berkawan baik dengan gen z
Family & Parenting

Berkawan Baik dengan Gen Z

“Alka… Alka.” Seorang siswi SMP yang berkunjung ke rumah kami memanggil nama keponakan saya. Padahal saat itu ada saya di depan rumah sedang menjemur pakaian. Bukannya saya gila hormat pengin dicium punggung tangannya, tapi apakah se-sulit itu untuk mengatakan “permisi” atau “assalamu’alaikum?”

Dan bukankah akan lebih enak kalau akhirnya saya masuk ke dalam rumah untuk memanggilkan seseorang yang dia cari? Lagian keponakan saya itu pasti lagi di kamarnya, mendengarkan musik pakai earphone. Jangankan ada temannya datang, panggilan mamanya saja kadang sering terlewatkan.

Haha, maafkan. Datang-datang langsung mengomel. Tapi ya, begitulah. Saat ini Milenial sedang berhadapan dengan generasi paling kritis abad ini, yaitu Gen Z, anak-anak dari Gen X.

Menurut Pew Research Center, Gen Z terlahir antara tahun 1997 sampai dengan 2012. Usia tertua Gen Z tahun ini adalah 23 tahun dan yang termuda 8 tahun.

Jangan anggap remeh, gengs, meski usianya jauuuuh lebih muda dari Milenial, tapi Gen Z ini sulit untuk ditaklukkan. Maklum, mereka lahir di era digital yang gila-gilaan dan sudah nggak percaya lagi dengan mitos. Mungkin kita nggak akan menjadi panutan lagi sebagaimana dulu kita menjadikan Gen X sebagai role model. Gen Z nampaknya punya cara tersendiri dalam menghadapi kita dan juga masa depannya.

Generasi dan Perilaku

Kalau mungkin ada gap antar generasi, itu adalah hal yang biasa. Karena berbeda generasi maka akan berbeda juga perilakunya. Gen Z cenderung lebih santai kayaknya. Se-santai kalau datang ke rumah teman bukannya ngucap Assalamu’alaikum tapi cuma manggil-manggil, kayak kalau kita ke warung terus bilang “beli…”.

Orang-orang bilang Gen Z cenderung lebih to the point, ada juga yang bilang mereka menerapkan trial and error. Jadi bukannya berbuat suka-suka hati atau kurang hormat sama yang lebih tua, tapi Gen Z ini ingin sekali pendapatnya didengar dan bisa mencoba sesuatu di luar dugaan karena rasa penasarannya yang tinggi banget. Kemudian saat harus mendapatkan penolakan, ya sudah, cuek.

Coba saja kalau kita yang ditolak, apa nggak melow berhari-hari, tuh? 😝

Menghadapi Gen Z

Mungkin sikap to the point ini juga yang membuat resah para Milenial. Haha. Kadang merasa seperti kurang dihargai gitu sama anak-anak Gen Z. Nggak tahu ini memang beneran kayak gini atau jangan-jangan kitanya memang mudah baper?

Jadi, Gen Z memang nggak bisa lagi diatur-atur seperti kita dulu. Kenapa? Karena Gen Z adalah anak-anak dari Gen X yang dulunya hidup serba diatur sama orang tua. Ketika Gen X tumbuh dewasa dan berkeluarga, mereka nggak ingin menerapkan cara didik yang sama dengan saat mereka kecil dulu. Sementara itu, kita sebagai Milenial pun pernah mengalami cara didik yang sama dengan Gen X. Sehingga ketika bertemu dengan Gen Z akan terasa banget perbedaan sifatnya.

Tapi jangan khawatir, sulit ditaklukkan bukan berarti nggak bisa, gengs. Cobalah untuk lebih mendengarkan dan jangan ragu untuk meminta pendapat kepada mereka. Ini adalah sikap yang mereka sukai karena kita nggak mengatur apalagi memaksa, tetapi justru memberikan kesempatan. Selain mendapatkan sudut pandang yang berbeda, cara ini juga tentunya bisa menambah skill kita dalam menghadapi Gen Z baik di kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan.

Gen Z adalah generasi adik-adik kita. Yang mau bagaimana pun selamanya kita akan terus hidup berdampingan. Kalau selama ini kita kurang berkenan dengan cara mereka berkomunikasi, cobalah untuk lebih dekat lagi. Tetaplah menjadi contoh yang baik dan memberi edukasi sebanyak yang kita bisa tanpa terkesan menggurui.

Walaupun sempat sebal dengan kelakuan siswi SMP yang saya ceritakan di paragraf pertama, tapi saya tetap welcome. Soalnya mereka tuh kalau ngobrol suka lucu. He’eh, saya sering banget menguping pembicaraan mereka yang asli memang to the point banget tapi sesuai dengan kenyataan. Jokes yang mereka lontarkan satu sama lain pun sangat segar di telinga. Kadang saya jadi pengin nimbrung ngobrol sama meraka, gengs! Haha.

Yang paling penting keponakan saya sudah mendapat pembekalan dari orang tuanya tentang bagaimana bersikap terhadap orang lain. Jangan lupakan kalimat ini “Menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda.”

Semoga hubungan kita dengan Gen Z maupun gen-gen lainnya akan selalu baik, ya. Karena kita masih punya misi lain yang lebih berat, yaitu tantangan membesarkan Generasi Alpha.

Baca juga : 10 Kebiasaan Baik untuk Anak Usia Dini

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *