Family & Parenting

Reunion and How to Keep Your Friendship Last Forever

Kalau tahun sudah berganti artinya usia kita bertambah. Bukan cuma itu, usia pertemanan pun semakin menunjukkan angka yang nggak sedikit lagi. Bagaimana hubungan kalian dengan teman-teman lama, apakah masih keep contact? Semoga masih, dong , ya. Biar tagline prepisahan sekolah “Friendship last forever” nggak berlalu dengan sia-sia.

Waktu kampus saya mengadakan reuni akbar tahun 2010 dan dihadiri oleh seluruh angkatan sejak tahun 1979 itu rasanya sayang banget dari angkatan saya hanya datang beberapa orang saja. Mungkin saat itu kami masih anak-anak baru di kantor yang masih patuh-patuh gitu nggak bisa bolos atau izin. Haha. Padahal acaranya seru banget ada special performance dari Ari Lasso.

Tahun ini sudah tahun ke 13 kami lulus kuliah. Karena masih dengan kesibukan masing-masing saya jarang sekali bertemu dengan teman-teman. Bahkan untuk teman yang rumahnya paling dekat pun kami jarang berjumpa. Teman-teman cewek banyak yang bertahan dengan profesi wanita karir, ada yang memiliki bisnis sendiri dan banyak pula yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.

Kayaknya beberapa tahun belakangan ini hype banget sama yang namanya reunian. Melihat banyaknya para mamah-mamah yang nongkrng di kafe, katanya “kumpul dengan kawan lama” itu angkatan saya pun tergerak untuk melakukan hal yang sama. Belasan tahun nggak ketemu akhirnya dibuatlah acara reuni. Nggak tanggung-tanggung, teman dari SD (merangkap teman SMP) SMA dan kuliah semuanya ngajak ketemuan. Ok bhaique.

Dan setelah waktu yang panjang itu akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk berkumpul kembali. Rasanya tuh antara senang tapi juga grogi. Secara, ya, sudah lama belum pernah bersua akhirnya bisa kumpul-kumpul. Tapi harus tetap dibuat asyik biar pertemuannya jadi berkesan.

friendship last forever
Bersama teman-teman dari Universitas Budi Luhur, yang kalau di kampus ada konser musik selalu menjadi yang terdepan!

Memilih Topik Obrolan

Sebenarnya kami sudah tergabung dalam sebuah whatsapp group tapi nggak terlalu sering ada obrolan di sana, kecuali ada informasi penting atau mau janjian bareng ke suatu tempat misalnya ke undangan. Bagi saya lebih enak kayak gini, sih, whatsapp group cukup untuk ngobrol sesekali, bukan setiap hari. Biar kenapa? Biar tetap ada rasa rindu dan saat ketemu jadinya lebih greget.

Saat reunian pintar-pintar lah dalam memilih topik obrolan. Boleh bertukar kabar tentang aktivitas terkini, tapi jangan terlalu banyak membicarakan tentang pekerjaan. Baik itu pekerjaan di kantor maupun pekerjaan rumah tangga. Tujuannya untuk meminimalisir gap antara ibu bekerja dengan ibu rumah tangga. Tahun sendiri, kan, mom’s war tentang topik yang satu ini sampai sekarang belum selesai-selesai perdebatannya.

Salah satu topik yang aman dibahas adalah tentang tumbuh kembang anak. Dari situ lumayan, lho, kita bisa mendapatkan insight parenting dari sudut pandang yang berbeda.

Mengenang Masa Lalu

Reuni juga identik dengan mengenang masa lalu. Kalau mengingat kembali masa-masa lucu saat kita jadi pelajar itu memang akan selalu bikin ketawa, ya. Tapi stop sampai di situ. Jangan pernah membahas tentang cinta masa lalu. Karena kita sudah berada di masa sekarang, sudah memiliki kehidupan masing-masing.

Apalagi nih sampai ngeledekin dua teman kita yang dulunya pernah dekat. Bagaimana kalau mereka CLBK gara-gara kita? Kalau masih pada single sih alhamdulillah, ya. Kalau sudah pada punya pasangan kan jadi petaka nanti.

friendship last forever
Reunian anak-anak Madrasah.

Jangan Baper

Bertemu kawan lama artinya kita akan bertemu dengan dirinya yang baru, bukan lagi teman kita di masa lalu. Tapi kadang perilaku seseorang masih sama, misalnya suka bercanda. Di momen reunian seperti ini hindari baper-baper yang berujung pada suasana yang jadi nggak enak.

Kitanya juga harus berkaca dulu. Jangan-jangan malah kita yang sebenarnya tukang bercanda dengan kalimat nyelekit itu. Hayoooo. Introspeksi, gengs.

Bercanda itu tentu boleh, asal sewajarnya. Ingat, kita sudah dewasa.

Tetap Menjalin Komunikasi

Setelah acara selesai tetaplah saling berkomunikasi. Manfaatkan whatsapp group untuk saling support satu sama lain dan berbagi informasi. Tapi infonya yang valid, ya. Jangan sebar-sebar hoax yang meresahkan. Hindari juga bahas politik di grup, haha. Karena yang sudah-sudah beda pendapat di ranah ini bisa memecah belah pertemanan meski sudah berteman sejak bayi.

Dalam hubungan apa pun yang namanya komunikasi akan selalu penting. So, tetaplah berkomunikasi. Apalagi zaman kian canggih, kita bisa terhubung dengan siapa pun sejauh apa pun jaraknya.

I love having friends. Terima kasih, ya, kalian yang sudah menjadi teman saya sejak dulu higga kini. I hope our friendship last forever :)

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *