fbpx
insya allah cukup
Family & Parenting

Insya Allah Cukup untuk Sebulan

Tiga hari yang lalu saya posting tulisan tentang Pandemi, Survive dan Tetap Bahagia. Caranya dengan berhemat dan mencari penghasilan tambahan. Tapi mungkin kedua hal itu saja nggak cukup bagi sebagian orang. Bagaimana, ya, supaya apa yang kita hasilkan ini bisa cukup untuk sebulan, hingga tiba saatnya terima gaji lagi?

Setiap orang memiliki cara sendiri dalam mengelola keuangannya. Ada yang strick banget ngikutin saran-saran dari financial planner yang sering ada di webinar atau melalui konten-konten di media sosial. Ada juga yang pakai prinsip Insya Allah cukup dan mengandalkan projects yang bayarannya nggak menentu tapi pasti dibayar. Untuk tipe yang kedua pasti hidupnya ‘seru’ banget, kayak naik roller coaster. Hahaha.

Sebenarnya saya nggak punya tips khusus. Saya sendiri pun pernah mengalami masa-masa sulit itu. Yang mana, baru pertengahan bulan sudah kehabisan dana. Duh, ngeri banget itu. Jangan sampai terulang kembali, deh. Lucunya, giliran jelang akhir bulan banyak yang tiba-tiba transfer fee, rasanya malah keder sendiri. Aneh aja, gitu, masih pegang uang lumayan banyak padahal baru tanggal 25. Meskipun, ya, saat itu akhirnya harus service MacBook Pro yang biayanya menguras dompet banget.

Kenali Kebutuhan Pokok

Saya rasa kalau memang kita betul-betul tahu apa yang menjadi kebutuhan pokok, pasti semuanya akan berjalan on track. Kebutuhan pokok mungkin mengalami penyesuaian seiring kondisi dan berjalannya waktu. Kalau zaman kita SD tuh yang namanya kebutuhan pokok ada 3 : sandang, pangan dan papan. Sekarang bertambah dengan kuota internet, masker dan hand sanitizer. 😜

Biar lebih maksimal lagi, saya biasa pakai masker kain yang bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang. Jarang banget beli masker sekali pakai kalau bukan karena terpaksa. Dan karena saya lebih banyak berada di rumah jadinya hand sanitizer saya hemaaat banget. Keseringan cuci tangan pakai sabun, sih. Yang kayak gini, lho, ngaturnya mesti cermat. Biar rupiah bisa selamat. 😋

Alokasi Biaya

Ketika memasuki era pandemi dan kita dihimbau untuk lebih banyak memaksimalkan kegiatan di dalam rumah, pasti ada biaya-biaya yang sebelumnya merupakan biaya rutin lalu menjadi jarang dikeluarkan lagi. Nah biaya-biaya ini bisa dialokasikan untuk biaya lain yang muncul selama pandemi. Kira-kira biayanya apa saja, gengs?

Biaya transportasi, bisa disubtitusi untuk kuota internet. Jadi untuk kerja online sama seperti nggak ada biaya tambahan karena menggantikan biaya transportasi. Apalagi untuk anak-anak sekolah sekarang ada bantuan kuota belajar.

Makan di luar, otomatis tergantikan dengan makan di rumah. Harganya bisa diatur sedemikian rupa hingga nggak bikin kita jadi boros.

Belanja online bisa dikurangi juga pastinya. Biasanya kalian belanja apa, sih? Baju, sepatu, perlengkapan traveling, asesoris hape, atau apa? Karena kita lagi nggak ke mana-mana, baju sama sepatu bisa distop dulu kali, ya? Perlengkapan traveling juga bisa ditunda dulu sampai keadaan kembali normal.

Delivery jajanan masih bisa kadang-kadang, yaaa. Haha. Mau disuruh stop kasihan soalnya banyak banget yang harus jajan biar moodnya jadi bagus. Dan katanya sih jajan online via aplikasi ojek online itu bisa bantu-bantu drivernya mendapatkan penghasilan. Tapi kalau mau dikurangin juga boleh banget, gengs. Lumayan uang jajannya bisa buat beli token listrik. Secara, ya, sekarang kerja online pakai listriknya jadi lebih banyak dari biasanya.

Besar Kecil Bukan Masalah

Jadi dalam mengelola keuangan itu yang soal besar atau kecil penghasilan yang kita dapat. Tapi bagaimana caranya kita bisa mengatur supaya semuanya bisa tercukupi. Kalau penghasilan kecil ya sesuaikan pengeluarannya, nggak yang terlalu heboh pengin beli ini dan itu yang nggak terlalu perlu. Punya penghasilan besar juga harus tetap bijak mengeluarkan uang. Salah-salah yang penghasilannya lebih besar justru nggak akan cukup kalau gaya hidupnya nggak biasa.

Begitu, ya, gengs. Semoga tips sederhana ini bermanfaat dan seberapa pun penghasilan yang kita dapat, Insya Allah cukup untuk sebulan. Sebentar lagi tanggal 30, nih. Siap-siap terima gaji lagi kita. Semangaaat. 😇

Baca juga : Pandemi, Survive dan Tetap Bahagia

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *