Perawatan Gigi Setelah Lepas Behel

Ketika memutuskan untuk memakai kawat gigi atau behel tentu ada tujuan dibalik itu. Ingin memperbaiki struktur gigi, ingin mengikuti trend atau biar gaya aja. Malah ada yang bilang pasang kawat gigi bisa menurunkan berat badan. Betul enggak, ya? Kalau saya sih pilih alasan yang pertama karena gigi saya memang berantakan dan enggak keren. Sekarang kawat gigi saya sudah dilepas dan ingin berbagi pengalaman, bagaimana sih perawatan gigi setelah lepas behel?

Setelah bertahun-tahun ada kawat yang menarik gigi hingga susunannya menjadi lebih baik dan beraturan, akhirnya happy banget ketika kawatnya dilepas. Tapi melepas behel bukan perkara mudah, loh. Harus konsultasi lebih dulu dengan ortodontis, apakah gigi kita sudah bisa dilepas ‘pagar’nya. Jika belum maka bersabarlah dan rajin-rajin kontrol untuk ganti karet yang berfungsi untuk mengencangkan kawat.

Jika ortodontis menyatakan behel siap dilepas maka siapkanlah budgetnya. Untuk lepas behel seingat saya biayanya sama saja dengan biaya kontrol biasa. Namun ada biaya lain yaitu pembuatan retainer gigi. Tahun 2015 lalu harganya sekitar 1,4 juta untuk retainer model pasang-lepas. Waw, mayan banget ya.

Altough it was so expensive, tapi retainer fungsinya sangat baik untuk gigi yang baru lepas behel. Karena setelah pemakaian behel tidak mungkin kita terlepas begitu saja dari perangkat ‘perata gigi’.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai perawatan gigi setelah lepas behel. Demi gigi yang tetap cantik dalam jangka waktu yang lama.

Rajin Sikat Gigi

Menyikat gigi tak pernah boleh luput dari keseharian kita. Setidaknya sehari 2 kali atau setiap kali habis makan dan sebelum tidur. Agar tidak ada makanan tersisa dan kondisi mulut tetap bersih. Sisa makanan yang berdiam diri di dalam mulut dan sela-sela gigi akan mengakibatkan masalah. Mulai dari bau mulut hingga terciptanya karang gigi atau plak yang mengeras pada gigi.

Pada saat masih mengenakan behel atau kawat gigi setiap kali kontrol dokter gigi atau ortodentis akan memeriksa kondisi gigi kita. Jika sudah tampak karang gigi maka akan disarankan untuk scaling atau pembersihan karang gigi. Setelah lepas behel maka diri kita sendiri yang harus mengontrolnya.

Jangan sampai usaha kita menjadi sia-sia karena setelah lepas behel malah lupa memerhatikan kebersihan gigi, ya. Sayang banget kan buang juta-jutaan rupiah kalau pada akhirnya gigi yang sudah rata dan rapi malah timbul banyak plak.

Bagi yang sudah punya anak, konsisten rajin sikat gigi juga dapat menular loh ke anak-anak. Tentu kita mau anak-anak kita selalu disiplin menyikat gigi agar mereka memiliki gigi yang sehat dan kuat hingga dewasa nanti.

Memeriksakan ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan Sekali

Seperti di iklan layanan masyarakat, nih. Sebaiknya kita memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali. Jika sudah ada plak bisa minta di-scaling. Atau siapa tahu ada gigi bolong yang tak terlihat jika mengecek sendiri di cermin. Dokter gigi akan melakukan tindakan agar tidak timbul masalah yang lebih besar pada gigi kita.

Agar gigi senantiasa sehat ada baiknya jika kita mulai menjaga makanan yang dikonsumsi. Setiap makan yang manis-manis jangan lupa minum air putih. Lebih baik lagi jika menyikat gigi.

Memakai Retainer Gigi

Retainer berfungsi untuk menjaga susunan gigi agar tidak berubah dari posisi terakhir. Masa penggunaan yang disarankan adalah nx2, atau dua kali waktu dari masa pemakaian behel. Misalnya saya pakai behel selama 6 tahun, maka retainer gigi harus dipakai selama 2 x 6 tahun. Hmmm, 12 tahun ya? Sampai si Hammam masuk SMP dong nih πŸ˜€

Retainer ada dua jenis. Yaitu berupa kawat dan acrylic. Saya pakai yang acrylic, modelnya seperti gigi palsu tetapi dapat menyarungi gigi. Warnanya yang transparan menjadikannya tak terlihat saat dipakai. Retainer jenis ini dapat dipakai kapan saja kecuali saat makan. Saya biasanya pakai di malam hari ketika tidur.

Retainer jenis kawat dipasang menempel pada gigi bagian dalam. Sehingga pemakaiannya permanen sampai dengan waktu yang ditentukan. Kayaknya lebih enak pakai jenis ini deh biar enggak ada alasan lupa. Tapi membersihkannya harus serius banget nih karena ada kawat lagi di belakang gigi kita, huhuhu. Ada juga sih retainer kawat yang bisa dilepas-pakai. Tapi kelihatannya kurang nyaman, ini model lama.

Setelah lepas behel

Kiri : retainer kawat lepas-pakai, kanan : retainer acrylic. Photo : Pixabay.com

Sedangkan retainer yang acrylic bisa pakai dan lepas. Lebih mudah dibersihkan tapi kadang suka kelupaan pakai. Dan jika dipakai tidur paginya akan menyisakan rasa tak enak di gigi. Rasanya gigi seperti berkarat, macam tak gosok gigi berhari-hari.

Memilih Pasta Gigi Yang Tepat

Karena kekurangan dari retainer jenis acrylic ini saya suka malas pakai. Lalu kok rasanya gigi kayak ada yang bergeser. Duh, senewen jadinya. Akhirnya saya mulai rajin pakai lagi nih. Terutama setelah saya menemukan pasta gigi yang cocok.

Banyak yang bilang pasta gigi K-Mu’min dari K-Link sangat bagus untuk mengusir plak dan cocok digunakan untuk pengguna kawat gigi. Karena saya dapat goodie bag berisi pasta gigi ini maka dicobalah.

Pertama kali pakai saya langsung jatuh hati. Gigi serasa bersih banget sampai ke sela-sela, napas juga jadi segar. Lalu lapor lah sama pak suami “Pih, pasta gigi yang dari K-Link itu udah saya buka, loh. Cobain deh.” Besoknya saya minta testimoni dan si bapak bilang pasta giginya oke banget, doi suka.

Kalau kamu sudah pernah scaling gigi, pasti tahu banget bagaimana rasanya setelah scaling. Gigi rasanya bersih banget dan napas jadi segar. Nah, itu dia yang saya rasakan setelah pakai K-Mu’min. Sungguh, ini enggak berlebihan.

K-Mu’min Tooth Paste untuk Perawatan Gigi Setelah Lepas Behel

k-mu'min

Photo : k-net.co.id

K-Mu’min Tooth Paste adalah pasta gigi herbal yang mengandung ekstrak siwak alami. Tidak mengandung alkohol dan halal. Hadir untuk membersihkan gigi, merawat kesehatan mulut dan gusi. Aromanya enggak wangi namun segar, juga memberi kesegaran yang long lasting. Sikat gigi pagi-pagi, sampai sore rasanya masih segar ajaaaa.

Kalau sikat gigi sebelum tidur juga, pas bangun paginya gigi masih terasa bersih. Bukan kayak orang bangun tidur, deh. Kok bisa gitu, ya? Jujur ih, amazed banget sama pasta gigi ini. Ternyata K-Mu’min juga mengandung lemon, tahu sendiri lah lemon memang juaranya dalam hal bersih-bersih.

Satu lagi kandungannya yang mengejutkan, ternyata adalah clove atau cengkeh. Rupanya cengkeh dipercaya oleh bangsa Cina dan India sebagai anodyne atau penghilang rasa sakit untuk keadaan darurat gigi. Mungkin kalau lagi sakit gigi terus sikat gigi pakai K-Mu’min bisa mengurangi rasa sakitnya kali, ya? Waktu itu sih pernah saya sariawan di bibir, setelah sikat gigi dengan K-Mu’min rasa sakitnya memang berkurang. Eh tapi bisa dipastikan enggak bisa mengusir rasa sakit hati loh, ya.

Baca juga : Minum Multivitami Ini Supaya Terhindar dari Sariawan

Siwak, lemon dan cengkeh rasanya jadi perpaduan yang saling melengkapi dalam kandungan sebuah pasta gigi. Siwak untuk mensucikan mulut, lemon dan cengkeh selain aromanya yang segar juga membantu membersihkan gigi. Bukan cuma untuk pengguna retainer acrylic ini, sih. Yang pakai retainer kawat juga perlu banget pasta gigi yang bagus begini. Bukan juga terbatas untuk mereka yang baru lepas behel, tapi cocok untuk semua orang kok πŸ™‚

Bagaimana Mendapatkan K-Mu’min Tooth Paste?

K-Mu’min Tooth Paste dibandrol dengan harga Rp. 82.000 untuk ukuran 135gr. Tergolong mahal, ya. Memang setiap produk K-Link memiliki kualitas premium, sehingga memengaruhi harganya. Tetapi dengan berbagai keunggulan K-Mu’min rasanya harga tersebut sudah pantas kok. Saya sudah berencana repurchase, nih. Kalau perlu stok kali ya.

Kabar baiknya, harga segitu masih bisa kurang kok gengs. Setiap member K-Link berhak untuk mendapatkan diskon hingga 20%. Jadi daftar dulu sebelum beli, supaya dapat diskonnya. K-Mu’min bisa didapatkan di stockist K-Link yang tersebar di seluruh Indonesia, atau sekarang sudah bisa secara online.

Oh ya, postingan ini tidak berbayar ya, gengs. Pure karena saya puas dengan K-Mu’min Tooth Paste. Pengin deh kalian juga nyobain, pokoknya rasanya beda banget. Kalau mau tahu produk lainnya langsung cuss aja ke www.k-net.co.id.

So, setelah lepas behel jangan lupa dirawat giginya ya. Gigi yang rapi memang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Tapi jika diimbangi dengan kebersihan dan kesegaran mulut tentunya akan lebih baik.

Terima kasih sudah mampir πŸ˜‰

Baca juga : Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

22 thoughts on “Perawatan Gigi Setelah Lepas Behel

  1. Joulied Widianto Syauqina says:

    saya juga baru aja lepas behel ,, yang harusnya udah dari 2 th lalu,, kalo saya 1jt itu baru retainer atas doang,, bangun tidur gigi emang rasanya kayak gak sikat gigi bertaun2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *