mengajar bahasa inggris
Hobby & Interest

Pengalaman Mengajar Bahasa Inggris

Waktu kecil saya pengin banget bisa berbahasa inggris. Saat itu saya sekolah di SD Negeri yang nggak ada pelajaran bahasa inggrisnya sampai kelas 5. Sementara teman-teman di lingkungan saya sekolahnya di SD Swasta yang sejak kelas 3 sudah ada mata pelajaran bahasa inggris. Begitu memasuki kelas 6 dan bahasa inggris masuk dalam kurikulum belajar saya langsung suka sama mata pelajaran ini.

Memasuki jenjang MTs (sederajat dengan SMP) saya semakin suka belajar bahasa inggris. Apalagi ketika kelas 3 guru bahasa inggrisnya seru banget, kocak dan cara mengajarnya interaktif. Jadi saya dan teman-teman lebih mudah mengerti.

Yang saya suka dari belajar bahasa inggris adalah ketika membaca atau melafalkan kata demi kata. Ada sensasi luar biasa ketika saya bisa mengucapkan kalimat selain bahasa sehari-hari. Dan akhirnya almarhumah ibu mengizinkan saya mendaftarkan diri di sebuah lembaga bahasa inggris. Senang sekaliiii…. Saat itu saya sudah masuk SMK, sekolahnya siang, jadi saya kursus pagi. Lalu ketika semua siswa kelas 3 harus masuk pagi, saya kursus sore sampai malam.

Dari belajar bahasa inggris saya mendadak famous di sekolah karena mendapatkan nilai tertinggi untuk ujian akhir sekolah di mata pelajaran ini. Yang tadinya saya murid biasa-biasa, mendadak jadi buah bibir. Eeeaaaa.

Manfaat Belajar Bahasa Inggris

Mempelajari bahasa inggris atau bahasa asing lainnya memberikan banyak keuntungan. Selain bisa mendapatkan nilai yang baik saat sekolah, juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja saat pergi ke luar negeri, bahasa inggris bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan penduduk setempat.

Baca juga : Nyasar 2 kali di Singapura

Di dunia kerja pun sedikit banyak harus menggunakan bahasa inggris. Apalagi pekerjaan dengan menggunakan komputer dan gadget, tentu banyak istilah bahasa inggris saat mengoperasikannya. Tapi jangan salah, dahulu suka ada notifikasi di komputer “Strike enter when you are ready” ini maksudnya tekan tombol enter, ya. Bukan strike yang artinya pukul atau serang. Haha.

Selain itu ilmu bahasa inggris bisa diwariskan kepada anak, adik, keponakan dan siapa saja yang mau belajar. Waktu kuliah saya sempat beberapa kali mengajar bahasa inggris. Diantaranya mengajar anak-anak di sebuah TPA. Waduh ternyata susah-susah gampang ya ngajarin anak-anak. Kadang senang banget karena mereka masih lucu-lucu. Tapi kadang harus sabar banget menghadapinya karena usia anak-anak adalah usianya bermain. Waktu itu bayarannya seikhlasnya, tapi lumayan buat jajan-jajan.

Berikutnya saya mengajar bahasa inggris secara privat seorang anak SMA gara-gara saya naksir abangnya. Kalau yang ini sih nggak usah dibayar hahaha. Paling disediain makan siang sama suka dibekalin kue-kue. Karena rumahnya dia itu dekat banget sama kampus saya, jadi lumayan saya bisa makan siang di sana sambil menunggu jadwal kuliah berikutnya. Masih ada untungnya juga meski ternyata cinta saya bertepuk sebelah tangan. LOL.

Saya juga menjadi guru dadakan ketika keponakan saya yang banyak banget itu punya PR sekolah. Jadinya setiap malam selalu ada kegiatan transfer ilmu di rumah. Haha. Maksudnya pada ngerjain pekerjaan rumah di tempat saya secara bergantian. Ini juga yang menyebabkan hubungan saya dengan mereka tetap dekat sampai sekarang, meski sudah banyak yang menikah dan sudah pada dewasa. Karena dulunya memang sedekat itu sudah seperti ibu asuhnya anak-anak.

Kalau sekarang bahasa inggris dipakai untuk bikin CV sama nulis caption di instagram. Haha. Oh ya, masih berguna juga buat ngajarin ke anak sendiri. Kalau sekarang ngajarinnya masih lewat lagu-lagu dulu. 😊

Bagaimana dengan kalian, gengs? Ilmu apa yang paling berkesan buat kalian dan masih berguna sampai sekarang?

Baca juga : Kursus Bahasa Inggris di The British Institute

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *