fbpx
pandemi survive dan tetap bahagia
Family & Parenting

Pandemi, Survive dan Tetap Bahagia

Tahun 2020, hidup kita yang damai tiba-tiba terguncang badai. Saya turut prihatin untuk teman-teman yang harus memulai kembali menata hidup dari nol lagi. But life must go on, gengs! Banyak cara untuk survive di tengah kondisi yang tak menentu ini. Survive tapi tetap bahagia.

Di antara masalah yang dihadapi teman-teman semua, saya termasuk orang yang beruntung. Sebagai freelancer yang bekerja dari rumah sejak sebelum pandemi melanda, saat ini alhamdulillah masih mendapatkan tawaran pekerjaan untuk menulis di blog atau posting di media sosial. Memang penawarannya nggak sebanyak dulu tapi saya dan keluarga nggak sampai harus melakukan penyesuaian besar-besaran.

Bagi kami solusi keuangan di masa-masa seperti ini hanya ada 2 hal, yaitu berhemat dan atau mencari penghasilan tambahan. Bisa pilih salah satu, bisa juga menjalankan keduanya. Untuk menghasilkan lebih banyak memang butuh usaha ekstra. Sementara anak yang bersekolah harus menjalani PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), sehingga ibu yang satu ini ingin fokus juga main sekolah-sekolahannya supaya si kecil tetap senang belajar di rumah.

Bagaimana dengan berhemat? Hemat adalah bagian dari hidup kami sejak dulu, haha! Jadi soal yang ini insya Allah nggak terasa berat lagi. Berhemat bukan berarti merana, gengs! Ada caranya biar hidup hemat tapi masih bisa merasakan kemewahan.

Belajar Hemat

Hemat artinya berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan sebagainya; tidak boros; cermat.

KBBI Online

Dari artikel-artikel yang saya baca soal mengelola keuangan, kita sebaiknya mencatat pengeluaran sehari-hari. Dari situ bisa ketahuan, di bagian mana yang borosnya dan bisa menjadi bahan evaluasi. Tapi sebelum pengeluaran itu benar-benar terjadi, buatlah daftar pengeluaran rutin bulanan dan catat kebutuhan yang harus dibeli di luar biaya rutin.

Yang termasuk biaya rutin itu seperti membayar tagihan, uang SPP, makan, belanja bulanan, bayar ART dan apa saja yang setiap bulan memang ada biayanya. Sementara kebutuhan di luar biaya rutin adalah apa yang harus dibeli tetapi nggak setiap bulan biaya itu muncul. Sifatnya hanya sesekali, misalnya ingin membeli sesuatu sebagai pengganti barang yang sudah rusak.

Apa yang sudah tercatat dalam daftar biaya rutin, jadikan itu sebagai acuan kita, ya, Buibu. Jangan belanja di luar dari daftar tersebut. Kalau kita patuh sama aturan ini insya Allah nggak akan ada kebocoran dana apa lagi bocor halus di sana-sini.

Untuk belanja bulanan buat daftar sedetail mungkin supaya pas belanja bisa langsung beli semua, nggak ada yang ketinggalan. Memang belanja bulanan ini akan terasa besar banget pengeluarannya. Tapi ini masih mending, ketimbang belanja setengah-setengah, besok kalau ada yang kurang balik lagi ke minimarket dan bisa-bisa malah tergoda untuk jajan yang lain.

Lalu untuk biaya makan, yang saya rasakan lebih hemat jika belanja sayuran dan bahan makanan untuk seminggu. Masalahnya saya tuh nggak terlalu suka ada di dapur, haha. Jadi untuk makan masih sering beli di luar dengan tetap mempertahankan prinsip hemat. Belinya di rumah makan langganan yang menunya lengkap lauk pauk dan sayurannya, dekat sama rumah, harganya nggak mahal dan higienis.

Tanpa disadari perilaku hemat bikin saya jadi mikir setiap hari, jadi terhindar dari rasa bosan selama pandemi. Hahaha.

Daftar Keinginan

Pandemi masih punya daftar keinginan? Ya, nggak apa-apa. Namanya manusia hidup pasti menginginkan sesuatu. Saya pun tetap membuat daftar keinginan yang saya catat di sticky note dan tempel di dekat meja kerja. Untuk yang satu ini bisa dibeli jika memang ada rezeki lebih dan nggak mengganggu cashflow. Tapi keinginan saya juga bukan hal yang muluk-muluk sampai harus keluar banyak uang.

Mewujudkan keinginan adalah salah satu hal yang bisa membuat kita tetap bahagia. Masih ingat, dong, kalau ibu bahagia, keluarga juga akan ikut bahagia. Tapi berhubung kondisi sedang nggak memungkinkan untuk punya keinginan dengan biaya mahal, buatlah daftar keinginan serealistis mungkin.

Coba diingat-ingat lagi, deh, pasti ada keinginan kita, hal-hal kecil yang selama ini belum sempat diwujudkan. Daftar keinginan saya tuh simple, seperti pengin makan malam selalu bareng-bareng sama anak dan suami. Sebelum tidur gosok giginya juga bareng-bareng. Anak pindah tidurnya ke kamar sebelah dan mulai mandiri, bisa seminggu sekali bikin kue meski cuma bisa bikin yang itu-itu lagi.

Selain itu saya juga suka menggabungkan biaya rutin dengan biaya hiburan. Caranya?? Membeli stationery termasuk dalam biaya rutin bulanan keluarga kami. Dan pergi ke stationery store adalah hiburan yang nilainya sama dengan pergi jalan-jalan ke suatu tempat yang seru.

pandemi survive dan tetap bahagia
Kebahagiaan hakiki

Mencari Penghasilan Tambahan

Di musim wabah seperti ini mau nggak mau kita jadi mencari jalan untuk tetap bisa menjalani hidup seperti biasanya. Tentu dong mencari penghasilan tambahan menjadi salah satu jalannya. Dan inilah saatnya kita mengerahkan segala kemampuan dan keahlian kita untuk bisa survive.

Yang bisa menulis, mendesain, menggambar, menjahit, memasak dan sebagainya, sekarang bisa menghasilkan uang, gengs! Tinggal pintar-pintar mencari dan memanfaatkan peluang. Insya Allah rezeki akan datang menghampiri asal kita berusaha.

Semoga semuanya akan baik-baik saja, ya. Tetap semangat, gengs!

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *