fbpx
metode belajar sejarah
Family & Parenting

Metode Belajar Sejarah untuk Anak Melalui Film Perjuangan

Waktu duduk di bangku MTs (setara SMP), entah mengapa pelajaran Sejarah selalu membosankan bagi saya. Padahal sebagai warga negara yang baik, kita wajib mengenal sejarah dari negeri kita sendiri. Setiap mata pelajaran Sejarah secara misterius saya dan teman-teman sekelas bawaannya ngantuk melulu. Mau di jam pelajaran pagi atau siang hari, sama saja. Sampai-sampai di jam istirahat saya selalu beli minuman dingin, disisakan es batunya untuk kompres mata saat pelajaran Sejarah, demi mengusir rasa kantuk.

Tapi pas di mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), nggak se-ngantuk itu. Malahan seru. Menurut analisa saya waktu itu ada perbedaan metode belajar dari gurunya. Guru SKI mengajar dengan gaya bercerita yang ekspresif, ceria dan banyak humor. Karena murid-muridnya senang ketika belajar, jadi lebih gampang menangkap pelajarannya.

Untuk pelajaran Sejarah rasanya saya lebih mudah belajar dari video atau film. Tapi dulu kan materi seperti itu agak sulit, ya. Mau nunggu film-film perjuangan di stasiun televisi belum tentu tayang di waktu yang tepat. Sampai tahun lalu saya mengikuti wisata sejarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa bersama Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur), baru deh beneran ngerasain belajar sejarah dengan metode yang tepat.

Film Sejarah Perjuangan

Setelah baca-baca tentang metode belajar sejarah, ternyata bukan saya seorang yang pernah mengalami kesulitan saat belajar sejarah. Banyak referensi cara belajar sejarah yang efektif. Salah satunya yang saya baca di website Ruang Guru, diambil dari sudut pandang guru. Memang belajar sejarah itu butuh trik khusus. Kalau penyampaiannya kurang tepat maka sulit untuk mudeng, meski sudah melintasi lorong waktu.

Cara yang direkomendasikan oleh Ruang Guru dalam mengajar sejarah adalah :

  • Bermain lorong waktu
  • Mengunjungi tempat sejarah
  • Belajar dari film bertema sejarah
  • Jadi reporter sejarah
  • Tugas biografi
  • Mengajar seperti bercerita

Jadi metode yang direkomendasikan ini lebih banyak melibatkan siswa dalam belajar Sejarah. Bukan hanya belajar satu arah dari guru yang selalu menjelaskan. Tetapi juga siswa diberikan kesempatan untuk presentasi, mementaskan dalam drama sejarah, mengunjungi museum dan mewawancara narasumber baik secara individu maupun berkelompok.

Untuk poin belajar dari film bertema sejarah ini cocok banget sama keinginan saya dulu. Sekarang pun banyak sekali kan, film-film sejarah perjuangan Indonesia. Bagus-bagus pula. Tapi nggak semua film-film ini cocok untuk diikuti oleh anak-anak.

Apakah anak-anak sudah harus belajar tentang sejarah? Iya. Mengingat saya yang dulu nggak terlalu suka pelajaran sejarah, penginnya sih anak saya bisa belajar sedari kecil. Ya, biasa lah. Ibu-ibu suka pengin anaknya mengalami hal yang lebih baik. Bukan berarti memaksakan, ya. Tapi lebih kepada mengusahakan agar si kecil mendapatkan fasilitas yang lebih baik saat belajar.

Film Perjuangan Animasi untuk Anak

“Hammam tau, nggak? Dulu di Indonesia ada perang, lho.” kata saya suatu hari. “Apa itu perang? Kenapa ada perang?” tanya Hammam penasaran dan dia tertarik ketika ada nama negara Belanda dan Jepang di dalam cerita perjuangan. Harusnya saya jangan coba-coba cerita ke Hammam dulu kalau belum membekali diri tentang sejarah perjuangan bangsa sampai ke akar-akarnya. Habislah saya ditanyain ini itu. 😅 Tolong!!! Saya butuh film perjuangan yang menarik untuk anak-anak.

Ada satu film animasi tentang perjuangan Jendral Sudirman dalam Agresi Militer II yang saya ambil dari Youtube. Animasinya sederhana, hanya berupa gambar-gambar dengan efek fade-in dan fade-out. Ceritanya berupa kronologi dengan menyebutkan tahun kejadian, nama tempat dan rute perjalanan Jendral Sudirman, serta suasana pada saat itu.

Bagi saya video ini sangat mudah saya ikuti dan gampang untuk menghapal angka tahun, nama orang dan nama tempatnya. Berharap banget ada film-film lainnya yang semacam ini, khususnya yang bisa ditonton oleh anak-anak. Film animasi zaman now kan sudah bagus-bagus, ya, gengs. Sebut saja film Nusa dan Rara. Seandainya ada film perjuangan dengan kualitas animasi yang sebagus itu, saya rasa anak-anak akan suka.

Memang saat ini kita masih tetap melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara yang berbeda. Bukan lagi perang melawan penjajah, melainkan bersaing dalam prestasi, melawan ketidakadilan, memberantas korupsi dan lain sebagainya.

Tetapi bukan berarti anak-anak kita yang akan menjadi pemimpin di masa depan dengan segala kecanggihan teknologi, justru nggak mengerti sejarah perjuangan bangsanya. And yes, film perjuangan perlu banget ditayangkan secara rutin.

Semoga ada, ya, production house di Indonesia yang mau membuat film-film perjuangan ramah anak 😉.

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *