Menjaga Mata Selalu Sehat Agar Tetap Produktif

Ketika liburan ke Kupang dan Sumba beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman seperjalanan saling gantian motoin satu sama lain Sayangnya ada beberapa foto saya yang angle dan view-nya bagus, eh, objeknya malah blur. Fotografernya mengakui bahwa matanya minus tapi malas mengenakan kacamata. Jadi ya saya maklum, deh, kalau fotonya blur karena kamera saya juga settingnya manual jadi butuh pengelihatan yang tajam untuk fokus pada objek. Saat itu saya merasa sangat bersyukur dikaruniai mata sehat sejak kecil hingga sekarang.

Saya menyadari bahwa mata adalah indera penting yang keberadannya amatlah berharga. Mata sehat itu bagaikan nikmat yang nggak ada duanya, lah. Maka untuk menjaganya orang dewasa disarankan memeriksakan mata setiap 2 tahun, sedangkan anak-anak setiap 6 bulan sekali. Saya sendiri meskipun peduli terhadap kesehatan mata, belum pernah memeriksakannya ke dokter. Selama ini ya cuma sebatas menjaganya agar nggak sakit, lelah atau minus.

Bulan lalu ketika anak sedang sakit dan terpaksa saya begadang selama 3 malam karena harus menjaganya yang rewel banget. Akhirnya di malam ke-4 mata saya terasa sakit, jika menundukkan kepala mata ini rasanya mau copot. Area sekitar mata juga ikutan sakit. Saya takut mata ini kenapa-kenapa dan lumayan mengganggu aktivitas sehari-hari saat bekerja dengan laptop atau kamera. Untungnya setelah istirahat yang cukup akhirnya rasa sakitnya berangsur mereda.

Ternyata sakit yang saya derita itu adalah asthenopia atau mata lelah yang bisa diakibatkan karena terlalu sering memandang layar laptop/smartphone, melihat layar dalam jarak terlalu dekat, bisa juga karena kurang tidur. Informasi ini saya dapat dari sebuah talkshow yang diselenggarakan oleh Signify bersama Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), ahli bedah dan refraktif mata dan dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, ahli nutrisi.

Talkshow bertema “Mata Sehat Mendukung SDM Hebat” ini membahas bagaimana kesehatan mata sering kali terabaikan disamping peran vitalnya dalam membantu mewujudkan cita-cita dan menjadi saksi dari banyak peristiwa berharga dalam hidup kita.

Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, ahli bedah dan refraktif mata dari RSCM Kirana yang mewakili Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) mengatakan, “Kebanyakan orang di Indonesia masih tidak menyadari pentingnya melakukan tes mata secara teratur, yang merupakan tindakan pencegahan untuk mengantisipasi penglihatan yang buruk menjadi semakin parah.”

Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, ahli bedah dan refraktif mata dari RSCM perwakilan Kirana Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia)

Masalah mata pada orang Indonesia umumnya adalah Katarak, Myopia (rabun jauh atau minus), Presbyiopia (mata tua), Amblyopia (mata malas), Hyperopia (rabun dekat atau mata jauh) dan Asthenopia (mata lelah). Semua masalah ini perlu ditangani agar dikemudian hari nggak bertambah parah.

Lalu apa, sih, hubungannya antara mata sehat dengan SDM yang hebat? Tentu dengan mata yang sehat seseorang akan lebih produktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari, baik dalam belajar, bekerja maupun menjalankan hobi. “Karena gangguan mata yang terjadi pada 1 orang, setidaknya ada 2 orang yang menjadi tidak produktif. Yaitu orang dengan gangguan mata itu sendiri dan orang yang harus membantunya beraktivitas.” Lanjut Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE.

Untuk mendukung kreativitas ini kita juga membutuhkan cahaya di dalam ruangan. Berdasarkan hasil survey Signify 74% masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 8 jam sehari di dalam ruangan dengan pencahayaan buatan. Karena model rumah yang ada saat ini cukup minim sumber cahaya matahari, ya, makanya membutuhkan lampu di dalam ruangan untuk meningkatkan kreativitas. Sementara itu cahaya yang buruk dapat memengaruhi pengelihatan menjadi kurang maksimal.

Menjaga Mata Tetap Sehat

Kita tentu sudah lumrah dengan jenis sayuran wortel yang disebut-sebut sebagai sumber vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Ternyata kandungan yang ada di dalam wortel adalah provitamin A, lho, bukan vitamin A. Nah baru tahu deh karena dijelaskan oleh dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes. Tapi tetap saja wortel baik untuk mata selama kita juga mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi lain seperti protein. Karena protein lah yang akan mengantarkan nutrisi dari wortel dan sayuran atau buah-buahan lain yang mengandung vitamin atau provitamin A ini ke organ-organ tubuh termasuk mata.

Talkshow “Mata Sehat Mendukung SDM Hebat”

Selain mengkonsumsi makanan bergizi, cara menjaga agar mata selalu sehat adalah dengan menghindari rokok dan sinar UV. Bagi anak-anak ada baiknya sering melakukan aktivitas outdoor.

Usahakan saat membaca atau bekerja di depan layar komputer menggunakan cahaya yang cukup, jangan terlalu lama memandang layar ponsel apalagi dalam jarak yang cukup dekat, dan mengistirahatkan mata. Rekomendasi dari WHO (World Health Organization) untuk merawat mata adalah 20-20-20 rules, yaitu setelah bekerja selama 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan memandang sejauh jarak 20 kaki (sekitar 5 meter). Untuk anak-anak sebaiknya banyak melakukan kegiatan outdoor.

Gunakan Philips LED EyeComfort

Terkait dengan pencahayaan Signify memberikan solusi bagi penerangan di dalam ruangan. Sejak tahun 2011 Signify telah memperkenalkan dan mendorong masyarakat untuk menggunakan pencahayaan LED, kemudian meluncurkan Philips LED MyCare pada tahun 2018 dengan teknologi Interlaced Optics, dan kini menghadirkan varian baru yaitu Philips MyCare LEDStick dan Philips LED Downlight Meson.

Philips MyCare LEDStick sangat cocok digunakan baik untuk di rumah, toko atau restoran. Teknologi lampu ini memberikan cahaya yang menyeluruh, 70% lebih tidak silau dibandingkan dengan lampu pijar biasa. Hadir dalam warna putih (cool daylight) dan kuning (warm white) dengan daya mulai 5,5 watt sampai 9,5 watt.

Sedangkan Philips LED Downlight Meson hadir dalam bentuk bundar dan persegi yang dirancang khusus menyebarkan cahaya yang sangat terang. Pemasangannya sangat mudah baik di permukaan langit-langit rumah maupun di celah tersembunyi. Warna yang tersedia adalah putih dengan daya mulai 3,5 watt sampai 24 watt.

Hemat Energy dan Mata Lebih Sehat dengan Philips LED

Saya adalah pengguna setia Philips LED sejak tahun 2013. Saat itu saya beli Philips LED EyeComfort dan sampai sekarang bohlamnya masih awet belum pernah ganti. Karena Philips LED memang dirancang dengan masa pakai bohlam sampai dengan 15 tahun. Dengan watt kecil yang setara dengan puluhan watt lampu konvensional tentunya di rumah akan semakin hemat energy, dong.

Selain itu Philips LED juga telah mengikuti standar EyeComfort yang sangat ketat, meliputi : tidak terlihat berkedip, tidak silau, mampu mengubah terang lampu, mampu mengubah warna atau tone lampu, efek stroboskopik (kemampuan untuk menghilangkan distorsi dalam persepsi gerak), keamanan fotobiologis (keamanan cahaya biru) dan tidak menimbulkan suara.

Semua kriteria tersebut bukan hanya menjadikannya lampu yang terangnya nyaman di mata tapi juga nyaman bagi pendengaran ketika menempatkan lampu di sisi tempat tidur kita.

Oh ya pada acara ini para undangan dipersilakan untuk screening mata bersama Perdami. Alhamdulillah hasil tes yang dijelaskan oleh dokter spesialis mata, kedua mata saya dinyatakan sehat nggak minus. Tekanan bola mata pun baik sehingga saya bisa terhindar dari penyakit glukoma.

Bagi kalian yang belum pernah melakukan pemeriksaan mata, silakan ya diperiksa. Agar terhindar dari keterlambatan penanganan. 80% informasi yang ada di dunia ini bisa kita dapat dari mata. Dengan mata yang sehat produktivitas pun akan meningkat, gengs! Dan jangan lupa selalu gunakan cahaya yang baik di dalam ruangan untuk kenyamanan mata kita.

  •  
  •  
  •  
  •  

2 thoughts on “Menjaga Mata Selalu Sehat Agar Tetap Produktif

  1. Tanti Amelia says:

    Saya pake lampu LED Philips yang super panjang itu sejak tahun …. 2005! Lama ya, baru sekali itu ganti gara gara anak anak main bola! Wasalam deh..

    Pake lampu Philips ini bikin mata adem dan karena tidak kedap kedip jadi nyaman buat anak anak belajar, dan emaknya melukis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *