review philips uv-c
Health / Techno / Tips & Review

Review Philips UV-C Disinfection Desk Lamp

Meski sudah bolak balik menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi, sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah saya selalu merasa khawatir kalau-kalau masih ada virus atau bakteri yang tertinggal di sudut-sudut rumah. Saya pernah mengikutii sosialisasi virtual yang diselenggarakan oleh Signify tentang manfaat sinar UV-C, kok jadi mau, ya, punya Philips UV-C Disinfection Desk Lamp, yang sinarnya bisa membunuh virus di dalam ruangan termasuk virus penyebab Covid-19 yaitu SARS-CoV-2.

Sinar UV (ultraviolet) adalah gelombang elektromagnetik dari energi radiasi matahari yang terbagi menjadi 3 bagian A, B dan C. Sinar yang mencapai permukaan bumi adalah sinar UV-A. Sementara UV-B diserap oleh ozon, gas dan air yang berada di atmosfer dan UV-C tertahan di lapisan ozon. Jadi di muka bumi ini hampir nggak tuh sinar UV-C yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Sinar UV-C ini sudah dibuat tiruannya dalam bentuk lampu UV-C dan harus hati-hati banget dalam menggunakannya. Nggak boleh terkena kulit manusia atau hewan karena bisa merusak jaringan DNA dan dampaknya sangat buruk bagi kesehatan. Makanya sinar UV-C bisa dijadikan alat desinfeksi untuk membunuh virus, kuman, bakteri dan protozoa, yang nggak bisa kita lihat itu, gengs.

Belum lama ini Signify mengeluarkan produk lampu UV-C yang bernama Philips UV-C Disinfection Desk Lamp yang memiliki kemampuan sinar UV-C untuk digunakan di dalam ruangan. Karena dibuat untuk penggunaan rumah tangga, alat ini didesain dengan teknologi terkini sehingga mudah dan aman digunakan. Alhamdulillah seminggu yang lalu saya menerima paket lampu ini dari Signify, and here is my review.

Philips UV-C Disinfection, Melumpuhkan Virus dengan Cahaya

review philips uv-c

Virus, kuman dan bakteri bisa ada di mana saja, di tempat yang nggak kita duga-duga, bahkan di permukaan yang sudah dibersihkan sekalipun. Dan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan pentingnya kebersihan rumah agar terhindar dari virus berbahaya khususnya Covid-19 yang sedang merajalela seperti sekarang ini, Signify berinovasi menciptakan sinar UV-C yang aman digunakan bagi keluarga.

Sinar UV-C sebenarnya sudah banyak digunakan difasilitas publik seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, perkantoran, ruang olahraga dan sebagainya. Namun yang digunakan pada tempat-tempat tersebut biasanya sinar UV-C yang membutuhkan prosedur dan konsultan khusus. Sementara untuk di rumah kita membutuhkan lampu yang bisa digunakan secara praktis. Ya kali tiap rumah punya konsultan sinar UV-C, yes?

Philips UV-C Disinfectin Desk Lamp dari Signify ini terbukti dapat melumpuhkan virus, bakteri, jamur dan spora dalam hitungan menit. Dosis yang digunakan dalam Philips UV-C melebihi dosis yang diperlukan, untuk memastikan ruangan didesinfeksi secara efektif. Menurut saya ini bagus, ya. Secara kita sehari-hari seperti menghadapi bahaya yang nggak kelihatan, gengs! Biarin aja tuh virus dikasih sinar UV-C dosis tinggi biar buibu pada yakin akan kebersihan rumahnya.

Fitur Philips UV-C Disinfection

Setiap penggunaan sinar UV-C harus di ruangan yang nggak ada manusia atau hewan di dalamnya. Mengingat pentingnya keselamatan kita, maka Philips UV-C dibuat dengan fitur-fitur yang memudahkan penggunan. Fitur tersebut adalah sensor gerakan, panduan suara, pengatur waktu dan kontrol sentuh.

Sensor Gerakan

Sensor gerakan berfungsi untuk deteksi keberadaan manusia dan hewan. Saat diaktifkan lampun UV-C nggak langsung menyala. Tetapi lampu ini akan menunggu sampai ruangan kosong. Jadi kita dikasih waktu dulu untuk benar-benar meninggalkan ruangan. Dan ketika ada yang masuk ke ruangan sementara lampu masih beroperasi, jangan khawatir karena lampunya akan mati secara otomatis.

Awalnya saya pikir cuma manusia aja yang terdeteksi, ternyata hewan juga. Tadinya mau pasang lampu di gudang yang ada tikusnya, biar DNA si tikus terurai dan dia bisa tewas. Haha. Tapi demi keamanan hewan peliharaan sih memang sebaiknya ada sensor untuk hewan juga, yaa.

review philips uv-c
Nggak bisa aktif lampunya ya, kalau masih ada yang ngintip kayak gini.

Panduan Suara

Panduan suara langsung aktif dan memberikan peringatan keselamatan serta petunjuk penggunaan. Setelah memilih durasi desinfeksi, panduan suara akan berkata “Lampu akan segera menyala, silakan meninggalkan ruangan dan menutup pintu.” Perintah ini akan diulang jika masih ada orang di dalam ruangan.

Karena menuruti perintah tersebut, saya belum berhasil nih dapat foto yang lampunya menyala warna ungu itu. Saya cuma ngintip sedikit aja, lampunya langsung mati. Haha. Coba deh, nanti saya akali pakai video, ya.

Pengatur Waktu

Pengatur waktu tersedia dalam 3 durasi, yaitu 45 menit untuk ruang tamu (luas sekitar 28 meter persegi), 30 menit untuk kamar tidur (luas 20 meter persegi) dan 15 menit untuk toilet (luas sekitar 13 meter persegi). Karena waktu untuk mendesinfeksi ruangan tergantung ukurannya, jadi kalau kamar tidurnya memang seluas ruang tamu, berarti butuh waktu 45 menit paparan sinar UV-C.

Kamar tidur di rumah kami ukurannya nggak sampai 20 meter persegi. Harusnya bisa pakai durasi 15 menit, tapi saya selalu pakai yang 30 menit, sih.

Kontrol Sentuh

Ada 2 kontrol sentuh pada Philips UV-C, yaitu Power dan Timer. Power untuk mengaktifkan dan sebagai tombol OK. Kemudian Timer untuk memilih durasi desinfeksi, yang terdiri dari 3 durasi seperti yang saya jelaskan di atas.

review philips uv-c

Dengan kontrol sentuh menjadikan lampu meja ini terlihat sangat simple dan keuntungannya kalau tanpa tombol-tombol gitu bisa meminimalisir kerusakan. Karena ini kan tinggal sentuh saja sudah bisa berfungsi. Nggak perlu tekan-tekan pakai tenaga.

Spesifikasi

Philips UV-S Disinfection Desk Lamp terdiri dari 2 warna, yaitu silver dan rose gold. Ukurannya minimalis dengan dimensi 12 x 12 x 24,7 cm. Logo Philips ada di bagian depan bawah, sementara kontrol sentuh semuanya ada di paling atas.

review philips uv-c
Logonya kalau difoto jadi agak samar, gengs. Karena tulisannya warna putih dah materialnya warna silver.

Beratnya 1200 gram dengan kemasan, jika tanpa kemasan mungkin sekitar 900-1000 gram gitu, gengs. Di dalam kemasannya ada busa tebal untuk menopang lampu agar nggak mudah bergeser. Jadi aman, nih, untuk dibawa sama kurir kalau kalian pesan online.

Tapi harus hati-hati saat mengoperasikan, apalagi bagi yang punya anak kecil. Karena 2 buah lampu UV-C yang ada di dalam kotak nggak dilapisi kaca-kaca pada boxnya, untuk desinfeksi yang maksimal.

review philips uv-c
Ini dia si lampu UV-C yang kecil tapi sakti.

Besar daya lampu ini adalah 24 Watt dengan input 220-240Vac 5060Hz. Masa pakainya panjang banget, bisa sampai 9000 jam. Jadi dengan pemakaian normal misalnya rata-rata sehari dipakai 2 jam berarti lampu ini bisa bertahan sampai 12 tahun dong, yaaa?? Amazing! Sampai si Hammam masuk SMA semoga lampu ini masih awet, ya! Lampu kenang-kenangan dari masa pandemi. Eheuuu

Saran Penggunaan

Hari pertama paketnya sampai, saya langsung coba operasikan sesuai petunjuk. Dan karena lampu ini ada panduan suaranya, suami sama anak saya gaya-gayaan ngajakin lampunya ngomong “Udah belum, Mbak?” Hahahaha.

Setelah penggunaan masing-masing selama 30 menit di kamar tidur utama dan kamar anak, kalau yang saya rasakan udaranya jadi terasa lebih bersih. Entah ini perasaan saya saja atau gimana, haha. Dan jadi nggak ada nyamuk, masaaa. Apakah nyamuk-nyamuk itu mati karena sinar UV-C??

Jadi Philips UV-C bisa digunakan setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan. Kalau sehari-hari penghuni rumahnya nggak ada aktivitas ke luar rumah, nggak apa-apa desinfeksinya ada jeda hari. Tetapi jika salah satu saja anggota keluarga yang aktif di luar misalnya karena harus bekerja di kantor atau nggak WFH seperti suami saya, boleh deh dipakai setiap hari.

Efek dari penggunaan setiap hari mungkin bisa ke furniture yang ada di rumah kita, ya. Tapi nggak terlalu signifikan, sih. Dan jangan lupa bersih-bersih rumah, ya. Meski sinar UV-C bisa membunuh virus, tapi dia nggak bisa menghilangkan debu. Ini tuh lampu, gengs, bukan vacuum cleaner. Peace!!

Okay, sekian review saya tentang Philips UV-C Disinfection Desk Lamp. Semoga mencerahkan hati buibu semua yang lagi galau-galau pengin cari lampu dengan sinar UV-C tapi takut dengan bahayanya kalau cara pakainya kurang benar.

Siiip, deh. Terima kasih ya sudah mampir. See you next post!

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *