakaan maupun tindak krimimal. Jika sebelumnya sistem pecahayaan jalan hanya terbatas pada nyala dan mati lampu jalan pada jam-jam yang sudah ditentukan, sekarang bisa lebih fleksibel dengan meredupkan cahaya setelah jam tengah malam agar lebih menghemat energi.

Keunggulan lainnya dari interact city adalah apabila terjadi kerusakan pada lampu jalan atau taman akan langsung terdeteksi pada control room, sehingga dapat langsung ditangani tanpa menunggu laporan dari masyarakat sekitar maupun control dari petugas.

Interact Landmark

Di pusat kota setiap ada perayaan tahunan seperti ulang tahun kota, hari kemerdekaan, lebaran, natal dan tahun baru, pasti menghiasi jalan, gedung, jembatan dan infrastruktur lainnya dengan lampu warna-warni. Masing-masing perayaan memiliki warna khas tersendiri, jadi harus banget ganti warna lampu untuk perayaan berikutnya.

Melalui Signify hanya dibutuhkan satu lampu dari Interact yang warnanya bisa berganti sesuai dengan kebutuhan. Dikendalikan dari control room sehingga setiap event dapat menghasilkan cahaya yang diinginkan, tanpa harus mengganti lampunya.

signify city of light
dashboard di control room

Pada saat pameran yang digunakan adalah lampu sorot LED eksterior dari Philips Color Blast Compact dan Philips Color Blast Powercore yang cahayanya dapat disesuaikan melalui papan kendali atau dasbor. Lampu LED ini menggabungkan cahaya warna putih dengan warna lainnya, disertai dengan cerap (saturated). Instalasi lampu ini sangat sederhana sehingga mudah diaplikasikan.

Interact Office & Industry

Sesuai namanya diperuntukkan bagi perkantoran dan industri. Ini yang di awal tadi saya bilang cahaya dapat menjadi sarana komunikasi. Karena Interact office bisa mengidentifikasi ruang-ruang kosong melalui cahaya. Jadi cahaya di sini dapat menangkap keberadaan manusia di sebuah ruangan, apakah banyak aktivitas atau justru ruangannya jarang terpakai. Dengan demikian stakeholder dapat memutuskan apakah ruangan tersebut masih harus digunakan atau dialihfungsikan.

signify city of light
Ruang kantor dengan Lifi dan Interact Office

Teknologi lainnya adalah lampu yang dapat menyala dan mati dengan sendirinya tergantung dari ruangan kosong atau tidak. Mirip dengan lampu-lampu di rumah atau apartemen yang suka kita lihat di film atau drama Korea, gengs! Jadi kalau ruangannya sedang tidak ada orang ya otomatis lampu akan mati dengan sendirinya. So, ini dapat menghemat biaya banget.

Kemudian untuk Interact Industry disimulasikan sebuah department store yang memanfaatkan lampu sebagai indikator jumlah pengunjung di suatu lorong belanja. Dengan mengetahui lorong mana yang paling banyak dikunjungi maka dapat dimaksimalkan penjualan. Atau lorong dengan angka kunjungan paling sedikit dapat dibuatkan promo yang infonya bisa langsung masuk ke notifikasi smartphone pengunjung.

Selain itu lampu Philips LED yang digunakan dapat menampilkan warna produk secara lebih real. Ini membantu banget untuk orang seperti saya yang sulit membedakan mana daging yang masih segar dan bukan. Karena warnanya memang kelihatan beda banget dengan Philips LED. Jadi kalau berhasil beli daging yang masih bagus itu kan bangganya minta ampun, sist! Cahayanya juga tidak merusak makanan dan minuman. Tentunya hal ini dapat meningkatkan sales untuk industri.

signify city of light
Warna daging segar dengan sorotan lampu Philips LED

Light Fidelity (LiFi)

Light Fidelity ini disimulasikan bersamaan dengan Interact Office. LiFi merupakan koneksi internet (seperti WiFi) tetapi melalui cahaya. Bentuknya sebuah lampu kotak yang cukup besar, cahayanya dapat memberikan koneksi internet dengan kecepatan sampai dengan 30 Mbps. Whaaaw.

Untuk dapat berinternet seseorang harus menggunakan receiver yang terhubung ke laptop dan harus berada di bawah sinar lampu LiFi ini. Kalau receiver tidak menerima cukup cahaya karena posisinya berjauhan dengan LiFi maka akses internet pun akan terputus.

Kebanyang deh kalau punya LiFi di rumah saya akan berada di bawah lampu itu sepanjang hari, LOL.

Interact Hospitality

Ruang simulasi untuk Interact Hospitality adalah sebuah kamar hotel yang menggunakan lampu pintar untuk kenyamanan tamu. Dengan koneksi wifi, lampu dan AC di kamar akan menyala setelah tamu melakukan check in, sehingga ketika tiba di kamar tamu akan merasa lebih nyaman. Ruangan sudah terang dan sejuk.

Di dalam kamar terdapat sebuah panel control yang dapat digunakan untuk memesan makanan, request membersihkan kamar dan sebagainya. Jadi tamu tidak perlu menghubungi customer service, karena petugas hanya tinggal melihat di control room. Implementasi Interact Hospitality saat ini baru ada di Singapura, semoga segera masuk ke Indonesia deh ya biar saya bisa nyobain meski harus norak, hahahaha.

Interlaced Optics

Rupanya Philips EyeComfort teknologinya telah disempunakan menjadi Interlaced Optics. Teknologi ini terinspirasi dari bunga matahari yang polanya tercetak pada bohlam Philips MyCare LED untuk meningkatkan kenyamanan mata. Di rumah saya sudah coba bohlam yang model ini 12 Watt teraaang banget, seneng deh.

Tulisan saya tentang Philips EyeComfort bisa dibaca di sini, ya.

Pola bunga matahari yang ada pada bohlam ini dapat mengurangi silau hingga 35%. Jadi meski terang benderang akan tetap nyaman di mata termasuk anak-anak. Efesiensinya juga mencapai 60% penghematan energi dibandingkan dengan lampu flouresen padat. Daya tahannya juga panjang umur, seperti lampu yang saya gunakan sudah 5 tahun lebih tapi masih ON. Kadang saya kasihan juga sih kalau sebentar-sebentar Ibu saya mengeluh ketika ada lampu yang mati. Sejak pakai Philips LED yippie, no more complain haha.

Philips Hue

Yang terakhir adalah zona pengalaman Hue. Yaitu lampu pintar untuk di rumah yang dapat memberikan efek tertentu sesuai mood. Ada aplikasi untuk mengatur ambience lampu yaitu Hue Sync. Dengan koneksi wify aplikasi ini dapat membantu penggunanya untuk merubah warna lampu sesuai dengan keinginan.

signify city of light
Set up Philips Hue dari ruang tamu, ruang keluarga hingga ruang makan.

Hue Sync juga dapat terhubung dengan musik atau film, sehingga ketika kita menonton film suasana di ruangan akan mengikuti tone filmnya. Eits, tapi kalau film horror jangan takut akan keluar hantunya, ya. Haha. Hanya warna dari filmnya saja kok yang akan keluar.

Selama pameran berlangsung pengunjung bisa melihat-lihat semua booth simulasi yang ada di Main Atrium Senayan City, bisa tanya-tanya juga kepada staff yang bertugas. Jika tertarik dengan Philips Hue ada diskon khusus dari harga normal 2,5 juta menjadi 1,9 juta saya nih, gengs. Langsung saja ke Lower Ground Senayan City untuk mendapatkan diskon. Selain Philips Hue ada juga diskon untuk Philips LED.

 

 

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Comments

December 31, 2018 at 11:23 pm

Philip itu luar biasa ya inovasinya setelah happening dengan LEDnya. Nice info kak



Elly Nurul
January 1, 2019 at 1:05 am

Philips Hue ini harganya lumayan juga ya.. mmm tapi jika dilihat dari manfaatnya begitu banyak khususnya bagi kesehatan, tidak ada salahnya sih menggunakan philis hue ini.. Philips tidak pernah berhenti berinovasi ya.. semoga semakin banyak masyarakat yang teredukasi tentang pentingnya philips hue ini



January 1, 2019 at 6:14 am

Philips memang jaminan mutu ya…saya jg pengguna setianya…]



January 1, 2019 at 6:02 pm

Oh, Signify ini nama baru Philips Lighting. Dan Interact ini, canggih banget ya. Kekinian pisan. Kira-kira bisa gak buat rumah? Misal untuk ngendalikan lampu ketika kita lagi mudik. Duuuh… mupeng sama Hue Sync. Keren kayaknya kalo rumahku pake itu. :D



Nurul Mutiara Risqi amalia
January 2, 2019 at 5:51 am

Pakai lampu Philips? masih donk. Tahan lamanya itu lho, bikin kita gak usah bolak balik beli bohlam lampu. Lha aku kapok juga beli yang murah tapi sebulan saja sudah ketip-ketip minta diganti. Enggak banget deh. Ya meski agak mahal, bagiku mah gapapa.



January 2, 2019 at 9:12 am

Philips, terus terang, terang terus :)



January 2, 2019 at 6:57 pm

lampu sebagai salah satu alat untuk menerangi dunia terus bertransformasi, selain memberikan kenyamanan juga mendukung eneri yang lebih hemat. Manteppp… terus trang… terang terus



January 3, 2019 at 12:13 am

interact city menurut saya cukup membantu tuh. Pernah suatu waktu di jalan ada salah satu lampu yg mati. Itu kan engga banget jadi pemerangannya ga sempurna.
kalau ada reminder di inpvasi terbarunya kan bisa memberi rasa nyaman juga di ruang publik



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *