Hobby & Interest

Merdeka Adalah…

OMG! Nggak terasa ini sudah hari terakhir bulan Agustus. Artinya tulisan ini wajib banget diposting sekarang juga, biar masih ada suasana tujuhbelasan-nya. Besok sudah September, gengs!! Enivveyyy, tahun ini perayaan 17 Agustus lumayan unik, yes? Saya dan Hammam mengikuti lomba virtual, bikin puding tema kemerdekaan dan dapat juara harapan 2. Haha, mayaaan! Kalian pada lomba apaan, nih?

Ngomongin perayaan tujuhbelasan, pastinya juga nggak akan jauh-jauh nih dari topik arti kemerdekaan. Bagi saya pribadi, kemerdekan memilki arti kebebasan sesuai dengan hati nurani. Kita mungkin memiliki kebebasan melakukan apa yang kita bisa, tetapi jika bertentangan dengan hati nurani, ya itu belum bebas dong. Baik dalam keluarga, pekerjaan dan kehidupan sosial.

Yang mau saya bahas sekarang adalah merdeka dalam pekerjaan, gengs. Karena biarpun saat ini saya hanya freelancer yang pekerjannya nggak datang setiap hari, saya nggak selalu menerima semua tawaran yang masuk. Saya masih harus memilih mana pekerjaan yang sesuai untuk diri saya, meski semua tawaran yang masuk itu memiliki tujuan yang baik.

Pekerjaan yang Sejalan dengan Hati Nurani

Based on experience, saya pernah ditawari sebuah campaign untuk menyerukan complain terhadap pemerintahan di sebuah kota, dengan maksud agar pembangunan atau perbaikan jalan di kota tersebut bisa segera dilaksanakan. Apakah ini salah? Tergantung bagaimana orang lain menilainya, sih. Bisa dinilai menyuarakan aspirasi masyarakat demi terlaksananya pembangunan kota, bisa juga dinilai memiliki maksud politik tersembunyi.

Apapun itu, saya nggak bisa join dalam pekerjaan ini karena jobdesc-nya yang harus menyampaikan komplain via twitter. Nah, besoknya ada teman saya yang kirim chat di whatsapp, dia tanya kenapa kok saya nggak menerima tawaran tersebut? Saya jelaskan bahwa saya nggak bisa melakukan komplain di akun media sosial saya. Bukannya saya menolak rezeki, tapi daripada harus melakukan sesuatu yang nggak sejalan dengan keinginan hati lebih baik saya mundur.

Lalu teman saya ini jadi ingin mundur juga tapi merasa nggak enak sama PIC campaign, mungkin karena sudah menyetujui brief di awal. Secara profesional memang nggak etis, ya, kalau tiba-tiba membatalkan kontrak yang sedang berjalan. Entah dia ingin cancel karena juga nggak sesuai dengan hati nuraninya, atau karena terpengaruh sama saya. Haha. Yang pasti saya nggak bermaksud mempengaruhi siapa pun, hanya menyampaikan apa yang saya rasakan saat itu.

Saya nggak bisa menerima pekerjaan itu karena saya tahu, saya pasti akan tersiksa jika menjalankannya dengan setengah hati. Meskipun bayarannya lumayan, tapi semua itu nggak akan ada artinya kalau saya merasa nggak bebas merdeka.

Baca juga : Hal yang Paling Disyukuri dalam Hidup

Tulisan saya kali ini cukup segini saja, karena sudah lama nggak curhat di blog, mungkin ini saatnya. Haha. Intinya, pekerjaan apapun paling enak kalau dilakukan dengan segenap hati. Insya Allah kalau rezeki mah nggak akan kemana. Betul, nggak??

By the way, kalian pernah nggak, sih, mengalami hal yang sama dengan saya? Ceritain, dong!

Baca juga : Kesan dan Harapan 17 Agustus

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *