Family & Parenting

10 Kebiasaan Baik untuk Anak Usia Dini

Mendidik anak-anak generasi alpha, bukan main tantangannya. Seiring dengan semakin besarnya tantangan yang akan mereka hadapi, semakin besar pula usaha kita nih sebagai orang tua milenial untuk memberikan pendidikan terbaik agar anak bisa bersaing pada zamannya kelak. Tapi jangan lupa, pendidikan di rumah nggak kalah pentingnya dengan pendidikan di sekolah. Salah satunya adalah mengajarkan kebiasaan baik sejak usia dini.

Kebiasaan baik jika dilakukan sejak dini manfaatnya bisa dirasakan ketika seseorang sudah dewasa. Misalnya sedari kecil sudah terbiasa mengantri, maka begitu dewasa sudah nggak ada masalah lagi saat harus berada di sebuah antrian. Bersikap sabar dan merasa malu untuk menyerobot. Jangan sampai anak kita menjadi seseorang yang nantinya akan merepotkan orang lain, dong!

Ok let’s start. Berikut ini adalah 10 kebiasaan baik yang bisa diajarkan kepada anak usia dini. Saya pun masih mengajarkan pelan-pelan kok ke anak. Kadang berhasil, tapi keseringan masih suka zonk. Haha.

Cuci Tangan dengan Benar

Karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, baru kerasa banget betapa pentingnya mencuci tangan dengan benar minimal 20 detik dengan sabun dan air mengalir. Nah inilah saatnya kita membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan dengan baik dan benar. Saat ini mencuci tangan dengan benar dapat menyelamatkan nyawa, gengs! Selain social and physical distancing, tentunya.

Menutup Hidung dan Mulut Saat Bersin dan Batuk

Nah ini juga penting. Kalau dulu kita hanya tahunya menutup mulut dengan telapak tangan, sekarang dunia medis menyarankan untuk menutupnya dengan lipatan siku. Kenapa? Karena jika menutupnya dengan tangan dapat menularkan penyakit kepada orang lain ketika kita bersalaman. Saat bersin artinya kita sedang mengeluarkan udara kotor melalui tenggorokan, buat yang muslim jangan lupa mengucapkan Alhamdulillah.

Sikat Gigi Minimal 2 Kali Sehari

Saat sudah besar saya baru menyadari pentingnya menyikat gigi secara teratur. Karena gigi saya sempat banyak yang bolong. Biaya ke dokter gigi itu lumayan banget, kan. Dan saya baru bisa melakukan perawatan gigi setelah memiliki penghasilan sendiri. Adakah Buibu di sini yang mengalami hal serupa? Semoga dengan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi, anak-anak kita nggak menyesali hal yang sama dengan kita, ya.

Membuang Sampah pada Tempatnya

Suatu hari saya melihat seorang anak SD yang pulang sekolah, berjalan kaki sambil makan cilok. Lalu ia membuang plastik bekas ciloknya di jalan. Begitu saja. Huhu, sediiih. Saya sempat mengira-ngira, apakah anak tersebut nggak dibiasakan oleh orang tuanya? Ataukah anaknya yang memang belum terbiasa dengan aturan yang diterapkan oleh orang tuanya. Entahlah. Tapi untuk urusan yang satu ini saya selalu menggunakan pendekatan lingkungan. Memberitahu anak dampak dari buang sampah sembarangan itu apa, kasih lihat video-video orang kebanjiran juga.

Eh, tapi kalian termasuk orang yang selalu disiplin buang sampah pada tempatnya kan, gengs?

Olahraga

Karena saya dan suami orangnya nggak terlalu yang olahraga banget, kalau lagi sempat dan semangat aja, jadinya anak kami juga nggak terlalu familiar dengan aktivitas yang menyehatkan ini. Di sekolah saya ikutkan dia ekstrakulikuler futsal supaya nggak mager-mager amat. Haha. Kemudian beli sepeda juga, menggantikan sepeda lamanya yang sudah kekecilan. Jadinya sekarang dia yang suka maksa-maksa saya buat bersepeda. Ya lumayan, lah. Sebagai investasi juga biar dia sehat dan terbiasa olahraga sampai besar nanti.

Berempati

Empati adalah perasaan peduli terhadap kondisi orang lain, memiliki emosi yang sama dengan orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan. Empati merupakan salah satu kecerdasan sosial emosional pada seseorang yang harus terus dilatih dengan cara komunikasi. Saya pernah juga nulis tentang ini pada blog post yang berjudul Mainan untuk Mengasah Kecerdasan Sosial Emosional Anak.

Dengan berempati insya Allah anak-anak kita akan dijauhkan dari sifat mem-bully seperti yang selama ini sering terjadi pada seseorang bahkan sejak usia sebelum remaja.

Mengucapkan Kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong

“Eva, ambilin garem di dapur. Nyuruh ini mah, bukan merentah.” Dulu ibu saya kalau minta tolong sesuatu pasti ada kalimat terakhir kayak gitu. Merentah dalam Bahasa Betawi artinya memerintah. Haha, kok lucu yaaa. Padahal menyuruh sama memerintah ya beda-beda dikit. Mungkin maksud beliau kalau menyuruh itu lebih halus kali ya, hampir mendekati minta tolong lah. Nah, zaman sekarang sudah deh lupain yang namanya menyuruh anak. Mari kita ganti dengan minta tolong, karena kalimat yang diawali dengan tolong berarti kita sedang meminta bantuan, berharap untuk dibantu dan sangat menghargai bantuan tersebut dengan mengucapkan terima kasih.

Masalahnya anak-anak nggak semudah itu mengucapkan kata tolong, apalagi kata maaf. Beuh, kecil-kecil tapi egonya besar. Haha. Alhamdulillahnya si Hammam sudah terbiasa mengucapkan terima kasih. Suatu hari dia bilang “Terima kasih ya mami, sudah masak nasi goreng.” Can you imagine? Bikin emaknya jadi senang sekaligus terharu.

Menabung

Saya percaya sih setiap orang tua pasti sudah mengajarkan anaknya menabung sejak dini. Motivasinya pun bermacam-macam. Ada yang memang khusus untuk membeli mainan supaya nggak minta lagi sama orang tua, ada juga yang untuk membeli keperluan sekolah atau kebutuhan lainnya. Berhubung anak saya nggak terlalu sering minta mainan, uang tabungannya selalu saya bilang untuk keperluan sekolah. Meski sebagai orang tua juga punya tabungan pendidikan tersendiri.

Menabung memiliki manfaat yang sangat luar biasa dan bisa menjadi penolong dalam keadaan darurat. Apalagi kalau punya investasi seperti deposito, reksadana atau logam mulia. Kayaknya seru, ya, gengs. Nanti tiap hari jadi ngecek harga emas hari ini. Hihi.

Beribadah

Alhamdulillah sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Tahun ini pengin banget mengenalkan Hammam kepada puasa. Yang dia tahu puasa itu nggak boleh makan di siang hari dan sudah menantikan bulan puasa karena “Nanti kalau mau maghrib kita jalan-jalan ya, mih?” katanya dengan maksud mau ngabuburit. Tahun lalu kami mulai membiasakannya ikut ke musolah untuk sholat tarawih, meski setiap kali papinya harus menggendong sampai rumah karena jagoan kecil selalu ketiduran di tengah sholah tarawih berjamaah.

Sedihnya tahun ini sudah ada surat edaran dari Kementerian Agama RI untuk melakukan ibadah sholat tarawih di rumah guna membatasi penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Karena di Indonesia sudah banyak sekali yang positif Covid-19, per tanggal 5 April 2020 sudah ada 2.273 pasien positif yang tersebar di 32 Provinsi. Meski begitu semoga setiap ibadah kita di bulan Ramadhan bisa tetap khusyu’ dan badai Corona ini segera berlalu.

Memilih Salah Satu

Makanya kita semua harus disiplin menjalankan social and physical distancing. Kurang-kurangin lah keluar rumah kalau nggak nggak terlalu mendesak. Kalau butuh sesuatu beli online aja, apalagi bulan Ramadhan pasti ada aja ya kebutuhannya setiap keluarga. FYI, dalam menyambut Ramadhan Tokopedia bakal manjain kita dengan berbagai promo menarik.

Mungkin karena hidup ini adalah pilihan kali, ya, jadinya saya membiasakan ke anak untuk memilih salah satu dari yang dia inginkan. Hahaha. Tapi memang dalam hidup ini kita kan nggak bisa mendapatkan segalanya, tho? Caranya sederhana saja, awalnya waktu ikut ke minimarket dan minta dibelikan es krim sama coklat, saya suruh dia pilih salah satu.

Memilih salah satu juga mengajarkan anak untuk bersabar karena harus menunggu supaya bisa mendapatkan yang diinginkannya. Pernah suatu hari saya mengajaknya ke toko stationery di daerah Bintaro lalu dia minta jam weaker gitu yang harganya lumayan. Lalu saya telepon lah suami minta persetujuan. Akhirnya nggak jadi beli karena papinya bilang mau beliin di Tokopedia yang harganya lebih murah. Alhamdulillah karena mau bersabar jadinya kami bisa dapat barang yang sama tapi harganya lebih bersahabat.

By the way sekarang lagi ada promo gratis ongkir di Tokopedia. Ada juga promo Crazy Deals, Brand Deals, Flash Coupon, Kejar Diskon, Tokopedia Play, Kotak Kejutan (mulai tanggal 6 April 2020) dan Gajian Ekstra (tanggal 27-29 April 2020). Cek aja langsung di Tokopedia.com yes.

Well, berhubung saat ini di luar sana sangat mengerikan dan kita harus berjarak dulu, mari kita tetap berada di rumah, bekerja, belajar dan belanja dari rumah. Serta melanjutkan hidup seperti biasanya dengan mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak kita.

Tetap semangat, yaa :)

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *