Social

Shafira the World Wanderer, 30 Tahun Menebar Inspirasi Hingga 5 Benua

shafira world wanderer

Shafira the World Wanderer – Saya merasa senang sekali ketika menghadiri acara Shafira Inspiring Journey pada bulan Agustus 2018 yang lalu di Twin House Café Jakarta. Saat itu adalah rangkaian acara yang diselenggarakan menuju ulang tahun Shafira—brand busana muslim pertama di Indonesia—yang ke-30 tahun. Dan diinformasikan bahwa Shafira akan menggelar acara yang lebih meriah ketika usianya genap 30 tahun, dengan kembali mengundang para blogger hits. Yang saya harapkan hanya satu hal, semoga nama saya kelak akan berada di antara para blogger terpilih tersebut. Yang artinya saya diberi kesempatan untuk hadir.

Alhamdulillah Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) kembali memilih saya sebagai salah satu blogger yang diundang dalam Press Conference 30 Years Journey of Shafira pada tanggal 18 Januari 2019. Bertempat di Halequin Bistro Jakarta, restoran ini disulap menjadi sebuah tempat perayaan ulang tahun yang cukup mewah dengan banyaknya bunga mawar di setiap sudut ruangan. Bagaikan nuansa khas untuk seorang wanita dewasa yang sedang merayakan hari jadi ke-30. Disertai dengan display busana muslim Shafira koleksi terbaru yang bertema 30th Shafira World Wanderer.

shafira world wanderer

30 tahun adalah usia yang cukup matang bagi kehidupan seseorang. Selama kurun waktu tersebut tentunya ia telah melewati perjalanan panjang, melalui beragam halang rintang, suka dan duka, serta sejumlah kesempatan yang telah diambil maupun terlewatkan. Sama halnya dengan Shafira, di usia 30 tahun ini bukan saja perjalanan panjang yang telah dilaluinya tetapi juga perjalanan yang sangat jauh hingga ke 5 benua. Demi mencari dan menebar inspirasi, serta adanya berbagai kesempatan baik yang diambil maupun diberikan kepada orang lain.

Seorang Perempuan Muda di Balik Perjalanan Panjang Ini

Adalah Ibu Feny Mustafa yang pertama kali mendirikan Shafira di kota Bandung sebagai brand busana muslim pertama di Indonesia dan mungkin juga di dunia. Seseorang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang fashion dan design ini cukup berani mengambil peluang di industri busana muslim. Yang mana pada saat itu tahun 1989 sangat sulit bagi seorang wanita muslimah untuk mengenakan hijab. Sering kali didiskriminasi di dunia kerja maupun pendidikan.

Tapi apa mau di kata, tekadnya sudah kadung bulat untuk menjadikan muslimah memiliki tempatnya di negeri ini ketika harus menjalankan kewajibannya menutup aurat. Dengan cita-cita inilah Ibu Feny selalu semangat dalam mencapai tujuannya apapun halangan yang menyertainya. Bermula dari dirinya sendiri tanpa karyawan, hanya ada satu kawannya yang beliau ajak kerjasama dalam mendesain pakaian. Kemudian akhirnya memiliki karyawan dan lama-kelamaan nama Shafira menjadi besar, dikenal banyak orang, diberitakan oleh media dan saat ini telah memiliki 20 outlet di seluruh Indonesia.

Ibu Feny Mustafa 30 tahun lalu hanya seorang perempuan muda usia 20-an tetapi berani mengambil kesempatan, yang pada akhirnya saat ini telah memberi kesempatan kepada banyak orang. Kesempatan menjadi pagawai Shafira, kesempatan pagi pelanggannya untuk memiliki koleksi limited edition Shafira, kesempatan bagi media untuk mendapatkan berita, juga kesempatan yang sangat baik bagi saya ketika menjadi bagian dalam acara ini.

shafira world wanderer
Bapak Setiawan (Head of Designer), Ibu Feny Mustafa (Founder), Bapak Deni Setiawan (CEO)

Fashion Harus Tumbuh Sesuai dengan Zamannya

Tentu saat ini usia Ibu Feny sudah tak terlalu muda lagi, tetapi beliau menyadari bahwa industri fashion harus tumbuh dan berkembang sesuai dengan zamannya. Maka dari itu Shafira Corporation di masa ini dipimpin oleh Bapak Deni Setiawan sebagai CEO yang usianya masih relatif muda. Dengan harapan dapat menjalankan bisnis Shafira sesuai dengan kebutuhan para milenial.

Berhubungan dengan hal tersebut Shafira Corporation sedang merencanakan sebuah smart shop karena gaya belanja kaum kekinian yang mobilitasnya cukup tinggi. Smart shop ini akan dibuat senyaman mungkin sehingga customer Shafira dapat belanja online serasa sedang memilih busana di dalam toko secara langsung. Item yang dibeli pun bisa cepat sampai ke tangan customer dengan pengiriman di hari yang sama. Jadi habis beli bisa langsung pakai, persis seperti belanja di toko.

Tetapi meski ingin menyesuaikan diri dengan zaman kekinian Shafira tetap mempertahankan ciri khasnya yaitu selalu menggunakan material terbaik, original design dan limited edition. Setiap model yang dikeluarkan hanya dibuat sebanyak 150-200 pieces saja yang kemudian akan tersebar di 20 outlet seluruh Indonesia. Termasuk koleksi terbaru Shafira untuk anniversary yang ke-30 ini.

Selain itu pada tahun 2010 yang lalu Shafira juga pernah ber-statement bahwa “Di tahun 2020 mendatang Indonesia akan menjadi kiblat muslim fashion dunia.” Alasana yang membuat Shafira sangat ingin mewujudkan mimpi ini salah satunya adalah karena dengan berkiblatnya muslim fashion kepada negara kita artinya dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak orang yang bekerja pada industri ini.

Shafira the World Wanderer, Inspirasi dari Masjid di 5 Benua

Demi memuaskan pelanggan setianya Shafira terus berinovasi menciptakan busana yang berkelas dan memiliki nilai seni tinggi. Dalam rangka ulang tahun Shafira yang ke 30 ini Head Designer Shafira, Bapak Setiawan bersama timnya merancang busana yang terinspirasi dari masjid besar di 5 Benua yaitu Asia, Amerika, Eropa, Australia hingga Afrika.

“Kami memang tak selalu menjadikan masjid terindah di dunia sebagai inspirasi utama karena kebanyakan bergaya timur tengah. Tetapi kami berusaha mengedepankan keunikan dari 5 masjid terpilih yang dapat mewakili negaranya”, ungkap Bapak Setiawan di sela presentasinya.

Jadi di sini Shafira memberikan kesempatan kepada tim designer-nya untuk mengeksplorasi masjid-masjid di 5 benua untuk dituangkan dalam rancangan busana, baik itu gaya arsitekturnya, warna khas maupun karakteristik suku tertentu. Misalnya inspirasi yang diambil dari benua Asia adalah arsitektur Masjid Raya Baiturrahman di Aceh dan busana adat Kerawang Gayo.

Masih ada 6 masjid lainnya yang menjadi inspirasi Shafira World Wanderer, yaitu Cologne Central Mosque (Jerman), Islamic Center of Washington DC (Amerika Serikat), Adelaide Mosque (Australia), Moscow Grand Mosque (Rusia), Bibi Khanym Mosque (Uzbekistan) dan Hasan II Mosque (Afrika).

shafira world wanderer
Salah satu koleksi Shafira World Wanderer yang akan tampil pada ajang Indonesian Fashion Week 2019

Menurut Bapak Setiawan—yang telah menjadi designer di Shafira sejak 20 tahun yang lalu—pada koleksinya kali ini Shafira menghadirkan sesuatu yang baru, seperti busana muslim syar’I yang diambil dari model baju kurung khas Melayu dan juga model kain lilit, dengan aplikasi drapery. Kemudian untuk koleksi bergaya Eropa desainnya berupa layer-layer yang sangat anak muda.

shafira world wanderer

Kain yang digunakan merupakan kain etnik yang disesuaikan motifnya dengan tema musim ini. Seperti kain tenun sutera Garut yang memiliki motif khas Uzbekistan. Atau motif nuansa kayu yang terinspirasi dari Australia dengan ukuran baju yang besar seperti suku Aborigin.

Terinspirasi dan Menginspirasi

Bagi saya Shafira selama perjalanannya 30 tahun ini bukan hanya mencari inspirasi tetapi juga telah menginspirasi. Dengan suksesnya Shafira membawakan koleksinya ke ajang fashion show dunia seperti New York Couture Fashion Week tahun 2015 dan Dubai Sparkling Couture Infinity di tahun 2017, maka ajang Indonesian Fashion Week 2019 yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2019 mendatang pun sepertinya akan menyusul kesuksesan dua event sebelumnya. Di mana pada pagelaran ini pecinta fashion dapat melihat keunikan busana yang bertema 30th Shafira World Wonderer.

Baca juga : Indonesian Fashion Week 2018

Hal lainnya yang baru saya ketahui adalah Ibu Feny Mustafa selaku Founder dari Shafira telah aktif menjalankan kegiatan sosial sejak Shafira pertama kali berdiri. Di tahun ini program yang dijalankan adalah memberikan beasiswa kepada seorang yang sangat berbakat mendesain busana. Beliau adalah Rahmat Hidayat seorang pemuda asal kota Bandung, yang meskipun memiliki keterbatasan fisik tetapi bakatnya di bidang fashion design sangat bisa diapresiasi. Ibu Feny Mustafa bisa mengenal Rahmat melalui Bapak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat).

shafira world wanderer
Foto bersama Shafira Team, teman-teman blogger dan media, serta Rahmat Hidayat (penerima beasiswa Shafira)

Rahmat mendapatkan beasiswa sekolah desain sebesar Rp. 50.000.000 yang kemudian akan menjadi anggota keluarga Shafira sebagai salah satu designernya.

Terima Kasih

Saya mengucapkan terima kasih kepada Shafira yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menghadiri acara ini. Juga kesempatan yang telah diberikan kepada Rahmat Hidayat sehingga bisa belajar menjadi designer professional. Semoga kedepannya Shafira semakin menginspirasi dunia.

Dan terima kasih atas hadiah yang Shafira berikan kepada kami, berupa scarf limited edition yang tidak dijual. Melainkan dibuat spesial untuk edisi ulang tahun. Bukan hanya saya dan teman-teman blogger yang mendapatkannya, tetapi juga customer Shafira yang pada tanggal 8 Januari 2019 yang lalu berbelanja di Shafira Store langsung mendapatkan scarf ini secara gratis. Tanggal 8 Februari 2019 mendatang juga akan berlaku program yang sama, hanya saja motif scarf yang dibagikan akan berbeda.

Saya bersyukur sekali dapat menghadiri event ini, karena di akhir acara saya memenangkan hadiah doorprize berupa jam tangan dari Swarovski. Alhamdulillah.

shafira world wanderer

Thank you, Shafira.

Baca juga : Shafira 30 Years Journey

15 Comments

  1. Bertahan di dunia bisnis selama 30 tahun tidaklah mudah. Apalagi di dunia fashion yg terus berganti trend-nya. Harus pandai mengikuti dan bahkan mwnciptakan mode kelinian yg disukai bnyk orang. Salut!

  2. Merk legend banget nih shafira. Inget banget sering nganter ibu kesana. Dan okenya adalah mereka mampu bertahan dan terus berkembang mengikuti zaman. Jadi model2 bajunya gak kuno.

  3. Wah banyak berkah datang di acara ini ya Mba..selain hadiah juga terinspirasi oleh kisah pendiri Shafira, Ibu Fenny juga termotivasi oleh semangatnya untuk terus maju dan berkembang menjadi lebih baik lagi.
    Senangnyaaa

  4. Keren ya mbak Bu Feny Mustafa ini bisa mendirikan Shafira sampai saat ini menginjak 30 tahun.. Patut dicontoh semangatnya nih. Aku juga sempat ngikutin kisah hidupnya Rahmat Hidayat, Alhamdulillah Rahmat bisa dapat beasiswa untuk mengembangkan bakatnya. Sukses selalu Shafira! :D

  5. Woooww congrats mbak dapat hadiah jam tangannya. Cantik.
    Keren banget bisnisnya udah mencapai usia 30 tahun. Biasanya bisnis yang bertahan selama itu bukannya tanpa usaha keras, tapi justru kerja keras yaaaa. Keren banget juga bisa menyesuaikan bisnis dgn zamannya kyk gtu.

  6. Shafira dari zaman aku kecil selalu jadi idaman, sayangnya belum sampai kesampaian beli, hahaha. Mau lihat2 koleksi yang terbaru ini ahh, siapa ada rezekibuat beli langsung,hihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *