menata ruang kerja

Menata Ruang Kerja di Rumah Mungil

Pekerjaan rumah memang memiliki seni tersendiri dalam menjalankannya. Entah itu yang sifatnya beres-beres printilan hingga menata perabot rumah agar tempat tinggal semakin nyaman dihuni. Apalagi menata rumah dapat memberikan dampak positif bagi yang melakukannya. Terutama bagi yang biasa bekerja di rumah, tentunya menata ruang kerja agar lebih kondusif bisa mendatangkan banyak ide-ide cemerlang. Bayangkan kalau ruang kerjanya berantakan, jangankan ide, bahkan mood pun akan sulit untuk datang.

Ruang kerja yang saya maksud bukan hanya ruangan dengan komputer atau laptop dan buku-buku. Tapi bisa apa saja. Bisa itu dapur jika kegiatan sehari-harinya lebih sering memasak. Bisa jadi ruang kerja kita adalah ruang menjahit. Setiap ruang kerja hendaknya memiliki tata letak yang enak dilihat agar kita lebih semangat kerjanya. Bahkan untuk menyetrika baju ibu-ibu kadang menjadikan ruangannya senyaman mungkin.

Tapi bagaimana nih kalau ternyata rumah kita adalah tipe rumah mikro yang ukurannya sudah pasti mungil? Boro-boro cyyyn mau punya ruang kerja di rumah. Buat menampung perabotan saja sudah nggak muat lagi. Eitts, jangan sedih. Segala hal ada tips dan triknya, seperti serba-serbi menata rumah mungil dan menata ruang kerja yang disampaikan oleh Adelya Vivin dan Zata Ligouw pada sebuah talkshow di Jakarta Convention Center, 31 Juli 2019 yang lalu. Acara ini bertepatan dengan berlangsungnya Indonesia Properti Expo 2019, dimana terdapat ratusan developer menggelar pameran properti hunian rumah dan apartemen.

ipex-2019

Sebelum lanjut bahas tentang menata ruang kerja, kalian mungkin ingin mampir nih di tulisan saya tentang Tips Dekorasi, Rumah Kecil Tak Harus Sempit.

Small Space Living

Small space living adalah tema yang diangkat oleh Adelya Vivin atau biar akrab kita panggil saja Mbak Adel. Tema ini sesuai dengan tempat tinggal Mbak Adel yang memiliki luas bangunan 33 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi. Meski sangat sangat mungil tapi kalau cek di akun Instagram @adelyavk kelihatan sangat nyaman.

Kenyamanan bisa tercipta karena kebersihan rumah, warna interior dan perabot serta tata letaknya yang sedemikian rupa. Berikut ini adalah tips dari Mbak Adel tentang small space living yang nyaman.

Perencanaan

Ketika akan membangun sebuah rumah atau merenovasi rumah yang sudah ada, sangat penting untuk dilakukan perencanaan. Pertama tentukan terlebih dahulu tema rumah yang disukai. Kalau sekarang yang lagi trend rumah-rumah Japanese or Korean style, juga Bohemian. Kemudian perencanaan dilanjutkan dengan memperhatikan 4 poin berikut ini:

  1. Mencatat kebutuhan pokok anggota keluarga
  2. Mengenali karakter diri sendiri dan keluarga
  3. Referensi
  4. Budget

Jadi kita harus mengenali karakter diri sendiri, karakter anggota keluarga beserta kebutuhannya. Misalnya nih, seorang itu yang gemar memasak maka akan membutuhkan dapur yang cukup luas. Anak-anak yang senang menggambar atau melukis bisa disediakan ruangan sendiri untuk berkarya.

open kitchen

Kemudian kita akan butuh referensi dalam mewujudkan tempat tinggal yang nyaman. Misalnya ingin memiliki kamar seperti di salah satu kamar hotel yang pernah didatangi. Atau dengan melihat-lihat akun instagram dan pinterest yang membahas tentang rumah beserta interior dan eksteriornya.

Tentunya semua itu disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Jangan sampai dengan budget minimal kita malah mencari referensi pada bagian rumah-rumah mewah. No! Tetaplah realistis ya, Buibu. Di Indonesia Properti Expo atau IPEX juga bisa banget nih cari referensi atau sekalian cari-cari rumahnya.

Tetapi kalau mau membeli furniture yang cukup pricey, Mbak Adel menyarankan untuk berinvestasi pada sofa yang bagus. Nggak apa-apa kalau harganya sedikit mahal, asalkan barangnya kuat. Karena sofa yang terbuat dari best quality material pastinya akan terasa lebih nyaman untuk digunakan bersama keluarga dalam jangka waktu yang lama.

Menata Rumah Mungil

Setelah rumah jadi sesuai dengan desain dan referensi yang kita inginkan, saatnya menata rumah dengan memperhatikan 6 poin penting, yaitu :

  1. Pencahayaan
  2. Sirkulasi udara
  3. Warna cat
  4. Tempat penyimpanan
  5. Tanaman
  6. Furniture sesuai tema

Bicara soal rumah mungil, sumber cahaya menjadi salah satu kebutuhan utama. Karena jika rumah yang kecil tapi nuansanya agak gelap jadinya terasa semakin sempit. Berbeda efeknya jika diberikan pencahayaan yang baik. Jendela yang cukup besar dapat membuat ruangan lebih terang di siang hari sehingga suasanya menjadi lebih lega, selain itu juga sirkulasi udaranya akan lebih baik.

Trik pecahayaan di dalam rumah berukuran kecil bisa menggunakan skylight di bagian dapur, baik dapur yang tertutup atau dapur model terbuka yang langsung bisa diakses dari ruang tamu. Skylight bisa dibuat dengan menggunakan atap polycarbonate sebagai pengganti kaca, sehingga cahaya bisa masuk. Jadi siang hari nggak perlu pakai lampu untuk menghemat energi. Sedangkan di malam hari bisa menggunakan lampu baik yang berwarna putih terang atau warna kekuningan untuk menghadirkan suasana hangat di dalam rumah.

lamps
lamps

Sirkulasi udara selain di ruang tamu dan kamar tidur juga perlu dipasang pada area dapur. Karena dengan sirkulasi udara yang baik maka keadaan di dalam rumah akan lebih bersih dan sejuk. Area dapur yang kekurangan sirkulasi udara dapat mengakibatkan lantai, dinding dan perabotan berminyak karena uap ketika memasak nggak bisa keluar dengan seharusnya.

Pemilihan warna cat sebaiknya disesuaikan dengan tema rumah. Misalnya untuk rumah Japanese dan Korean style gitu kan lebih clean and bright jadi bisa pilih warna terang seperti putih dan warna-warna pastel.

Untuk small space living hindari membeli perabot terlalu banyak apalagi jika ukurannya terlalu besar. Pastikan kita tetap memiliki ruang yang cukup. Tempat penyimpanan barang-barang bisa menggunakan laci atau ambalan yang dipasang pada dinding. Misalnya buku-buku dan mainan anak bisa menggunakan ambalan karena benda-benda ini memiliki keindahan tersendiri saat dipajang di ruang keluarga, juga mengingat kebutuhannya mainan dan buku pasti akan selalu dimainkan atau dibaca.

Kita juga bisa menggunakan laci sebagai tempat penyimpanan, dengan kelebihan rumah akan terlihat lebih rapi tanpa ada printilan yang mencuat. Kecuali jika mengusung tema Bohemian yang sengaja mengekspose beraneka benda kecil di dalam rumah.

small-space-living

Pemilihan tanaman juga dapat mempercantik rumah serta menjadikan udaranya lebih segar. Salah satu tanaman yang saya lihat di instagram @adelyavk adalah tanaman Sansevieria yang diletakkan di dalam rumah. Manfaatnya tanaman ini antara lain : menyerap polutan, tetap memproduksi oksigen di malam hari, mengurangi zat-zat merugikan, menetralkan racun nikotin dan dapat menyerap radiasi.

View this post on Instagram

Manfaat Sansivieria/lidah mertua . -1. Menyerap Polutan Dari penelitian yang dilakukan NASA Clean Air Study tahun 1989, tanaman Lidah Mertua secara efektif dapat menghilangkan polutan (seperti formaldehyde, xylene, toluene, dan nitrogen oxides). Lidah Mertua bekerja membersihkan udara dengan cara menyerap racun melalui daun-nya dan memproduksi oksigen. -2. Baik untuk disimpan satu di dalam kamar tidur karena pada saat tanaman lain melepaskan karbon dioksida pada malam hari, Lidah Mertua meneruskan memproduksi oksigen. -3. Mengurangi Sick Building Syndrome Apakah Sick Building Syndrome itu? Sick Building Syndrome adalah keadaan dimana ruangan yang ditempati oleh orang-orang memiliki kandungan karbon dioksida (CO2), nikotin, dan efek penggunaan AC yang tinggi. Dengan menempatkan Lidah Mertua di ruangan, zat-zat yang tidak bermanfaat yang merugikan kesehatan kita, dapat dikurangi. -4. Menetralkan Racun Nikotin Lidah mertua mampu memproduksi oksigen dalam jumlah tinggi sehingga asap tembakau yang mengandung racun nikotin dapat dinetralisir. -5. Menyerap Radiasi Tempatkan satu pot Lidah Mertua di ruang tamu, radiasi peralatan elektronik seperti televisi, komputer, dan handphone bisa diserap. -6. Mudah diurus Lidah Mertua ini sangat mudah diurus. Jangan khawatir bila lupa menyiramnya atau harus pergi beberapa hari ke luar kota. Justru tanaman Lidah Mertua ini tidak boleh sering disiram. Bila sering menyiramnya, Lidah Mertua akan cepat membusuk dan mati. Siram sedikit jika tanahnya terlihat kering. (source : theurbanmama.com) #sansevieria #plants #SAhappytinyhome

A post shared by Adelya (@adelyavk) on

Sansevieria yang saya ambil dari instagramnya Mbak Adel, karena mohon maaf gambar pohon beginian susah nyarinya di canva dan pexels ๐Ÿ˜›

Last but not least adalah memilih furniture yang sesuai dengan tema rumah. Supaya matching dengan interior lainnya dan bikin tempat tinggal menjadi super cantiiiik. Salah satu furniture yang saya lihat di IPEX 2019 ada tempat duduk model drum kayu gitu. Kayaknya lucu nih buat dijadikan salah satu futniture di rumah.

menata-ruang-kerja
Ini nih tempat duduknya lucu banget, jadi pengin bawa puang satu aja.

Tips dan Trik Menata Ruang Kerja

Topik berikutnya adalah tips dan trik menata ruang kerja oleh Mbak Zata Ligouw. Saya masih ingat sekali di tahun lalu pernah menghadiri event yang sama dengan Mbak Zata dalam launching produk kalkulator yang temanya colorful. Saat itu kami ditantang untuk membuat tulisan tentang bagaimana warna-warni dapat membangkitkan mood. Pemenang dari blog competition tersebut berhak mendapatkan hadiah ke Jepang. Nah, Mbak Zata inilah pemenangnya. Jadi memang sudah cocok banget kalau beliau diminta untuk sharing topik menata ruang kerja yang bisa dilakukan dengan fun dan memanfaatkan benda-benda di sekitar.

menata ruang kerja

Menurut Mbak Zata, ruang kerja tidak harus berada pada sebuah ruangan khusus. Apalagi jika memiliki rumah mungil seperti Mbak Adel, kalau memikirkan ruangan khususnya dahulu pasti nggak akan terwujud memilki tempat kerja yang nyaman. Maka dari itu kita kita harus pandai memanfaatkan dan mendekorasi ruang kerja yang kita tunjuk agar terasa nyaman dan sedap dipandang mata.

menata-ruang-kerja

Ruang kerja bisa berada di salah satu sudut ruangan yang memiliki space lebih. Atau jika perlu pindahkan perabot yang kira-kira tempatnya bisa dijadikan ruang kerja. Nggak perlu terlalu besar, yang penting cukup untuk sebuah meja kerja yang memiliki laci, kursi yang nyaman dan meja kecil untuk menaruh benda-benda lain seperti stationery atau makanan ringan dan air minum.

Sebuah meja kerja yang fungsional bisa didapatkan di toko-toko furniture atau bahkan di marketplace dengan harga terjangkau yaitu mulai Rp. 200-an. Sedangkan kursinya bisa memanfaatkan kursi yang ada di rumah. Mbak Zata juga menyarankan untuk menaruh tanaman di ruang kerja. Entah tanaman kecil yang bisa diletakkan di atas meja atau yang agak besar dengan memposisikannya di sudut ruangan.

Salah satu tanaman kecil yang bisa diletakkan di meja kerja adalah kaktus. Selain bentuknya yang lucu-lucu, kaktus juga sangat mudah dirawat dan nggak akan layu kalau lupa disiram selama 1-2 minggu.

Kemudian untuk membangkitkan mood, kita bisa lho menambahkan DIY moodboard. Yaitu sebuah papan kecil yang digantung di dinding untuk ditempel segala sesuatu yang dapat membangkitkan mood kita. Bisa foto bersama buah hati yang dapat memotivasi untuk bekerja lebih tekun. Potongan-potongan quotes atau gambar-gambar lucu. Pokoknya apa saja yang kita suka dan jika melihatnya suasana hati bisa menjadi lebih baik.

mood-board

Pada sesi tanya jawab, saya mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber tentang perkabelan. Karena saya lumayan pusing dengan kabel-kabel di ruang kerja saya yang cukup bikin ruangan jadi kelihatan berantakan. Sementara rumahnya Mbak Adel di instagram nggak pernah saya lihat ada kabel melintang, mungkin karena rumah model sekarang saklar listrik adanya di bawah, ya. Beda sama tempat tinggal saya, rumah zaman old yang colokannya pasti ada di atas.

Menurut Mbak Adel kabel bisa diakali dengan rumah kabel, semacam pipa tapi bentuknya kotak, yang biasa dipakai di kantor-kantor. Kotaknya ini bisa ditaruh di bawah, di belakang meja tivi atau di sudut ruangan dengan memberi spare kabel agak panjang. Jadi kalau mau pindah-pindahan perabot rumah kabelnya bisa tetap stay di tempat semula.

Sementara itu Mbak Zata memberikan ide brilian dengan memanfaatkan box bekas seperti kardus sepatu or such yang ukurannya nggak terlalu besar dan dihias dengan sampul kado lucu-lucu. Masukkan saklar atau colokan ke dalam kardus, beri lubang sedikit saja untuk kabelnya yang harus disambungkan ke listrik. Kemudian buat lagi lubang-lubang dengan ukuran lebih kecil untuk kabel yang akan kita gunakan sehari-hari, seperti kabel charger handphone dan laptop, kabel lampu, kabel kipas angin dan lain-lain. Lalu bagian atas kardusnya bisa ditutup selayaknya kita menutup box sepatu. Karena bentuknya yang unik serta warnanya bisa menyesuaikan ruang kerja maka box kabel ini bisa diletakkan di bawah meja atau di atas meja sekalipun. Waw, menarik banget, ya.

***

Di mana pun kita tinggal, di rumah yang kecil atau rumah besar sekalipun, kunci dari kenyamanannya adalah bagaimana cara kita merawat dan memelihara tempat yang menjadi persinggahan setiap hari. Di situlah kebahagiaan sebuah keluarga akan tercipta, maka teruslah pelihara rumah kita menjadi tempat paling nyaman untuk ditinggali.

Terima kasih Mbak Adel dan Mbak Zata untuk tips dan triknya. Semoga saya dan teman-teman semua bisa mengaplikasikannya :). Dan terima kasih kepada Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) untuk kesempatan ini.

menata-ruang-kerja
After talkshow with Mbak Adel and Mbak Zata at IPEX 2019

More info about Indonesia Properti Expo bisa dicek di instagramnya @indonesiapropertiexpo atau di website Inapex.co.id. IPEX 2019 sudah berlangsung sebanyak 2 kali yaitu bulan Agustus ini dan sebelumnya di bulan Februari. Jadi yang belum sempat datang ke IPEX kemarin tungguin ya info di websitenya, kapan IPEX berikutnya akan digelar. See you on next post ๐Ÿ™‚

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *