Persiapan Sekolah di Luar Negeri

Kalau di artikel sebelumnya saya sudah cerita bagaimana mengahadapi hari pertama sekolah si kecil, sekarang mau bahas lebih jauh ke depan. Yaitu seandainya suatu hari anak ingin sekolah di luar negeri, apa saja yang perlu dipersiapkan? Oh ya tulisan ini bukan berarti menganggap pendidikan di Indonesia nggak bagus, ya. Saya yakin sih pendidikan di negeri ini makin hari makin membaik. Tapi untuk bisa masuk ke universitas internasional, who knows?

Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh HSBC Group (HSBC) dengan responden global, beberapa faktor ini adalah yang menjadi pertimbangan pelajar Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri : kualitas belajar mengajar, peluang pekerjaan di masa depan, biaya kuliah, rekomendasi, peringkat perguruan tinggi secara global, lokasi serta dukungan jejaring di luar negeri.

Kemudian hasil penelitian lainnya adalah tentang persiapan sekolah di luar negeri yang dilakukan baik oleh anak dan orang tua beserta problem yang dialami hingga hari kelulusan tiba. Secara financial orang tua mungkin telah menyiapkan dana pendidikan tetapi ada hal lain yang kadang luput dari perhatian sehingga menimbulkan kendala saat anak berangkat ke luar negeri. Apalagi kini si anak yang akan dituntut untuk bisa mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya.

Inilah yang mendorong HSBC untuk meluncurkan produk terbarunya yaitu HSBC Premier Next Gen, untuk memudahkan para generasi Z meraih mimpi mereka, seperti yang disampaikan oleh Ibu Fransisca Kallista Arnan, Head of Marketing Retail Banking & Wealth Management, PT Bank HSBC Indonesia pada hari Rabu, tanggal 18 September 2019 di Leatris Room, Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

sekolah di luar negeri
Ibu Fransisca Kallista Arnan, Head of Marketing Retail Banking & Wealth Management, PT Bank HSBC Indonesia

Tahap yang Dilewati untuk Sekolah di Luar Negeri

Nggak bisa dipungkiri, ya, dengan bersekolah di luar negeri dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih mandiri dan memiliki kesempatan yang sangat baik di dunia kerja kelak. Kebayang nggak, sih, kalau seseorang itu adalah anak kita di masa mendatang?

Pihak Commercial Service Amerika Serikat memperkirakan ada lebih dari 69.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri di tahun ajaran 2018/2019 yang lalu, 9.130 diantaranya menempun pendidikan di Amerika Serikat. Bidang yang paling diminati saat ini adalah IT, finance, economics, art and design, engineering. Ini adalah subject yang sedang populer saat ini dan bisa jadi anak kita menjadi salah satu peminatnya.

Bagi teman-teman yang sudah berencana menyekolahkan anaknya di luar negeri, referensi berikut ini semoga bisa menjadi acuan bagaimana sih, tahapan yang akan dilewati sejak persiapan hingga sekolah selesai.

Persiapan

Di tahap persiapan anak akan berfokus pada berbagai tes masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Kemudian orang tua akan fokus pada biaya pendidikan.

Setelah pengumuman diterima, berisaplah mengurus visa dengan waktu yang relatif singkat.

Kedatangan

Pada saat kedatangan biasanya anak akan didampingi oleh orang tua untuk mengurus segala keperluan di awal kepindahan, salah satunya membuka rekening bank untuk menerima transfer dari Indonesia. Masalahnya membuka rekening di luar negeri sering kali dirasa cukup sulit dan nggak bisa buru-buru.

Menetap

Karena sulitnya membuka rekening bank kadang orang tua memberikan kartu debit atau kartu kredit kepada anaknya untuk digunakan bertransaksi di negara tersebut. Sayangnya ini bukan solusi yang tepat karena pasti ada perbedaan kurs sehingga akan ada selisih yang cukup tinggi serta biaya tarik tunai yang lumayan jika sering-sering ke ATM.

Selain itu di masa liburan akan muncul harga tiket pesawat yang cukup mahal. Caranya agar bisa berhemat adalah nggak pulang ke Indonesia. Huhuhu, bagaimana coba perasaan orang tua kalau anaknya nggak pulang di masa liburan. Pasti rindu, lah!

Belum lagi jika terjadi sesuatu terhadap anak kemudian membutuhkan dana darurat sementara ada perbedaan waktu dengan Indonesia dengan negara tempat anak kita tinggal, yaaa. Itu sih gawat banget lah.

Setelah Kelulusan

Bahkan setelah anak lulus kuliah pun masih ada kesulitan lagi saat ingin melakukan penutupan rekening. Kalaupun bisa tutup rekening akan ada biaya-biaya yang harus dibayarkan. Dan pada periode ini tiket pesawat juga terbilang mahal.

HSBC Premier Next Gen

Di tengah keribetan yang saya sebutkan tadi kini HSBC Indonesia menghadirkan solusi bagi anak-anak muda yang ingin mengejar impiannya. HSBC Premier Next Gen adalah layanan khusus untuk putra-putri Nasabah HSBC Premier yang berusia antara 18-28 tahun. Apakah 28 tahun masih usia sekolah? Memang bukan. Tetapi setelah lulus kuliah biasanya mereka akan langsung mengejar karir. HSBC Premier Next Gen akan mempermudah hingga saat tersebut.

Pada kesempatan ini HSBC menghadirkan perwakilan orang tua yang anaknya menempuh pendidikan di luar negeri, salah satu Nasabah HSBC Premier Bapak Edi Cahya Negara. Kedua anaknya kuliah masing-masing di Amerika Serikat dan Australia. Sebagai orang tua tentu beliau menginginkan anak-anaknya bisa mandiri berada di negeri orang, tapi juga tetap ingin mereka tetap terlindungi. Misalnya jika terjadi suatu hal yang diluar dugaan dan membutuhkan dana darurat bisa dengan mudah didapat karena privilege dari HSBC Premier Next Gen.

sekolah di luar negeri
Ibu Fransisca, Bapak Edi dan Ibu Dewi Tuegeh

Ibu Dewi Tuegeh, Head of Customer Value Management, PT HSBC Indonesia mengatakan, “Dengan menjadi Nasabah HSBC Premier Next Gen berarti putra dan putri dari Nasabah HSBC Premier berhak mendapatkan layanan-layanan istimewa yang dinikmati oleh orang tuanya. Dengan keunggulan HSBC Indonesia baik dalam kapabilitas internasional maupun wealth management, beragam potensi kendala dalam meraih ambisi generasi borderless ini akan dapat diantisipasi”.

Saya cukup amazed sih mendengar penjelasan Ibu Dewi tentang keistimewaan yang bisa dinikmati dengan HSBC Premier Next Gen ini.

Complimentary Transaction Privilege

Pemegang kartu HSBC Premier Next Gen bisa melakukan tarik tunai bebas biaya transaksi di seluruh dunia dan semua jaringan ATM di Indonesia dengan kartu debit VISA. Selain itu sangat mudah untuk bertransaksi di lebih dari 1 juta ATM VISA/PLUS, 6.500 ATM HSBC di seluruh dunia dan lebih dari 44 juta merchants berlogo VISA di seluruh dunia dan belanja online.

Jika orang tua ingin mentransfer dana pun bebas biaya transfer real time hingga USD 100.000 per hari ke lebih dari 30 negara untuk rekening sendiri (Global Transfer)

Emergency Global Support

Seperti yang dikatakan oleh Bapak Edi bahwa dirinya akan merasa lebih aman jika anak-anaknya terlindungi. Dengan HSBC Premier Next Gen maka dalam kondisi darurat bisa mendapatkan emergency cash hingga USD 10.000 setiap 2 hari. Kejadian emergency bisa juga berupa kehilangan dompet sehingga kartu HSBC ikut hilang. Keistimewaannya adalah pergantian kartu bisa diurus dengan cepat dan selesai dalam 2 hari kerja, di seluruh cabang HSBC di dunia.

Wealth Capabilities

Selepas lulus kuliah dan bekerja tentu akan ada penghasilan yang didapat dan sudah memiliki tujuan akan dipakai untuk apa uang tersebut. HSBC mengerti bahwa setiap orang memiliki keinginan dan passion yang berbeda, maka disediakan Relationship Manager untuk setiap pemegang kartu. Gunanya adalah untuk perencanaan keuangan dan bisa berkonsultasi dengan Financial Planner mengenai rencana keuangan jangka panjang dalam hidupnya.

sekolah di luar negeri
Penyerahan secara simbolik kartu HSBC Premier kepada salah satu Gen Z yang baru menyelesaikan pendidikan di Sidney

Menurut saya semua keistimewaan yang dihadirkan oleh HSBC Premier memang sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Namun seiring berjalan waktu pasti akan banyak terjadi perubahan-perubahan. Dan HSBC Indonesia akan selalu siap berinovasi untuk mendukung pemuda Indonesia mengejar cita-citanya.

Terima kasih HSBC Indonesia atas undangannya. Semoga saya pun bisa menyekolahkan anak saya di universitas terbaik.

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *