relpy 1988
Film

Reply 1988, the Memorable Classic Story

Annyeong. Saatnya review drakor, gengs. Kali ini kita bahas drama Korea Reply 1988 yang bercerita tentang 5 keluarga yang tinggal di sebuah gang di Ssangmundong, Seoul Utara, pada tahun 1988. Kelima keluarga ini memiliki hubungan yang sangat baik terhadap satu sama lain. Dan 5 anak dari masing-masing keluarga pun bersahabat sejak lahir hingga dewasa. Mereka adalah Sung Deok Sun, Kim Jung Hwan, Choi Taek, Sung Sun Woo dan Ryu Dong Ryong.

Ini adalah drama yang paling lama saya selesaikan nontonnya. Selain karena kesibukan yang nggak memungkinkan untuk sering-sering nonton, drama ini ditayangkan dalam 20 episode. Kalau serial normalnya berdurasi rata-rata 1 jam, Reply 1988 bisa sampai 1 jam 50 menit per episodenya. Herannya saya nggak bosan nonton drama ini sejak episode pertama sampai terakhir. Whyyy???

Kembali ke Tahun 1988

Tadinya saya kira drama ini ceritanya hanya flashback saja ke tahun 1988. Ternyata nggak, dong! Ceritanya memang benar-benar dibuat dengan setting tahun tersebut dan saya yang merasa seperti kembali ke masa lalu. Bukan hanya penampilan tokoh-tokohnya yang bergaya khas tahun 80-an, tetapi segala hal yang ada di dalam drama ini benar-benar diambil dari zaman itu.

Episode pertamanya sungguh berkesan karena menceritakan kebersamaan Doek Sun and the gank yang menghabiskan sore harinya dengan menonton film. Juga rasa kekeluargaan antar tetangga yang saling mengirimkan lauk pauk untuk makan malam. Pada scene ini sungguh terasa sekali suasana tahun 80-an karena menampilkan sisi luar dan dalam dari setiap rumah yang bergaya vintage.

Dan sepanjang drama berlangsung saya terkagum-kagum dengan betapa niatnya produksi drama ini karena semua yang serba antik dihadirkan. Seperti TV, radio, kaset, walkman, telepon, jam dinding, lampu tidur, mobil, dan masih banyak lagi.

reply 1988

Karena saya sudah lahir pada tahun itu, menjadikan drama ini menarik untuk ditonton. Yang semula saya iseng saja mau nostalgia, lama-lama jadi baper, buibu!! Yang memiliki perasaan sensitif seperti saya, siapin tisu deh kalau mau nonton. Bagi yang perasaannya lemah, jangan nonton sekalian.

Cast

Drama Reply 1988 dibintangi oleh aktor muda sebagai gank rusuh di Ssangmundong, serta para aktor senior yang berperan sebagai orang tua mereka.

reply 1988

Deok Sun, diperankan oleh Lee Hye Ri. Adalah seorang remaja dengan karakter ceria dan pemberani, meski sebagai anak tengah sejak kecil Deok Sun harus banyak berkorban untuk kakak sulung dan adik bungsunya. Terkenal sebagai siswi yang malas belajar dan menduduki peringkat 998 dalam pendidikan, nggak bikin dirinya jadi minder dan tetap tumbuh sebagai anak yang percaya diri.

Chio Taek, diperankan oleh Park Bo Gum. Seorang introvert karena sejak kecil sudah menjadi piatu dan memiliki rasa kehilangan yang mendalam. Hanya menyukai satu hal dalam hidupnya, yaitu permainan Baduk. Hingga usianya beranjak 17 tahun, akhirnya Taek tahu hal lain apa yang disukainya selain Baduk. Meski menjadi anak paling pendiam dan hampir nggak punya ekspresi, Taek selalu ikut serta dalam setiap waktu bermain bersama teman-temannya.

Jung Hwan atau yang sering dipanggil Jung Pal oleh teman-temannya diperankan oleh Ryu Jun Yeol. Paling cool di antara teman-temannya dan memiliki bentuk perhatian yang berbeda dari yang lain. Sarkas tapi sweet. Jung Hwan adalah anak orang kaya, tipe anak yang kalau minta uang ke orang tua suka dilebih-lebihkan. Sementara anak tetangga hanya minta 300 won, Jung Pal mintanya 10.000 won. Gila, memang. Tapi anak ini adalah juara kelas, gengs!

Sun Woo, diperankan oleh Go Kyung Pyo adalah anak pertama dari dua bersaudara. Tipe anak baik-baik, sayang dan hormat sama orang tua, sopan banget, nggak suka berbohong, guanteng, pintar. Meski ayahnya telah tiada, Sun Woo nggak pernah kekurangan kasih sayang dari ibunya dan dia paling sayang banget sama adik kecilnya. Menurut Deok Sun, Sun Woo adalah manusia paling normal di antara mereka.

Dong Ryong, diperankan oleh Lee Dong Hwi. Tumbuh sebagai anak yang senang mencari perhatian karena kedua orang tuanya bekerja sejak ia masih kecil. Sering banget dihukum karena berulah di sekolah, padahal ayahnya adalah kepala sekolah. Nggak punya minat dalam belajar, tapi kelihatan jelas dia adalah anak yang selalu bahagia terutama jika sedang bersama gank-nya. Yang paling menghibur dari diri Dong Ryong adalah pandai menari.

Teman Rasa Keluarga

Apa yang saya lihat dalam Reply 1988 adalah kebersamaan yang zaman sekarang ini sulit kita dapatkan. Maklum, pada masa itu teknologi komunikasi tercanggih baru ada pesawat telepon. Sehingga lebih banyak waktu dihabiskan bersama keluarga dan teman seperti menonton acara tivi, seseruan dengan papan permainan, makan bersama dan lain-lain. Yang sudah lahir di zaman ini pasti paham banget bagaimana rasanya nonton tivi bareng tetangga.

reply 1988

Drama ini bercerita dengan baik bagaimana hubungan antar satu tokoh dengan tokoh lainnya, terutama para orang tua yang begitu dekat satu sama lain. Bahkan Jin Joo, adiknya Sun Woo yang masih balita pun punya cerita sendiri yang melibatkan seluruh orang dewasa di lingkungan tempat tinggalnya.

Karena lingkungan yang kecil, setiap masalah yang terjadi pada satu keluarga maka tetangga yang lain pasti akan mengetahuinya. Untungnya drama ini nggak ada peran antagonis sama sekali. Ibu Jung Hwan yang orang kaya itu, awalnya kelihatan galak dan sombong. Tapi ternyata hatinya begitu baik dan perhatian. Intinya, satu keluarga kena musibah perasaan sedihnya akan ditanggung juga oleh keluarga lain.

Dan sebagaimana anak-anak saling menghormati para orang tua, sebaliknya masing-masing orang tua juga sangat menyayangi setiap anak di blok tempat tinggalnya. Mereka bahkan tahu kebiasaan anak-anak muda itu, apa kesukaannya, apa yang nggak disuka, bagaimana sifatnya dan lain-lain.

Pokoknya drama Reply 1988 adalah gambaran kehidupan yang dekat banget dengan realita. Nggak kalah dengan drama fiksi yang suka ada-ada saja idenya, drama ini sangat bisa dinikmati.

Fenomena dan Peristiwa

Menurut obrolan para ibu-ibu komplek (Ibu Deok Sun, Sun Woo dan Jung Hwan), pada tahun 1971 tinggi banget angka kelahiran bayi. Termasuk mereka sendiri yang melahirkan di tahun itu, makanya anak-anaknya jadi seumuran. Reply 1988 buka cuma menyajikan drama keluarga tetapi juga dikaitkan dengan sejarah, fenomena dan peristiwa yang terjadi pada saat itu.

Olimpiade 1988

Pada episode pertama diceritakan soal Olimpiade 1988 yang diselenggarakan di Seoul, Korea. Deok Sun terpilih sebagai salah satu pelajar yang membawa bendera negara Madagaskar pada acara pembukaan. Sayangnya negera tersebut batal mengikuti Olimpiade karena alasan politis. Deok Sun yang kecewa berat, ditambah perlakuan orang tua yang menurutnya nggak adil, sempat uring-uringan. Untungnya dia tetap bisa berpartisipasi menggantikan pelajar lain yang katanya dikeluarkan dari ajang bergengsi ini.

Kebayang nggak, sih, bagaimana bahagianya keluarga Deok Sun ketika anaknya muncul di layar televisi. Bukan hanya keluarganya, tapi semua tetangganya menantikan tayangan ini dan ikut bergembira. Cuma Jung Hwan saja yang sinis dan menebak Deok Sun pasti membuat keributan di stadion, sehingga panitia mengizinkannya untuk ikut. Haha.

Mesin ATM

Kemudian mesin ATM juga menjadi issue yang diangkat pada drama ini. Kehadirannya membuat bank-bank melakukan pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran karena sebagian fungsi teller telah tergantikan oleh mesin ATM. Sementara itu ayah Deok Sun adalah pegawai bank yang sudah bekerja puluhan tahun dan terancam di-PHK. Keputusan yang diambil pada saat itu beneran bikin seluruh keluarga dan tetangga nangis. Yang nonton apalagi, gengs!

Ditambah lagi kejadian ini berbarengan dengan kondisi ibu Jung Hwan yang sangat labil dan sensitif karena mengalami menopouse. Karena kasih sayang anak-anak dan suami serta seluruh tetangganya, mereka menghibur ibu Jung Hwan dengan cara yang sangat sweet tapi bikin nangis lagi. Huhuhuhu.

Pernikahan Ilegal

Dulu di Korea ada hukum pernikahan yang melarang pasangan dengan nama belakang sama untuk menikah. Contohnya kalau sekarang itu seperti Song-Song Couple, gitu. Peraturan ini sudah ada sejak tahun 1957, yang jika dilanggar maka pernikahan kedua insan bermarga sama nggak akan diakui oleh negara dan ketika punya anak nanti nggak bisa punya akta lahir.

Tanpa disangka Sung Bo Ra, kakak Deok Sun, menjalin hubungan dengan Sung Sun Woo. Ya meriang lah ini para ibunya, mikirin gimana nasib anak dan cucunya kelak. Meski ditentang begini, Bo Ra dan Sun Woo tetap kekeuh mau nikah juga. Ya namanya juga cinta, ya, gengs! Sulit bagi kita untuk memisahkan mereka.

Lagu-lagu Legendaris

Nonton Reply 1988 memang harus siap-siap menjelajah waktu, sih. Soalnya banyak banget lagu-lagu lawas yang diputar selama drama berlangsung, terutama lagu barat yang kita kenal, ya. Lagu lama dari Korea juga banyak tapi saya nggak ngerti itu lagunya siapa. Haha.

Ada lagu Nothing’s Gonna Change My Life for You dari George Benson, yang dinyanyikan secara massal oleh Deok Sun dan teman-teman selama perjalanan wisata sekolah. Kemudian lagu Right Here Waiting dari Richard Marx, yang diputar saat Jung Bong (kakak Jung Hwan) menunggu surat balasan dari Mi Ok (teman Deok Sun). Lagu lainnya ada Can’t Take My Eyes Off You – Frankie Valli, How Deep Is your Love – Bee Gees dan Last Christmas – Wham!

Selain lagu-lagu yang populer pada tahun 80-an, diputar juga soundtrack serial TV keren pada masanya seperti Knight Rider saat ayah Jung Hwan menjemput keluarganya dengan mobil untuk keluar makan malam dalam rangka merayakan ulang tahun nyonya besar. Dan nggak ketinggalan soundtrack MacGyver ketika ayahnya memperbaiki listrik yang mati.

Sungguh, yaaa, laffff banget sama drama ini.

Keluarga adalah yang Terbaik

reply 1988

Nggak salah banget kalau ingin menjadikan drama ini sebagai tontonan keluarga. Karena banyaaaak banget pelajaran yang bisa diambil, terutama keluarga adalah yang terbaik.

Meskipun ada kisah-kisah cinta dari yang muda-muda, tapi cerita tentang keluarga dalam drama ini sungguh kental banget.

Sung Family

Di keluarga Deok Sun masalahnya adalah mereka miskin karena ayahnya pernah ditipu. Kenyataan bahwa kakaknya sangat pintar dan adiknya manja, membuat orang tua Deok Sun seolah mencurahkan seluruh perhatian kepada kedua saudaranya ini.

Sebagai orang tua, ayah dan ibu Deok Sun tentu nggak bermaksud membeda-bedakan perlakuan dan ingin anak-anaknya merasakan cinta yang sama. Maka menjadi PR lah bagi mereka bagaimana caranya membagi kasih sayang itu secara sama rata.

Sementara Bo Ra tetap merasa iri terhadap Deok Sun yang sangat dekat dengan ayahnya dan bisa bercerita apa pun, bisa tanpa canggung saling berpelukan. Sampai episode terakhir hubugan Bo Ra dengan ayahnya masih tetap canggung dan akhirnya penonton dibikin berlinang air mata lagi karena mereka akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan rasa cintanya melalui surat.

Choi Family

Dalam keluarga Choi, bapak sama anak sama-sama pendiam. Banget! Keduanya nggak pernah saling terbuka. Meski ayah Taek sangat peduli terhadap putra semata wayangnya, dia mengurus rumah dan segala keperluan Taek, tapi sang ayah nggak bisa mengurus dirinya sendiri.

Suatu waktu Taek pulang lebih awal dari klub Baduk dan mendapati ayahnya makan dengan kuah air minum. Mereka sama-sama terkejut. Taek kaget karena ayahnya hanya makan seadanya, sementara ayahnya nggak nyangka Taek akan tiba di rumah secepat itu hingga dirinya kepergok. Makanya Taek ingin ayahnya bisa memiliki seseorang yang bisa menjadi teman hidup.

Kim Family

Keluarga Jung Hwan ini sebenarnya unik banget. Mereka dulu paling miskin, tapi mendadak kaya pada tahun 1985 gara-gara Jung Bong menang lotre. Ayah Jung Hwan orangnya sangat periang tapi gariiiing abis, saking parahnya bukan lagi suara jangkring yang terdengar untuk menggambarkan kegaringan tersebut. Melainkan suara kambing. Mbeeeekkk.

Karena sifatnya yang cuek bangeeet, Jung Hwan nggak pernah cerita ke orang tuanya. Padahal ibunya pengin banget mendengar anaknya minta dibelikan sesuatu. Bahkan Jung Hwan tadinya nggak mau cerita kalau dirinya menjadi juara kelas. Ya ampuuun!

Jung Bong sebagai anak pertama memiliki minat terhadap segala hal, kecuali belajar. Tes masuk perguruan tingginya sudah entah berapa kali tapi nggak pernah lulus. Kakak Jung Hwan ini memiliki penyakit jantung dan harus menjalani operasi pemasangan ring. Kejadian ini bikin ibunya harus berusaha tegar padahal di suatu sudut dirinya menangis. Jung Hwan juga ikut sedih karena setelah operasi selesai, kakaknya malah menanyakan kabar adiknya yang beberapa hari lalu mengalami mimisan.

Sun Woo Family

Keluarga Sun Woo kayaknya yang paling miskin dalam drama ini, disebabkan ayahnya meninggal sejak 3 tahun lalu. Rumahnya sempat akan disita oleh bank karena dijadikan agunan pinjaman oleh neneknya. Ibu Sun Woo ingin sekali bekerja paruh waktu agar bisa menabung untuk biaya kuliah Sun Woo kelak. Tetapi dasar ya Sun Woo anaknya penyayang banget, dia nggak ngebolehin ibunya kerja.

Karena keinginan sang ibu yang begitu kuat, akhirnya diambil juga kesempatan bekerja itu. Sun Woo sungguh kecewa karena dia mengetahui hal tersebut dan ibunya lebih nyaman bercerita kepada tetangganya, yaitu ayah Taek.

Ryu Family

Dong Ryong yang paling ceria ternyata juga memiliki luka yang tak terlihat. Walau nampaknya dia nggak terlalu peduli dengan kesibukan orang tuanya tapi di lubuk hati terdalam Dong Ryong ingin sekali bisa menikmati masakan ibunya, at least pada hari ulang tahunnya.

Janji ibunya untuk memasakkan sup rumput laut yang nggak ditepati membuat Dong Ryong marah dan kabur dari rumah. Hal ini membuat seluruh tetangganya khawatir dan anak-anak menjemput ke tempat pelarian Dong Ryong. Begitu tiba di rumah, ternyata orang tuanya bahkan nggak tahu kalau dirinya kabur. Kasihaaan.

Wihhhh, nggak nyangka panjang amaaat ya tulisannya?? Karena terlalu suka sama drama ini. Kalian nonton, deh, untuk mendapatkan insight-insight baru tentang keluarga dan persahabatan. Dijamin bagus! Hahaha, kayak lagi jualan obat ya, gengs? Tapi emang beneran bagus, sudah dapat belasan penghargaan.

reply 1988

Kalau kalian sudah nonton, jangan lupa ceritain di kolom komentar ya bagaimana kesan-kesannya sama drama ini.

Thank you for reading and see you next post, gengs!

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Comments

November 2, 2020 at 7:33 pm

Aku belum nonton nih drakornya, tapi lihat pemainnya kok familiar nih hihihi. Latar belakangnya Olimpiade ya, baru lihat trilernya waktu itu trus lupa malah lanjut film lain. Nonton ah ada yg seger2 inh pemainnya :-D



November 3, 2020 at 10:43 am

Sering nemu nih di Viu tapi blm tertarik nonton, jd aku baca2 review dan cerita org aja :D
Menurutku menarik nih settingnya kembali ke masa di mana kita masih anak kecil hehe :D
Gak mudah pastinya di setting latar jg, trus kostum2 pemainnya ya, jg mungkin dialek2 yg ada pada zaman dulu, kan beda banget kyk skrng hehe :D



November 3, 2020 at 5:03 pm

Duh itu foto radionya bikin aku kangen ke masa tahun 80an akhir. Masih SD sih tapi suka denger sandiwara radio gitu Mak. Salut bisa betah jabanin drama 20 episode yang durasi per episodenya udah kayak nonton film. Btw kalau ATM itu aku baru petama kali pake tahun 1998, 10 tahun sesudahnya. Itu juga bantuin temen yang mudik tapi males ngurus daftar ulang semester kuliahan. Dipikir-pikir dia pecaya ajas ama aku kasih kartu atm sama pin-nya.. lah komennya rada ga nyambung ya mak hihihi soalnya aku ga mudeng sama drakor :D



November 3, 2020 at 8:11 pm

ah iya, reply ini banyak di bhs…
aq jadi makin penasaran buat nonton..



November 3, 2020 at 8:50 pm

Wuah nonton ini bisa bernostalgia dengan keadaan tahun 1988 yaa …. total benar ya mengemas drama ini.



November 3, 2020 at 9:56 pm

Banyak penggemar drakor yang bahas ni drama di Twitter katanya seru, jadi tergerak pengen nonton, tapi baru lihat episode satu karena tergiur nonton drakor on going huhuhu…mau coba lanjut nonton lagii…



November 4, 2020 at 3:24 am

Banyak banget yang rekomendasiin drakor satu ini, tapi aku masih belum nonton juga. Rasanya Reply ini ada beberapa seri ya Mbak, beda-beda tahunnya? Aku pernah diajakin suami nonton. Tapi masih belum ketonton juga sampai sekarang. Kapan-kapan mau nonton. Katanya banyaka banget quote bagus dari drama ini.



November 4, 2020 at 8:38 am

Wah, mbk penggemar drakor ya. saya jadi inget waktu saya SMP dan SMA, saya jugo suka banget dengan drakor. Apalagi pemainnya pada cantik dan cakep. hihihi….



November 4, 2020 at 9:20 am

Duuh jd dejavu deh..
Serasa kita yg kembali ke suasana 88 nih
Tahun 1988 tuh zaman aku masih pake jaket almamater dan rajin ikutan demo bahkan smp ke senayan…
Ini wajah2 aktor n aktrisnya pas banget yak mewakili era 88 hehe



    November 4, 2020 at 8:38 pm

    Di Reply 1988 juga diceritakan mahasiswa pada masa itu suka demo, Sung Bo Ra salah satunya dan pernah tertangkap juga. Lalu ada pertengangan idealisme deh antara anak dengan ortu. Seru pokoknya.



November 4, 2020 at 9:45 am

Saya belum nonton tapi jadi niat gara-gara baca reviewnya di sini. Oh yah, salfok saya sama radionya, jadi ingat radio keluarga yang telah musnah akibat kebakaran.



November 4, 2020 at 2:54 pm

waaah jadi semacaaam nostalgia ya nonton drakor yang satu ini mba… I can imagine the thrilling sensation and memories as you watch this



November 4, 2020 at 4:24 pm

Ini drama banyak banget yang rekomendasiin. Tapi ko aku ga dapat feel nya
Malah selesai di tengah jalan, tapi baca review nya ko aku jadi penasaran lagi.



    November 4, 2020 at 8:34 pm

    Mungkin tergantung selera kali ya, Mbak. Yang bikin saya suka sama drama ini adalah settingnya tahun di mana saya sudah lahir tapi masih anak-anak. Kayak lagi nontonin kakak dan abang saya jadinya.



November 4, 2020 at 5:02 pm

Wah ternyata sebagus itu ya Mba Reply 1988, aku belum nonton sih, belum tau apakah akan nonton dalam waktu dekat ini.



Damar Aisyah
November 4, 2020 at 5:49 pm

Aku udah beberapa kali baca review Reply 1988 ini, meskipun belum nonton tapi sedikit banyak tahu jalan ceritanya berdasarkan berbagai review yg ditulis teman-teman blogger. Yang aku sukak emang setting ceritanya. Berasa nostalgia banget buatku, hehe.



November 4, 2020 at 7:34 pm

Yakiin…gak bisa dikit kalau bahas Reply 1988 maah..
Drama terbaper pada zamannya…eh sampe sekarang diink…
Tapi karena per-eps panjaang,,,aku jarang re-run.
Tapi selalu paling suka sama R88. Ada Choi seobaaaang~



November 4, 2020 at 9:09 pm

Jadi penasaran sama ceritanya Reply 1988 seru bangt memang keluarga itu yg utama ya



Adriana Dian
November 4, 2020 at 9:26 pm

Aku nonton ini be.om kelar-kelar doong, kepotong terus sama drakor baru.. Hihi. Tapi kayanya emang keren banget ya si reply 1988 ini, nanti harus nyelesein si reply iniiihhhhh. Maaci sharingnya maaaak



November 4, 2020 at 10:15 pm

Kemarin temanku barusan cerita tentang film ini. Katanya memang bagus dan menyentuh banget . Pengen nonton juga sih, tapi kok durasinya lama banget ya..hihi..harus mengumpulkan tekad nih buat nonton..



    November 8, 2020 at 4:49 pm

    Iyaaa bukan main durasinya lama banget, nggak bisa buru-buru kelar. Tapi worth to try sih, karena banyak banget pesan moralnya di drama ini. Baik untuk kita sebagai anak maupun sebagai orang tua.



November 4, 2020 at 11:30 pm

Aku baru kenal drakor ini dan memang jalan ceritanya sangat berbeda sangat berkesan pada endingnya



November 5, 2020 at 10:09 am

Setelah baca reviewnya, aku penasaran pengen nonton. Tapi perasaanku lemah, gampang nangis pula, gimana dong.



umimami
November 8, 2020 at 8:25 pm

belum nonton drakor yang ini, lihat gambar radionya jadi inget dulu punya juga tip yang bisa radio juga, seru denger cerita mak lampir di radio hihi



November 9, 2020 at 10:33 am

aku dari kapan pingin nonton drama korea reply 1988 dan yang setelahnya ini. tapi belum kesampaian juga. padahal bagus banget ya ceritanya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *