Workshop Content Writing with Komunitas ISB and Google Hub

Sekitar sebulan yang lalu Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) membuka pendaftaran untuk workshop content writer. Setelah daftar lalu sudah, saya sibuk dengan kegiatan lain ditambah ada jadwal liburan pula ke Nusa Tenggara Timur. Pulang liburan diumumkan lagi, siapa tahu masih ada yang mau daftar dan ini acaranya di kantor Google Indonesia. Whaaat? Jadi pengalaman baru lagi nih kalau sampai terpilih, pikir saya. Apalagi acara ini merupakan kerjasama ISB dengan Question Hub by Google Indonesia.

Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dari duapuluh peserta. Menuju lantai 45 gedung Facific Century Place saya dan teman-teman akhirnya menginjakkan kaki di kantor Google Indonesia yang kece itu. Ok then, saya nggak akan banyak cerita tentang kantornya Google karena memang nggak sempat eksplor (((eksplor))). Jadi kita langsung saja masuk ke materi, gengs. Ayo duduk manis kita mulai pelajarannya ๐Ÿ˜›

Ada 3 materi yang diberikan dalam workshop ini. Yang pertama tentang Google Question Hub yang dipresentasikan oleh Fiana Dwiyanti, kedua tentang Menjadi Content Writer oleh Ani Berta dan ketiga tentang SEO (Search Engine Optimization) yang dibawakan oleh Ardan. Ketika materi ini sangat berhubungan satu sama lain, karena menulis konten itu harus bisa menjawab keingintahuan pembaca dan ada keyword target yang harus ditempatkan sesuai SEO.

Question Hub by Google

Question Hub by Google adalah sebuah fitur dari ekosistem Google yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari user. Hanya tersedia di 3 negara saja, yaitu Indonesia, India dan Nigeria. Karena Google menemukan di 3 negara inilah informasi yang dimiliki masih kurang kaya. Sehingga ketika seseorang mencari informasi, diberi jawaban berkali-kali oleh Google masih nggak mendapatkan jawaban yang diinginkan maka user tersebut akan bertemu dengan sebuah question box.

content writer
Bersama Mbak Fiana Dwiyanti dari Qestion Hub Google Indonesia. Photo by @tiandarinie

Pertanyaan yang jumlahnya buanyak banget ini dikelompokkan berdasarkan kategori. Lalu mau diapakan pertanyaan sebanyak ini? Siapa yang bisa menjawabnya? Yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah kita, para blogger dan content writer.

Yang harus dilakukan adalah akses Question Hub melalui akun Google yang terhubung dengan blog. Pastikan blognya sudah terdaftar di Google Console, ya.

question hub
Pilih kategori, pilih pertanyaan, klik selesai.

Jika sudah berada pada interface seperti ini kita bisa pilih salah satu kategori dan menemukan pertanyaan di sana. Atau bisa juga langsung ketik di search box. Plis jangan kaget kalau pertanyaannya aneh-aneh atau kocak banget. Tapi kalau kita bisa memberikan jawabannya kenapa nggak, kan? Setelah memiliki tulisan yang relate dengan pertanyaannya silakan masukkan link blogpost dan submit.

Mbak Fiana menyarankan agar tulisan yang disubmit adalah tulisan baru. Nggak apa-apa kontennya bukan sesuatu yang lagi trending. Karena tulisan yang berangkat dari kebutuhan orang lain akan sebuah informasi akan lebih long lasting. Awal-awal mungkin masih sedikit pengunjung, tapi percayalah kedepannya akan terus meningkat dibandingkan tulisan trending yang semakin lama akan semakin menurun view-nya. Semoga tulisan kita dapat menjawab pertanyaan netizen tentang berbagai hal.

Gituuu…

Sekarang saya lagi coba-coba nih menggunakan Question Hub baik untuk menjawab pertanyaan yang saya punya jawabannya atau justru bikin saya jadi ingin mengulik sesuatu yang bisa dijadikan bahan tulisan. Selain itu saya juga lagi tertarik nih untuk belajar menjadi content writer di media lain. Tapi masih bingung untuk memulainya.

Belajar Menulis Konten Selain di Blog Pribadi

Saya belum paham betul apa sih makna dari content writer itu sendiri? Bukannya menulis di blog juga merupakan content writer? Bisa jadi. Tapi ternyata content writer adalah pekerjaan menulis pada media yang lebih luas. Bisa di website milik perusahaan, company profile, tulisan di brosur, skrip iklan, newsletter blast, bahkan sekarang menulis caption saja ada lho, yang menggunakan jasa content writer. Atau yang lebih familiar lagi ada namanya Ghost Writer, menulis untuk seseorang seolah-olah kita adalah dia.

Menjadi content writer pastinya akan mendatangkan rezeki yang lain lagi selain pendapatan dari blog dong. Tapi untuk pemula, kita nggak bisa tiba-tiba menjadi kontributor di sebuah media atau website perusahaan. Karena semua butuh proses dan kita pun perlu yang namanya porto folio.

content writer
Narasumber : Ani Berta, Content Writer, Founder Komunitas ISB.
Photo by @tiandarinie

Teh Ani Berta mengatakan kita bisa memulainya dengan menulis secara sukarela untuk kegiatan sosial. Misalnya menjadi kontributor untuk blog yayasan atau panti asuhan, website milik usaha teman sendiri dan lain-lain. Tulisan ini bisa dimasukkan ke dalam porto folio. Selain itu mulailah berlatih menulis di media seperti Kompasiana, Kumparan, Citizen6 dan sebagainya. Serta jangan lupa share tulisan melalui social media.

Berikut ini adalah tips untuk menjadi content writer, yang harus dilakukan dan yang nggak boleh dilakukan.

Do : Tips Mengisi Konten Website

Tulis artikel minimal 500 kata dan maksimal 1000 kata dengan bahasa menyesuaikan karakter website/portal serta merujuk pada 5W1H (Who, What, Were, When, Why, How) dan kaidah jurnalis lainnya. Dapatkan referensi tentang penulisan melalui buku-buku jurnalis dasar.

Pilih tema yang disukai dan dikuasai saja, ya, sertakan dengan keyword yang tepat. Selesai nge-draft biasakan untuk dibaca-baca lagi, edit sampai kita merasa puas dengan hasilnya. Jadwal update tulisan sebaiknya dibicarakan dengan portal yang bersangkutan dan tentukan kapan tulisan wajib disetor. Portal bisa mengupload sendiri tulisan yang kita kirimkan atau bahkan kita sendiri diberikan otoritas untuk mempostingnya.

Pastikan foto yang dimasukkan untuk tulisan di portal lain merupakan high resolution image. Infomasi yang ada di dalam tulisan wajib hukumnya merupakan informasi yang valid. Bila dalam tulisan terdapat banyak data dan angka-angka, biasakan mengolahkan kembali agar pembaca nggak bosan. Salah satu cara agar penyajian data menjadi sesuatu yang simple adalah dengan menjadikannya sebuah infografis.

Baca juga : Cara Mudah Membuat Infografis

Don’t : Hindari Hal Berikut dalam Content Writing

Karena kita sedang nggak menulis di blog pribadi maka segala hal yang ada urusannya dengan hati, harap ditinggalkan :P. Maksudnya jangan memasukkan opini pribadi atau terlalu personal, apalagi memasukkan unsur kepentingan pribadi. No! Jangan juga keluar dari idealisme si portal.

Bahasa yang digunakan jangan sampai ada singkatan, plagiat, mendiskreditkan orang lain dan opini yang nggak sesuai dengan fakta. Ini sih bukan cuma di portal lain, ya. Di blog pribadi juga nggak boleh, kakak.

Oh ya ada kalanya sebuah website nggak ingin menyebutkan brandnya. Maka janganlah menyebutkannya secara hardselling tanpa persetujuan dari pemilik website.

Benefit Content Writing

Apa saja sih, keuntungannya dengan belajar dan menekuni dunia content writing selain mendapatkan penghasilan? Salah satunya adalah porto folio tadi. Semakin banyak menulis sebagai content writer maka semakin banyak pula pengalaman dan jam terbang. Wawasan dan skill pun meningkat. Sehingga pada saat mengajukan proposal ke sebuah perusahaan kita akan merasa lebih percaya diri.

Selain itu juga secara jaringan kita telah membangun relationship yang lebih luas dan setiap saat terus bisa meng-upgrade ilmu. Karena menjadi content writer otomatis kita harus berburu bahan konten melalui workshop, talkshow, interview narasumber, membaca buku, majalah dan surat kabar, diskusi live forum di social media, datang ke event dan masih banyak celah lainnya.

Anyway sering ada yang bertanya ke saya bagaimana sih caranya kok bisa sering ikutan workshop gitu? Kalau kalian memang serius mau belajar ngeblog atau menjadi content writer sebaiknya join komunitas penulis. Salah satunya Komunitas ISB ini sering banget bikin workshop, lho.

SEO (Search Engine Optimization)

Yey, sampai juga nih di topik terakhir tentang SEO. Pasti sudah pada familiar dengan istilah yang satu ini, ya. Yaitu cara untuk mengoptimalisasi sebuah blog atau website agar bisa muncul di halaman mesin pencari atau bahkan menempati halaman pertama. Dengan begitu blog akan mendapatkan pengunjung dan juga brand awareness.

Apa saja sih yang menjadi poin penting dalam menjalankan SEO? Berikut ini adalah materi yang disampaikan oleh Mas Ardan, seorang blogger yang juga bekerja di perusahaan sebagai content writer dengan SEO.

content writing
Narasumber Mas Ardan. Photo by : @tidandarinie

Keyword

Untuk bisa tampil di halaman mesin pencari pastinya kita butuh kata kunci atau keyword yang sesuai dengan isi tulisan. Contoh keyword : podcast terbaik, resep soto ayam, wisata di Kupang dan sebagainya. Keyword bisa didapatkan dari Google Keyword Planner, Question Hub dan masih banyak lagi penyedia keyword lainnya.

Lalu keywordnya harus diletakkan di mana?

  1. Letakkan keyword di judul dan URL. Kalimat judul dan URL bisa berbeda tetapi pastikan di keduanya ada keyword yang sama.
  2. 100 kata pertama. Google akan merayapi tulisan kita dari judul hingga baris terakhir. Pastikan keyword ada di paragraf awal atau di 100 kata pertama.
  3. Sub-heading. Google menyukai listicle article yaitu tulisan yang dibreakdown dengan sub-heading (blogspot) atau H2, H3, H4 (worpress). Letakkanlah keyword setidaknya pada salah satu subheading.

Backlink dan Internal link

Backlink dan internal link merupakan rekomendasi bagi pembaca bahwa tulisan kita ada kaitannya dengan tulisan lain. Jika ingin menambahkan backlink sebaiknya diambil dari website yang terpercaya seperti wikipedia, BCC dan portal-portal besar lainnya.

Kemudian internal link adalah link dari tulisan kita sendiri yang juga masih ada kaitannya dengan apa yang sedang kita tulis saat ini. Internal link juga berguna agar pembaca tetap berada di blog kita setidaknya untuk membaca 2 artikel karena begitu di-klik akan terhubung dengan tulisan yang masih berada di blog sendiri.

Mainkan Visual dan Namai Gambar Sesuai Keyword

Mas Ardan ini kan memang jagonya bikin infografis, gengs. Saya pernah ikutan juga workshop tentang infografis sama beliau. Dan memang menambahkan infografis pada tulisan sangat membantu, lho. Bikin tulisan jadi nggak monoton dan pembaca jadinya nggak bosan.

Jangan lupa nih, gambar visualnya diberi nama file sesuai dengan keywordnya untuk melengkapi syarat-syarat SEO.

Kira-kira mudah nggak ya menerapkannya? Kita coba dulu saja, yuk.

content writing

Materi workshopnya sudah selesai, saatnya praktek deeeh. Terima kasih ya Komunitas ISB dan Google Indonesia. Workshopnya keren dan selalu mengangkat tema yang baru lagi dan lagi. Semoga masih bisa terpilih pada workshop berikutnya.

Buat kalian yang sudah baca tulisan ini, terima kasih ya. Mari kita berproses bareng ๐Ÿ˜‰

content writing
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *