Membawa Budaya Minum Jamu ke Amerika

Suatu kali pernah ada yang bertanya “Bagaimana caranya badan kamu bisa tetap kecil padahal sudah jadi ibu-ibu?” Yeah, tipikal pertanyaan yang dilontarkan oleh perempuan berusia matang kepada perempuan lain yang kelihatan masih seperti anak gadis *eh. Iseng saja saya jawab, “Saya masih menjalankan budaya minum jamu.” Eeeh malah ditanya lagi, “Jamunya apa?” Hahahahaha. Akhirnya saya jujur deh. Jujur apa, hayooo?

Akhirnya saya jujur, jawaban tersebut hanya gurauan. Habisnya saya memang nggak ada rahasia apapun soal berat badan. Hahaha. Kalau minum jamu pun nggak diniatkan biar langsing atau bagaimana, tapi karena suka saja dengan minuman herbal gitu. Bisa bikin badan terasa segar.

Di depan rumah saya ada pohon sirih yang daunnya lebat banget. Daripada nganggur ya, saya sering panggil tukang jamu gendong untuk mampir ke rumah. Supaya dia bisa petik daun sirihnya untuk bahan campuran jamu. Sekalian mbaknya petik dauh sirih jadinya saya suka pesan kunyit asem, kesukaan saya dicampur dengan beras kencur. Biasanya orang rumah juga pada nimbrung sih beli kunyit asem, kalau yang anak-anak maunya minuman beras kencur saja.

hijab yang nyaman
Itu di belakang pohon sirihnya, hehe.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah.

Wikipedia

Bicara soal jamu, kira-kira sekarang masyarakat Indonesia masih rajin minum jamu nggak, ya? Jamu itu kan asalnya dari Indonesia, jadi kalau kita konsumsi jamu sama saja dengan mempertahankan tradisi, ya nggak sih? Daripada jajan minuman manis-manis apalagi yang bersodanya keseringan mending sesekali diselingi dengan konsumsi minuman herbal atau jamu. Apalagi sekarang musimnya lagi kurang oke, nih. Udara panas banget bikin daya tahan tubuh melemah. Setidaknya minum jamu dapat memberikan tubuh kita amunisi.

Memperkenalkan Budaya Minum Jamu di Amerika

Sebagai peringatan HUT RI ke-74 tahun ini ada perayaan unik yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Amerika Serikat. Mereka yang tergabung dalam PERMIAS (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat) Philadelphia ini mengadakan workshop dengan tema “Suwe Ora Jamu : Celebrating Jamu as a new lifestyle for the young generation“. Nah, unik banget kan? Pasti pada mikir, jauh-jauh ke Amerika kok malah ngomongin soal jamu, sih?

Jadi acara ini digagas oleh seorang mahasiswi asal Indonesia bernama Audrey Tirtaguna selaku Public Relation dari PERMIAS Philadelphia. Menjelang peringatan HUT RI dirinya tercetus ide untuk mengadakan workshop pembuatan jamu. Alasannya adalah sudah jauhnya anak muda Indonesia dari minuman tradisional ini. Jangankan di Amerika, ya. Yang masih tinggal di negeri sendiri pun banyak anak muda yang belum familiar dengan minuman jamu. Sedangkan Suwe Ora Jamu adalah brand lokal produsen jamu yang dikemas secara modern dan rasanya pun enak.

Kebetulan di bulan September ini founder Suwe Ora Jamu, Ibu Nova Dewi berkesempatan mengunjungi negara Amerika Serikat. Sehingga terjalinlah kerjasama antara Suwe Ora Jamu dengan PERMIAS Philadephia untuk memperkenalkan jamu kepada mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Amerika Serikat juga kepada komunitas internasional di negara tersebut. Hal ini juga sejalan dengan Suwe Ora Jamu yang sering mempromosikan jamu kepada masyarakat lokal maupun internasional.

Kanan ke kiri : Bianca Goenawan (Wakil Ketua) Gracelynn Soesanto (Ketua) Audrey Tirtaguna (Public Relations) Nova Dewi (Founder Suwe Ora Jamu)

Tak hanya mahasiswa di Philedelphia, PERMIAS juga mengundang mahasiswa Indonesia di kota-kota sekitar seperti New York, New Jersey dan Washington DC. Dalam kegiatan ini Audrey Tirtaguna bersama 3 orang temannya yaitu Gracelynn Soesanto (Ketua), Bianca Goenawan (Wakil Ketua), Rahelita Haryono (Project Manager) beserta pengurus lainnya mengadakan jamu tester, presentasi dan tanya jawab tentang sejarah dan perkembangan jamu dan demo pembuatan jamu.

Langsung praktek nih bikin jamu. Seru banget deeeh.

Nggak hanya itu, mereka yang datang berkunjung mendapatkan kesempatan untuk praktek singkat secara langsung pembuatan jamu dari bahan-bahan yang disediakan. Semua pengunjung pun sangat antusias dengan workshop ini. Wah, seru banget yaaa. Saya malah belum pernah nih praktek bikin jamu. Jadi mau deh ๐Ÿ˜›

Audrey Tirtaguna, Ibu Nova Dewi bersama salah satu peserta workshop

Happy banget lho, melihat anak-anak muda zaman sekarang yang hidupnya sudah serba hi-tech tapi masih tetap menjunjung tinggi budaya Indonesia. Kalau ada lebih banyak lagi pemuda seperti Audrey Tirtaguna baik yang tinggal di Indonesia maupun yang sedang menyelesaikan pendidikannya di luar negeri, pastinya budaya minum jamu akan tetap lestari.

Minum jamu itu nggak kuno, kok. Apalagi sekarang sudah ada jamu-jamu yang dikemas menarik tapi nggak mengurangi khasiatnya seperti yang diproduksi oleh Suwe Ora Jamu. Sebagai tradisi turun temurun semoga budaya minum jamu akan terus dijalankan agar masyarakat Indonesia tetap sehat dan bugar.

So, sudahkah kamu minum jamu hari ini? ๐Ÿ™‚

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *