fbpx
supermarket bahan bangunan
Tips & Review

Belanja di Supermarket Bahan Bangunan Renotop

Akhir-akhir ini lagi sering banget ke supermarket bahan bangunan Renotop. Berawal dari langit-langit ruang tivi yang banyak celah dan kotoran sering kali berjatuhan dari atas, saya coba mencari material yang bisa digunakan untuk menutup celah tersebut. Alhamdulillah ketemu yang namanya wall filler dan akhirnya plafon rumah jadi lebih rapi.

Setelah berhasil menutup celah plafon, kepengin lah ngecat rumah juga biar ganti suasana dan lebih rapi, pas banget mau lebaran waktu itu, Gengs. Sudah lama banget ini cat rumah nggak diperbaharui. Kayaknya terakhir tuh pas mau nikah 10 tahun lalu. Kemudian punya anak kecil yang senang coret-coret tembok. Jadi untuk ganti cat memang nunggu sampai anaknya sudah bisa paham bahwa tembok itu bukan untuk diambar-gambar.

Akhirnya pertengahan bulan puasa kemarin kami belanja cat dan peralatannya di Renotop lagi. Begitu ada alat yang kurang, beli lagi di sana. Haha, pokoknya bolak-balik aja ke Renotop udah kayak ke Indomaret lah, saking seringnya.

Kenapa sih nggak beli di toko bahan bangunan yang biasa aja? Kebayang sama saya, kalau saja almarhumah Ibu masih ada, pasti kayak gitu komentarnya. Haha. Yes, memang sih ada toko material di dekat rumah, beneran dekat, jalan kaki nggak sampai semenit sudah sampai. Tapi nggak tahu deh, saya tuh maunya kalau belanja di tempat yang lebih menyenangkan aja.

Alasan utamanya sih karena di toko material cat dinding yang tersedia hanya warna-warna umum. Nggak ada warna cat yang bisa custom. Sementara di supermarket bahan bangunan biasanya ada. Dan waktu lagi beli wall filler saya sekalian survey harga cat. Di Renotop pembeli bisa pilih cat berdasarkan pallet warna yang disediakan, yang terdiri dari berbagai merek juga.

supermarket bahan bangunan

Alasan berikutnya, karena saya ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda saat memilih bahan-bahan bangunan. Pergi ke toko material dekat rumah rasanya kurang Buibu friendly. Cuma bisa request mau beli apa, tapi nggak bisa lihat-lihat atau leluasa memilih.

Sementara kalau ke supermarket bahan bangunan kan bisa cuci mata. Harga barangnya juga jelas tercantum jadi bisa kira-kira deh sama budget.

Selain itu, Hammam yang suka banget kalau diajak ke toko alat tulis, jadi makin-makin happy-nya pas diajak ke Renotop. Favoritnya adalah bagian alat rumah tangga yang biasanya ada di lantai 2. Baginya Renotop sudah seperti taman bermain. Hahaha.

Pengalaman Baru Belanja di Supermarket Bahan Bangunan

Selama ini mungkin membeli bahan bangunan masih identik dengan kegiatan bapak-bapak atau tukang. Masih jarang Buibu yang pergi sendiri ke toko bahan bangunan.

Waktu saya beli wall filler di dekat rumah, abang-abangnya nanya gini, “Ibu ngerjain sendiri, Bu?” dengan tatapan ‘dih, suaminya emang ke mana?’ LOL. Membuat saya nggak nyaman, terintimidasi dan merasa lemah.

Bukannya saya mau bilang belanja di toko bahan bangunan konvensional itu nggak enak, ya. Bagi sebagian orang yang sudah biasa belanja di sini pasti sudah kerasan. Tapi kalau bagi saya yang jarang ke toko material, nggak ngerti juga jenis-jenis materialnya itu sendiri, nggak paham apa yang harus dibeli dan berbagai alasan lainnya, pergi ke supermarket bahan bangunan seperti Renotop adalah solusi.

Jadi saat baru masuk ke Renotop kita akan ditanya “Mau cari apa, Bu/Pak?” dengan memberitahukan barang apa yang sedang kita cari, ada staff yang ditugaskan untuk mengantar pembeli menemukan barang tersebut. Misalnya saya pernah mencari nat keramik, langsung diantar ke raknya. Kemudian ditanya “Ibu nat keramik mau dipakai untuk apa?” saya bilang ada bagian yang retak antara bak cuci piring dengan dindingnya. Jadi kelihatan renggang gitu.

Lalu petugas menyarankan saya sebaiknya pakai semen putih kalau kondisinya renggang. Sementara nat keramik lebih berfungsi untuk menutup lubang-lubang yang lebih kecil. Akhirnya saya nurut deh sama sarannya. Haha.

Selain membeli barang yang memang dibutuhkan, dengan melihat-lihat barang lainnya saya jadi tahu “Oooh, di sini jual ini itu juga ternyata.” Jadi pas di rumah lagi ada kerusakan kecil, saya jadi tahu harus membeli alat-alatnya di mana, serta harganya juga sudah diintipin duluan. Ngajuin proposal ke suami juga jadi lebih enak karena jelas juntrungannya.

supermarket bahan bangunan
Lagi nyari cat dinding, akhirnya pilih Avian Supersilk Anti Noda.

Atau kalau kepo banget bisa tanya juga ke petugas, “Ini buat apa, ya?” setelah dikasih tahu mungkin bisa jadi ide mau bikin apa di rumah. Saya pun sering tanya-tanya fungsi barang yang bikin saya penasaran. Misalnya jenis cat, warnanya, daya tutup dan daya tahannya.

So far, belanja di Supermarket bahan bangunan Renotop sangat menyenangkan buat kami sekeluarga. Tempatnya lega, staff-nya ramah, disediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan ada pengecekan suhu tubuh sebelum pintu masuk.

Terus biasa deeeh, kalau sudah suka sama sesuatu penginnya cerita-cerita ke semua orang. Ngomporin teman atau saudara-saudara untuk belanja di situ juga. Haha. Makanya nih sampai saya tulis di blog segala.

Bisa Belanja Apa Saja di Renotop?

Dari namanya saja supermarket bahan bangunan, ya. Jadi kita bisa nemuin apa saja yang berhubungan dengan bahan-bahan bangunan. Baik untuk perbaikan kecil, renovasi sampai pembangunan dari awal.

Dari lem kertas, selotip sampai bahan-bahan besar seperti keramik, pasir dan semen pun tersedia di sini. Pengalaman saya pribadi, pernah jajan di Renotop : keran air, semen putih, tutup kloset, cat dinding dan kayu, peralatan mengecat, pelindung kabel dan lainnya.

supermarket bahan bangunan renotop

Harganya gimana? Apakah mahal? Soalnya kan dia supermarket, gedungnya besar, pakai AC pula, adem.

Nggak, kok. Harganya mirip-mirip dengan toko sebelah. Kadang saya suka membandingkan harganya hampir sama. Malah ada juga yang lebih murah, beneran.

Oh ya, Renotop ada membership card juga. Setiap pembelanjaan tertentu ada poinnya yang kalau sudah terkumpul banyak bisa ditukarkan. Kalau cek di instagram @renotop.id juga banyak promo-promonya.

Saat ini Renotop baru ada di sekitaran Ciledug, Petukangan, Joglo dan Meruya. Infonya sih sebentar lagi bakalan buka di daerah Pinang.

Ok, Gengs. Semoga review kali ini bisa membantu Buibu yang pengin mencoba belanja bahan bangunan sendiri. Saya juga paham lah, Buibu kan pasti suka geregetan ya kalau jadwal sama pak suami kurang cocok gitu. Entah kapan doi bisa dimintain tolong pergi ke toko bahan bangunan, secara tiap hari kan kerja, akhir pekan katanya pengin istirahat. Haha.

Cobain, Buuu. Ajak suaminya ke Renotop sekalian jalan-jalan.

Baca juga : Kamar untuk Si Kecil

Author

Enterprenuer and Crafter Mommy || I have one little kid, I love writing, sewing and photography || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *