Tips & Review

Google Ad Exchange, Apaan Sih, Itu?

Gengs, di blognya sudah pada pasang Google Adsense, belum? Atau sudah daftar tapi belum dapat surat balasan dari Mbah Google? Memangnya, harus banget ya pasang Adsense? By the way ada juga loh yang namanya Google Ad Exchange. Waduuuh, apaan lagi, tuh? Adsense yang biasa saja belum paham betul, yes? Saya juga baru tahu nih, waktu ikutan blogger gathering yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network pada tanggal 16 Maret 2019 yang lalu di Cohive Plaza Kuningan , Jakarta.

Google Adsense adalah layanan program iklan yang disediakan oleh Google. Setiap iklan yang muncul di blog atau website memiliki nilai tertentu yang apabila di-klik oleh pembaca maka kita akan mendapatkan keuntungan, atau yang biasa disebut CPC (Pay per Click). Yang bisa menikmati program ini adalah mereka yang sudah di-approve pendaftaran Google Adsense kemudian memasukkan kode yang diberikan google pada blog atau website. Lalu iklan-iklannya dari mana, sih? Yaitu dari mereka yang mengiklankan produk atau jasanya melalui Google AdWords.

Mengenal Google Ad Exchange

Sedangkan Google Ad Exchange adalah layanan program iklan yang biasa digunakan oleh premium publisher (website yang sudah memiliki nama dan traffic-nya sangat tinggi, seperti detik.com). Keistimewaan Ad Exchange diantaranya dapat menjangkau iklan premium yang enggak ada di Adsense, mengontrol harga, bisa menjalankan “programmatic direct” dan mendapatkan pelatihan.

Iklan yang tayang melalui Ad Exchange bukan lagi menggunakan sistem CPC, melainkan CPM (Pay per Impression). Jadi setiap iklan yang muncul sudah menghasilkan uang tanpa harus diklik oleh pembaca. Menarik, enggak? Sudah kebayang enggak, nih, yang page view-nya sampai ratusan ribu sebulan?

Wait, kita cek dulu syarat-syaratnya. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini syaratnya sungguh berat, gengs. Yaitu website yang sudah mencapai page view sebanyak 20 juta per bulan. Atau yang pendapatan iklannya minimal $ 250 dalam sehari. Boooo’ sehari loh ini. Apa kabar kita, ya, yang nungguin Adsense mencapai $ 100 dalam setahun saja belum tercapai huhuhuhu.

Makanya saat ini Ad Exchange hanya digunakan oleh premium publisher. Kabar baiknya premium publisher ini hanya menguasai 20 % saja dari keseluruhan iklan yang dikelolah Google. Yang 80% menjadi jatah kita-kita gini, gengs. Makanya kita jadi perlu optimasi nih supaya blognya ramai pengunjung dan mau nge-klik iklan yang lewat di blog.

Yah, jadi enggak bisa dong kalau yang viewnya belum 20 juta per bulan? Ya, boro-boro. Hahaha.

ProPS Google Channel Partner 

Kalau belum memenuhi syarat di atas, satu-satunya jalan untuk bisa pasang Ad Exchange adalah bekerjasama dengan Google Channel Partner. Sehingga dapat dibantu untuk mengaktifkan Ad Exchange dan monetisasi iklan melalui Google. ProPS adalah Google Channel Partner di Indonesia, yang pada acara blogger gathering Blogger Permpuan Network tersebut turut hadir Ibu Ilona Juwita selaku CEO.

google ad exchange
Tim BP Network dan ProPS

Pada kesempatan ini Ibu Ilona bercerita singkat tentang masalah yang biasa terjadi dalam implementasi Google Adsense. Seperti iklan yang enggak bisa muncul, pencairan dana yang gagal dan masih banyak lagi, jumlahnya bisa ribuan komplain sehingga penangannya menjadi sedikit agak lama.

Dengan ProPS blogger yang dibantu untuk pencairan dana 30 hari sejak tanggal invoice dan enaknya lagi enggak perlu nunggu sampai nilainya mencapai $ 100. Misalnya sudah punya Rp. 300.000 dan mau dicairkan, langsung bisa.

Tapi selain soal uang tentunya kita harus tambah rajin bikin konten yang bagus dan memperhatikan hal-hal yang sekiranya bisa menarik pengunjung, membuat pembaca betah berlama-lama main di blog, serta menjadikan blog mudah diakses. Karena blog yang loadingnya lama bisa mengakibatkan iklan enggak muncul. Bagaimana dong bisa dapat penghasilan dari iklan kalau iklannya saja enggak kelihatan. Nah, Ibu Ilona juga menjelaskan nih apa-apa saja yang perlu dipersiapkan.

Masalah Utama Dalam Monetisasi Iklan

Masalah utama yang sering terjadi dalam monetisasi iklan adalah : blog/website performance, layout design dan optimalisasi platform.

Web performance akan mempengaruhi traffic dan page latency. Semakin baik performanya maka traffic semakin meningkat. Sementara adanya page latency bisa bikin pengunjung malas menunggu lama, bahkan bisa jadi langsung menutup halaman jika dalam 5 detik saja halaman enggak terbuka dengan sempurna. Sedih enggak, tuh?

Page latency sendiri diakibatkan oleh banyaknya plugin yang terinstall dan aktif di blog. Maka periksalah plugin apa yang paling banyak menghabiskan storage dan pilih plugin yang lebih ringan. Plugin yang enggak terpakai sebaiknya dinonaktifkan, atau jika ada lebih dari satu plugin yang fungsinya sama, pilih salah satunya saja.

Plugin yang  recommended adalah AMP (Accelerated Mobile Pages) untuk loading pages yang lebih ringan. Cuma ini saya masih agak bingung sih harus pilih yang mana soalnya ada beberapa versi kalau lihat di halaman plugin.

Layout design berpengaruh pada viewability atau tingkat keterlihatan iklan. Biasanya pengguna Adsense menggunakan mode otomatis atau Auto Ads, sehingga iklannya akan muncul secara otomatis di berbagai tempat. Entah di paling atas, paling bawah atau sidebar. Kadang kita ya enggak mau terlalu ribet ya ngurusin posisi iklan. Malah suka-suka saja kalau ada iklan yang tayang di sidebar. Ternyata ini kurang baik, loh. Why?

Dengan jumlah dominan pengunjung blog yang saat ini lebih suka menggunakan smartphone ketimbang laptop, banyak template blog yang akhirnya dibuat responsive, yaitu mengikuti ukuran layar. Maka sidebar pun akan berada jauh di bawah sehingga kita bisa kehilangan peluang.

ProPS memberikan contoh posisi iklan menggunakan Ad Unit yang mana bisa kita atur ingin di mana penempatannya.

google ad exchange

Optimalisasi platform berhubungan dengan backlink, gengs. Hayo siapa yang alhamdulillah rajin dapat artikel content placement? Harap dipastikan ya, bahwa link yang kita taruh pada artikel benar-benar link yang berkualitas. Atau kalau kita pernah taruh link di website lain, jangan sampai website tersebut merupakan website yang reputasinya buruk. Karena bisa terdeteksi sebagai invalid traffic.

Invalid Traffic juga bisa diakibatkan dari kesengajaan meng-klik iklan di blog sendiri secara terus-menerus. Baik dilakukan sendiri, sengaja mendorong agar pengunjung klik iklan atau menggunakan robot. Jadi mainnya jujur-jujuran saja, ya. Jangan berani-berani mempermainkan Google.

Global Audience

Last but not least, ada baiknya jika kita menargetkan global audience untuk peluang pendapatan yang lebih besar. Secara ya, rate di luar negeri akan lebih tinggi daripada di Indonesia, karena orang luar kebanyakan sudah beriklan via Google AdWords sehingga pendapatan bloggernya lebih mapan. Sedangkan di Indonesia masih banyak advertiser yang menempuh jalur manual seperti content placement, jadi iklan yang masuk ke website non premium publisher pun lebih sedikit dan rate lebih rendah. CPM di Indonesia rate-nya mulai Rp. 1.500, sedangkan di Amerika mulai $ 2.

Global audience content ditulis dalam bahasa asing, umumnya bahasa inggris. Atau bagi yang jago bahasa Arab nih boleh dicoba deh, karena rate CPM di Dubai mulai $ 25. WOW banget, enggak siiih? Bukan cuma bahasanya, perhatikan pula konten yang dibuat sebaiknya evergreen, meskipun menulis tentang situasi di negara sendiri usahakan bahasanya mudah dipahami dan relevan untuk global audience.

Trik global audience juga bisa digunakan oleh travel blogger yang rajin mengulas wisata di luar negeri. Tulis deh pakai bahasa inggris supaya blognya banyak dibuka sama orang Amerika, Kanada, Inggris dan Australia. Selamat mencoba :)

Terima kasih Blogger Perempuan Network sudah bikin acara super keren ini. Berkat acara ini saya dan semua teman-teman yang hadir mendapat kesempatan untuk didaftarkan Google Ad Exchange dan dibantu oleh tim ProPS. Yeeeeiii. Terima kasih juga untuk ProPS ;)

google ad exchange
Thank you for having me :)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *