Health

Cara Menghitung Jumlah Serat pada Makanan Si Kecil

Assalamu’alaikum, gengs. Saya baru tahu ternyata untuk pencernaan yang sehat seorang anak usia 1-3 tahun harus mengkonsumsi serat sebanyak 16 gram dalam sehari. Karena seperti yang sudah kita ketahui, ya, umumnya kekurangan serat bisa menyebabkan konstipasi, yaitu kondisi anak kesulitan atau jarang BAB dalam kurun waktu setidaknya 2 minggu. Duh yang orang dewasa saja gelisah banget kalau susah BAB, kan? By the way, serat 16 gram itu se-mana, sih? Bagaimana, ya, caranya menghitung jumlah serat pada makanan si kecil?

Kebutuhan serat harian anak sebanyak 16 gram merupakan referensi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013. Yang mana jumlah ini sama dengan 2 kilo gram wortel rebus. Whaaat??? Ooopss, jangan panik dulu. Bukan berarti setiap hari anak harus makan wortel sebanyak itu, kok. Bisa jadi ada jenis sayuran dan buah lainnya yang mengandung serat lebih tinggi sehingga dengan jumlah sewajarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Peranan Serat untuk Pencernaan Anak

Pertama, saya mau bahas tentang kesehatan pencernaan terlebih dahulu, ya. Ada fakta yang mengatakan 1 dari 3 anak memiliki risiko konstipasi. Sementara itu penyakit diare merupakan penyebab kematian nomor 2 di Indonesia pada anak usia 1-5 tahun (referensi WHO tahun 2012). Karena kepeduliannya terhadap kesehatan anak, Danone Indonesia menyelenggarakan acara Bicara Gizi pada tanggal 4 Maret 2020 di Restoran KAUM Jakarta, dengan tema “Peranan Serat untuk Dukung Kesehatan Pencernaan Anak” yang dibawakan oleh Prof. dr. Badriul Hegar, Ph. D, Sp.A(K). Beliau adalah Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Gastrohepatologi yang pada kesempatan ini membahas hasil penelitian terbaru mengenai pengaruh serat terhadap kesehatan saluran cerna anak.

Prof. dr. Badriul Hegar, Ph. D, Sp.A(K), Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Gastrohepatologi

Berikut ini adalah ciri dari gangguan konstipasi fungsional pada anak usia kurang dari 4 tahun.

  1. Defekasi (BAB) 1-2 kali per minggu
  2. Ukuran diameter fases yang besar
  3. Retensi fases berlebihan, hingga bisa teraba pada perut bawah bagian kiri
  4. Mengejan yang sangat sakit
  5. Massa fases yang besar pada rektum (organ terakhir dari usus besar, sebelum anus)
  6. Pada anak yang terlatih ke toilet minimal 1 episode kecirit per minggu dan memiliki riwayat tinja dengan diameter besar sampai menyumbat saluran toilet.

Anak yang mengalami setidaknya 2 saja gejala tersebut di atas dan sudah berlangsung selama 1 bulan maka anak tersebut mengalami gangguan konstipasi fungsional. Tentunya nggak secara tiba-tiba anak mengalami konstipasi. Menurut Prof. Hegar setidaknya ada masa transisi selama seminggu sebelum BAB anak menjadi sulit. Kemungkinan disebabkan oleh kandungan gizi pada makanan yang kurang tepat. Konstipasi bisa menyebabkan trauma karena rasa sakit saat mengejan. Akhirnya pada siklus BAB berikutnya si kecil akan menahan sehingga terjadi penumpukan fases pada usus besar. Akhirnya terulang lagi deh tuh terjadinya fases yang keras. Penumpukan ini menyebabkan ukuran usus menjadi lebih besar sehingga saraf pada rektum nggak bekerja secara optimal.

Ukuran usus besar yang melebar tersebut bisa kembali seperti semula tetapi membutuhkan waktu yang relatif lama dan membutuhkan obat-obatan juga. Pada hasil penelitiannya Prof. Hegar menemukan gambaran asupan serat anak usia 2-3 tahun di wilayah Jakarta, sebesar 4,7 gram saja per hari. Sangat jauh dari angka yang direkomendasikan yaitu 16 gram. Dari 368 anak, terdapat 128 anak yang memiliki risiko konstipasi fungsional, yaitu anak yang frekuensi defekasinya rutin namun fasesnya keras dan anak yang frekuensi defekasinya jarang tetapi fasesnya lunak. Kemudian dengan intervensi penambahan serat sebesar 7 gram pada menu makan anak-anak ini, terjadi perbaikan pola defekasi secara signifikan pada 74% anak dalam 2 minggu pertama dan mencapai 90% setelah 2 bulan.

Artinya jumlah serat sangat berperan penting dalam sistem pencernaan anak. “Karena serat dapat membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume dan melunakkan konsistensi fases, mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar, hingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginann untuk BAB.” kata Prof. Hegar.

Sekarang kita kembali pada pertanyaan di paragraf pertama, “Bagaimana caranya menghitung jumlah serat pada makanan si kecil?”

Menghitung Jumlah Serat pada Makanan Melalui Fibre O Meter

Acara Bicara Gizi kali ini ada pasangan selebritis hits yang juga hadir, yaitu Tarra Budiman dan Gya Sadiqah. Sebagai orang tua muda mereka pun sempat dilanda kecemasan saat putri kecilnya mengalami gangguan pencernaan padahal makanan yang diberikan sudah mengandung banyak serat. Saya pun juga penasaran sebaiknya apa yang menjadi dasar bagi orang tua untuk menentukan kecukupan serat bagi kesehatan saluran cerna anak, selain jumlah yang setara dengan 2 kg wortel rebus tadi?

Rupanya Danone Sepcialized Nutrition Indonesia melaui website Bebeclub telah meluncurkan inovasi terbaru yang bernama Fibre O Meter. Yaitu fitur yang dapat membantu para orang tua untuk menghitung jumlah serat pada makanan anak dan memastikan jumlah kebutuhan serat hariannya tercukupi.

Caranya gampang, tinggal akses ke fitur Fibre O Meter yang ada di website Bebeclub, masukkan nama ibu, nama anak dan tanggal lahir anak. Kemudian kita sudah bisa langsung menghitung jumlah serat pada makanan anak dengan memasukkan menu makanan yang dikonsumsi oleh anak dalam sehari beserta snack-nya. Sebagai gambaran bisa dilihat di foto berikut ini, ya.

Fitur ini bisa digunakan oleh orang tua yang memiliki putra-putri usia 1-3 tahun, ya. Pada menu makan pagi, siang dan malam bisa ketik saja jenis makanannya nanti akan ada pilihan menu yang sesuai. Misalnya saat mengetik kata “ayam” akan keluar pilihan seperti : sate ayam, soto ayam, ayam goreng dan seterusnya. Jika makanan anak lebih dari 1 jenis bisa ditambah menunya dengan klik “Tambah menu makanan”. Di bagian bawah juga ada menu snack dan susu. Jika sudah diisi semua klik “Hitung” dan akan langsung keluar hasilnya.

Gampang banget, kaaan? Cobain deh fitur ini dan temukan sudah seberapa banyak jumlah serat yang dikonsumsi oleh si kecil selama ini? Jangan lupa share kepada teman-teman sesama ayah dan ibu muda ya, gengs. Biar makin banyak yang tahu caranya menghitung jumlah serat pada makanan anak. Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia menyampaikan harapannya agar fitur ini dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat khususnya para ayah dan ibu muda yang baru saja menikmati perannya sebagai orang tua.

Well, kecukupan serat memang baik banget untuk pencernaan anak. Kalau pencernaannya sehat pasti anak akan menjadi lebih happy. Orang tua juga pasti bakalan lebih tenang. Terima kasih sudah mampir di blog ini ya, gengs. See you next post!

21 Comments

  1. Emang sembelit tuh ga enak banget, aku udah sering buanget ngalamin konstipasi gitu. Makanya kuusahakan banget anakku cukup seratnya dari sejak kecil biar nggak kayak aku.

  2. Makin kesini makin mempeemudah emak2 banget yah mba, kakak2 ku yg punya anak pasti bakalan seneng banget nih aku kasih tau informasi ini. Hehe, anw terimakasih banyak yah mba udah berbagi informasi ;)

  3. bener banget masalahs erat ini apalagi pas baby duh bikin anak gak bisa pup itu udah kek apa deh aku stressnya, alhamdulillah kalo sekarang ada fiber o meter ya jadi mudah memantau dari rumah hehe

  4. dengan adanya perhitungan dengan fibre o meter ini bagi para millenials mom tentu terbantu banget ya mba. Dari sisi kemudahan dan tracking dari optimal kebutuhan serat harian si kecil juga jadi terpantau dengan baik

  5. Wah, senangnya sekatang makin canggih aja ada Fibre O Meter yg bisa menghitung kadar serat dalam tubuh. Suka kasihan lihat anak2 yg mengalami konstipasi ga mau makan gara2 kembung perutnya.

  6. Paling khawatir klo anak susah BAB, kepikiran trs krn saluran pencernaan itu hrs dijaga benar-benar, salah satunya ya dengan asupan serat ini yang hrs terpenuhi. Ada aplikasi ini bermanfaat ya untuk menghitung asupan serat si kecil.

  7. Wah para orang tua terutama ibuk-ibuk wajib banget baca artikel ini nih mbak, biar tau kebutuhan si kecil dengan baik. Terima kasih yaa mbak udah mau sharing :)

  8. Anakku pernah nih ngalamain konstipasi sampe di colok pelumas khusus, terus dia agak trauma. Alhamdulillah si sekarang udah enggak, apalagi sekarang ada fibre o meter yg memudahkan, boleh di coba nih untuk cek kebutuhan serat anak sudah terpenuhi atau blm

  9. Pas banget anakku skrg lagi konstipasi huhu sedih rasanya. Soalnya terlihat banget susahnya saat BAB. Kudu lebih aware soal serat anak nih. Segera coba Fibre o Meter ahh

  10. Anak kalau udah ada masalah pencernaan, termasuk sembeli tuh kasihan banget, deh. Memang beneran harus tau kecukupan seratnya bagaimana. Biar gak ada masalah lagi

  11. Kasihan banget kalau lihat anak ngejan. Mukanya menderita gitu. Senang pas ngerasa dia ‘plong’,kita ya juga ikut lega. Fibre o meter bafus juga nih buat mantau serat si kecil

  12. Asupan serat yang cukup pada anak memang cukup penting, karena mempengaruhi pencernaan mereka.
    Btw, aku baru tau nih ada yg bisa mengukur jumlah serat pada anak. Jadi mau cobain test anak2 😊

  13. fibre o meter ini berguna banget deh buat aku dirumah. jadi gak galau lagi. masalah kebutuhan serat harian jadi keliatan jumlahnya yang masuk berapa aja. secara sebelumnya kan cuma nebak nebak aja ya hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *