Health

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Rapid Test?

rapid test

Welcome to new normal life! Work From Home sudah mulai tergantikan dengan aktivitas di kantor meski masih dibatasi. Pusat perbelanjaan dan kafe terlihat sudah ada yang buka. Para tetangga yang tadinya ada di kampung halaman sudah kembali ke Jakarta (kalau ini sih sejak pemerintah masih melarang aktivitas mudik dan balik ke Jakarta sebenarnya sudah banyak yang melanggar).

Selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kemarin itu rasanya apa-apa serba khawatir. Mau ke minimarket saja khawatir banget, apalagi saya bersama suami dan anak sempat diserang flu beberapa minggu yang lalu. Sudah gitu ada perumahan di lingkungan tempat tinggal saya yang di-lockdown karena salah satu warganya dinyatakan positif Covid-19. Langsung panik, duh, jangan-jangan orang itu habis ke minimarket yang sama dengan saya. Bagaimana kalau virus dari dia masih menempel di sana, lalu tersentuh oleh saya? Huwaaaaa :((

Makanya dalam kondisi new normal ini penting banget untuk tetap menjalankan protokol kesehatan kapan pun dan di mana pun. Apalagi setiap ke minimarket si kecil pasti minta ikut. Untungnya dia sudah mengerti bahwa keluar rumah itu harus pakai masker dan pulangnya harus langsung cuci tangan pakai sabun.

Jangan Terlena dengan New Normal

Kalau selama PSBB rasanya khawatir mulu, selesai masa PSBB malah lebih khawatir. Haha. Kenapa? Soalnya kita seperti merasa baru terbebas dari belenggu ribuan tahun dan orang-orang langsung pergi piknik. Padahal yang dimaksud dengan new normal itu kan kondisi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan protokol kesehatan. Kalau nggak perlu-perlu banget sebaiknya tetap berada di rumah.

rapid test terdekat
Hati-hati di keramaian ya, gengs.

Baru saja kemarin keluar berita, kalau pengunjung kawasan wisata Puncak di-rapid test massal dan hasilnya ada 9 orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19. Nah loh! Saya juga sudah rindu mau piknik, tapi kalau kayak begini mah mending di rumah dulu ya, gengs?

Bicara soal rapid test, bulan lalu ada teman saya yang share di grup kalau dia mendaftarkan asisten rumah tangganya untuk rapid test yang diselenggarakan secara gratis di sebuah rumah sakit. Menurut saya langkah ini sudah tepat, mengingat asisten rumah tangga yang baru balik dari kampung bisa saja terpapar virus ganas Covid-19.

Rapid test dilakukan agar bisa diputuskan langkah selanjutnya. Apakah harus dilanjutkan dengan swab PCR atau cukup dengan isolasi mandiri. Lalu saya cari-cari info, siapa saja yang perlu melakukan rapid test? Apakah saya dan keluarga juga memerlukannya?

Rapid Test untuk Siapa?

Rapid test adalah screening awal infeksi virus Covid-19 dengan menggunakan sample darah untuk mendeteksi imunoglobin, yaitu antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi.

Seseorang bisa terinfeksi Covid-19 karena adanya paparan virus tersebut. Bagaimana seseorang bisa terpapar? Bisa jadi karena adanya kontak fisik dengan orang lain yang telah lebih dulu terinfeksi. Dan kepada siapakah rapid test ini ditujukan?

Orang Dalam Pengawasan (ODP), yaitu yang mengalami demam hingga lebih dari 38 derajat celcius serta memiliki gangguan sistem pernafasan seperti batuk, pilek dan sesak napas. Terutama jika orang-orang ini memiliki riwayat habis bepergian ke suatu tempat.

Orang yang pernah kontak fisik dengan pasien Covid-19. Jadi kalau keluarga, saudara atau tetangga kita ada yang positif Covid-19 sebaiknya lakukan test, karena kita tinggal di lingkungan yang sama dengan pasien tersebut.

Orang yang bekerja di pusat layanan kesehatan juga rawan terinfeksi karena sehari-hari bertemu dengan orang lain yang sedang sakit.

So, nggak semua orang harus melakukan rapid test ya, gengs. Kalau kamu merasa selalu berada di rumah, nggak pernah pergi jauh, keluarga dan tetangga juga pada sehat, selalu menjalani protokol kesehatan, belum dirasa perlu untuk rapid test. Sebaliknya, jika merasa pernah kontak fisik dengan pasien Covid-19 atau sedang demam setelah bepergian jauh, silakan langsung cari rapid test terdekat dengan tempat tinggal.

Dan perlu diketahui bahwa rapid test ini bukan untuk deteksi postif atau negatif Covid-19, ya. Melainkan hanya screening awal tahap infeksi agar selanjutnya bisa diidentifikasi lebih cepat.

Rapid Test Covid-19 Lewat Halodoc

Oh ya gengs, kalau kalian butuh rapid test sekarang bisa melalui aplikasi Halodoc. Jadi di aplikasinya ada menu Covid-19 Test, klik di situ lalu ikuti petunjuk selanjutnya seperti memilih tempat dan waktu. Nanti akan diminta upload foto KTP atau KK (bagi anak di bawah umur). Setelah melakukan pembayaran akan dikirimkan SMS konfirmasi yang bisa ditunjukkan pada saat datang ke rumah sakit tempat rapid test akan dilangsungkan.

Halodoc adalah perusahaan teknologi yang melayani konsultasi kesehatan secara online, dengan para dokter ahli dan spesialis. Selain konsultasi online, Halodoc juga menyediakan fitur untuk pembelian obat dan pemeriksaan laboratorium melalui smartphone. Dengan kehadiran Halodoc sejak tahun 2016 diharapkan masyarakat mendapatkan akses kesehatan secara lebih mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *