Percaya Diri dalam Monetisasi Blog

Pada sebuah grup whatsapp teman-teman blogger pernah terjadi pembahasan seru tentang rate card. Seberapa harga yang pantas untuk pekerjaan seorang blogger, meliputi tulisan di blog, foto atau video dan posting di media sosial. Mengetahui ada beberapa teman yang nggak suka memberikan rate card, tentunya membuat saya cukup terkejut. Kenapa nggak suka pakai rate card, sih? Padahal pekerjaan kita ini nggak gampang, lho.

Menurut pengakuan, teman-teman justru bingung menentukan harga. Nggak percaya diri untuk minta harga tinggi, takut dicoret dari daftar milik klien, sementara kasih harga dibawah itu takut kemurahan. Jadi mereka lebih suka dengan pekerjaan yang sudah ditentukan bayarannya oleh klien, meski harga murah tetap diambil. What? Ada juga yang merasa lebih nyaman tanpa rate card karena rezeki sudah ada yang atur. Ok, baiiiik!

Di tengah panasnya perdebatan tim rate card dengan tim non rate card, HIIP Indonesia mengumumkan akan ada workshop bernama HIIP Academy. Yang batch pertamanya dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2019 di CoHive 101, Kuningan, Jakarta Selatan, dengan tema “How to Build Your Blog Profesionally”. Dan salah satu materinya adalah mengenai rate card yang dibawakan oleh Sitta Karina, seorang lifestyle blogger dan penulis fiksi.

hiip academy
Sitta Karina, Novelist and Blogger. Photo by HIIP Indonesia.

Cara Profesional Monetisasi Blog

Untuk dapat memonetisasi blog bukan hanya tampilannya saja yang harus terlihat profesional, tetapi isinya juga. Anggap saja blog adalah perwakilan diri kita, sebagaimana kita ingin dilihat oleh orang lain. Tentunya untuk di bawa ke hadapan brand kita nggak mau dong blognya nggak kredibel.

Syarat Mendasar Blog Berkualitas

Blog yang berkualitas adalah blog dengan kategori (niche) yang jelas. Apakah itu travel, beauty, parenting, education dan sebagainya. Jika saat ini masih mengusung blog gado-gado di bawah nama lifestyle blog, kita bisa memanfaatkan google analytic untuk mengidentifikasi sasaran pembaca. Di kategori apakah tulisan kita lebih banyak dikunjungi? Kemudian bisa dikembangkan lebih jauh tulisan-tulisan pada tema tersebut dengan konten yang menarik dan bermanfaat.

Jangan lupa untuk rajin memperbarui konten dengan mempertahankan gaya bahasa dan sentuhan personal. Sebisa mungkin update tulisan setidaknya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali.

Dari sisi teknis blog berkualitas harus memiliki navigasi yang efektif untuk memudahkan pembaca mencari artikel lain di dalam blog. Tata letak yang nyaman dibaca dan waktu loading yang cepat akan membuat blog nggak mudah ditinggalkan begitu saja. Selain itu blog sekarang harus mobile responsive agar ketika dibuka melalui smartphone atau tablet tampilannya dapat menyesuaikan. Secara ya, sekarang ini pembaca lebih suka dan lebih sering mencari artikel melalui smartphone karena kemudahan aksesnya bisa dilakukan di mana saja. Di cafe, di bus, di mall dan lain-lain.

Persiapan Monetisasi Blog

Jika sudah memenuhi syarat-syarat dasar blog yang berkualitas maka saatnya percaya diri mempersiapkan blog untuk dimonetiasi. Yang pertama kali harus dimiliki adalah tentu saja blog pribadi. Blog sebaiknya sudah terdaftar di Google Search Console, ya.

Blogger yang menguasai storytelling memiliki nilai tambah, lho. Karena namanya blog, ada sentuhan personalnya, jika ditulis dengan gaya storytelling pasti akan lebih terasa dekat di hati pembaca.

Sekali lagi Mbak Sitta mengingatkan untuk rajin ngeblog, karena kita sedang dalam tahap menjadikan blog sebagai ladang penghasilan. Kalau blognya terakhir kali diupdate dua bulan lalu maka lupakan niat monetisasi, ya. Selain rajin ngeblog juga rajin-rajinlah bermedia sosial. Setiap baru posting di blog, share link di twitter atau kabarkan followers di instagram. Dengan demikian akan terjadi traffic yang terus bertumbuh.

Jadikan blog sebagai komunitas interaktif, buat tulisan sedemikian rupa agar pembaca merasa ingin berkomentar, menanggapi atau bertanya. Jika sudah sampai pada tahap “memiliki pembaca sendiri” maka pertahankanlah niche blog 🙂

Ragam Monetisasi Blog

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk monetisasi blog yaitu sponsored post, banner ads, program afiliasi, jaringan iklan dan menjual produk dan jasa.

Sponsored post adalah tulisan yang disponsori oleh sebuah brand yang biasanya berbentuk review dengan fee per tulisan yang dilengkapi dengan foto dan backlink. Ada monetisasi yang mirip dengan ini, namanya content placement. Yaitu brand telah menyiapkan artikel untuk kita posting di blog, boleh diedit menyesuaikan gaya tulisan sendiri, dilengkapi dengan backlink juga. Fee dari content placement biasanya lebih kecil daripada sponsored post.

Banner ads merupakan iklan yang tayang pada blog, bentuknya bermacam ukuran banner ada yang kecil sekali sampai yang sebesar setengah halaman. Banner ads bisa didapat dari Google Adsense yang pendapatannya bisa dikonversi dari seberapa banyak pembaca meng-klik iklan tersebut atau Google Ad Exchange yang konversinya dari seberapa banyak iklan dilihat. Google Ad Exchange biasanya digunakan oleh premium publisher seperti detik.com, kompas.com dan lain-lain.

Program afiliasi sekarang sedang ramai juga nih digunakan oleh para blogger. Jadi bentuknya banner juga yang nge-link ke sebuah website belanja online atau marketplace. Pendapatan dari afiliasi dapat terjadi jika pembaca meng-klik banner hingga terjadi transaksi pembelian di marketplace yang bersangkutan.

Jaringan iklan mirip dengan Google Adsense mungkin, ya. Saya juga belum pernah menggunakan yang ini, sih. Salah satu yang pernah saya baca adalah jaringan iklan PayClick.

Menjual produk dan jasa misalnya seperti e-book. Kalau ahli di bidang tertentu dan memiliki e-book bisa banget di jual di blog. Contohnya e-book traveling murah, e-book menjahit untuk pemula, e-book interior desain dan masih banyak lagi.

Komponen Penting Rate Card

Yay! Akhirnya masuk ke topik seru tentang rate card. Haha. Apa sih rate card itu?

Rate card adalah daftar harga dan portfolio singkat dari sebuah blog dan penulisnya. Rate card digunakan sebagai patokan harga untuk monetisasi blog dalam bentuk sponsored post atau content placement.

Di dalam rate card harus mencakup informasi singkat hal berikut :

  1. Rincian pekerjaan dan harga. Umumnya rincian pekerjaan terdiri dari : datang ke event (optional), blog post, foto dan atau video, instagram/twitter/facebook post, instagram story, link in bio atau swipe up di instagram story bagi akun dengan follower 10 ribu keatas. Sementara untuk harganya disebutkan per rincian pekerjaan dan disebutkan juga harga paket keseluruhan.
  2. Profil blogger. Sebutkan data diri dan niche blog.
  3. Informasi singkat seputar blog dan akun media sosial. Meliputi usia blog, demografi, page view, jumlah follower.
  4. Portofolio pekerjaan. Tuliskan pekerjaan yang pernah dilakukan dan nama-nama brand yang telah bekerjasama.

Cara Menentukan Rate Card

Rate card bersifat subjektif, antara blogger yang satu akan berbeda dengan blogger lainnya. Jadi kita nggak bisa menjadikan satu rate card sebagai patokan. Lagi pula akan sulit juga bagi kita mengetahui rate seseorang karena sangat personal.

Jadi untuk memulai menentukannya adalah dengan mengukur tingkat kesulitan pekerjaan. Apa yang menjadi kebutuhan brand, apakah kita membutuhkan riset lebih dalam, sekiranya pekerjaan dapat diselesaikan dalam jangka waktu berapa lama?

Jangan lupa untuk memperhitungkan juga biaya produksi, biaya perjalanan untuk datang ke event, ada alokasi untuk make up dan outfit yang kita pakai.

Ketika brand menawar rate yang kita berikan, pertimbangkan added value untuk klien misalnya jumlah followers atau page view yang tinggi. Sehingga rate card menjadi win-win solution, blogger dan brand sama-sama saling menguntungkan.

Dari semua biaya yang ditaksir, tambahkan dengan pajak dan jumlah keuntungan yang ingin kita dapatkan. Baru deh akan ketahuan berapa nilai yang kita harapkan. Coba diingat lagi, terakhir kali mengajukan rate card apakah langsung disetujui oleh klien? Bisa jadi rate kamu terlalu rendah. Tapi jika klien justru nggak ada kabar berita setelah mengetahui rate yang diajukan, artinya belum tercapai kesepakatan. Mungkin next time bisa bekerjasama kembali.

Brand yang profesional akan menolak secara sopan bila rate kita terlalu tinggi bagi mereka meski sudah berdiskusi dan negosiasi. Dan itu nggak apa-apa, gengs. Karena akan sulit bagi blogger untuk berkembang jika ditawar harga sekian yang mana sebenarnya nggak masuk dengan rate tapi kitanya oke-oke saja. Jadi, bertahanlah dan tetap percaya diri 🙂

Tentunya dalam menetapkan rate card seorang blogger harus paham betul kekuatan personal branding-nya. Saya sudah menulis tentang personal branding dari materi lain pada HIIP Academy yang dibawakan oleh Ariev Rahman. Bisa dibaca tulisan saya yang berjudul HIIP Academy Membangun Personal Branding Itu Seru dan Perlu.

Pentingnya Manajemen Media Sosial

Saat ini media sosial bisa menjadi sumber traffic yang cukup signifikan di blog. Jika follower di media sosial bertambah otomatis jangkauan promosi akan menjadi lebih luas, traffic blog pun akan meningkat. Makanya, media sosial harus di-maintain agar tetap bisa terhubung dengan blog.

Bagaimana caranya mengelola akun media sosial?

Yang pasti harus rajin update konten positif, disesuaikan dengan niche blog. Pilih setidaknya 2 jenis media sosial untuk share tulisan. Umumnya sekarang yang paling banyak digunakan adalah facebook, instagram dan twitter. Pada setiap akun ini buatlah biografi (bio) yang singkat, informatif dan menarik. Tuliskan siapa diri kita, misalnya Parenting Blogger dan bidang apa yang kita kuasai misalnya tentang Speech Delay.

Untuk meningkatkan engagement kita bisa membangun percakapan dengan followers. Salah satu caranya adalah dengan melempar pertanyaan di akhir caption. Atau membuat story dengan question sticker atau polling. Tapi nggak perlu bikin status yang nyerempet bahaya, misalnya membahas konflik yang sedang hot diperbincangkan. Kecuali kita memang memiliki pemahaman dan argumen yang sangat bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ngertinya cuma setengah-setengah, lebih baik cari topik lain.

Kunci Sukses Monetisasi Blog

Pfffhh… Ternyata susah juga ya punya blog yang berkualitas dan menjadikannya pundi-pundi uang. Jangan mudah putus asa, ya. Kalau sudah dijalankan pasti akan asyik aja, kok.

Berikut ini adalah tips sukses monetisasi blog dari Mbak Sitta.

  1. Target audiens tepat sasaran
  2. Buat konten OK secara teratur (on-page SEO)
  3. Beri value dan tampilkan ciri khas kita
  4. Tingkatkan traffic blog
  5. Tampilan blog menarik dan mudah digunakan (on-page SEO)
  6. Promosikan konten blog melalui media sosial
  7. Perkuat personal branding

Sampai di sini deh materi HIIP Academy #1 tentang monetisasi blog. Semoga kita bisa sama-sama menerapkannya hingga blog menjadi profesional dan bisa percaya diri maju ke hadapan klien.

Terima kasih HIIP Indonesia yang sudah menyelenggarakan HIIP Academy #1. Teman-teman silakan follow akun instagramnya @bloggerperempuan untuk update terbaru HIIP Indonesia. Kabarnya sih, nanti akan ada HIIP Academy batch berikutnya dengan tema yang berbeda.

Thanks for reading.

Love,

Youngesteight

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *