koki-koki cilik 2

Liburan di Cooking Camp Bersama Koki-koki Cilik 2

Jadi orang tua rasanya senang-senang saja ya kalau sedari awal si kecil sudah menunjukkan kebolehannya dalam suatu bidang. Apalagi zaman now mamah-papah muda memiliki pemikiran yang lebih terbuka. Bahwa cita-cita itu nggak melulu harus jadi dokter atau pilot, asalkan positif dan berguna untuk banyak orang. Tapi nggak begitu dengan Adit dalam film Koki-koki Cilik 2 yang nggak dibolehin sama papanya main-main di dapur. Padahal mama Adit jago banget masak, lho.

Menyusul kesuksesan film Koki-koki Cilik yang pertama di tahun 2018 lalu, MNC Pictures kembali menghadirkan film lanjutannya di tengah keluarga Indonesia pada musim liburan tahun 2019 ini. Dengan cerita yang makin seru dan para pemeran baru yang menjadikan film Koki-koki Cilik 2 lebih berwarna, siap ditonton oleh penggemar film di Indonesia mulai tanggal 27 Juni 2019 yang akan datang.

koki-koki cilik 2

Bima dan teman-teman merasa rindu dengan Cooking Camp, tempat mereka pernah menjadi koki cilik 2 tahun yang lalu. Cooking Camp adalah sebuah perkemahan bagi anak-anak yang ingin belajar memasak, sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. Jika belum sempat nonton film yang pertama nggak perlu khawatir jadi nggak mengerti jalan ceritanya karena film ini diawali dengan cuplikan film sebelumnya.

Cooking Camp telah ditutup sejak dipimpin oleh Chef Grant yang menggantikan founder Cooking Camp Chef Malik. Penyebabnya adalah sebuah pernyataan dari Chef Evan di Youtube tentang kurangnya kredibilitas pemimpin Cooking Camp yang sekarang, sehingga para orang tua enggan mendaftarkan anaknya.

Bima, Niki, Alfa, Kevin dan Mely sangat kecewa tapi tak putus asa dan berusaha untuk mengembalikan Cooking Camp seperti sedia kali. Ditambah dengan Key (cucu dari Chef Malik) akhirnya Koki-koki Cilik ini menyemangati Chef Grant untuk kembali membuka Cooking Camp. Ide berjualan untuk mengumpulkan modal pun dijalani dengan riang gembira. Apalagi kehadiran Adit dan Tante Adel semakin melengkapi tim.

koki-koki cilik 2
Cast Koki-koki Cilik 2

Saya sudah nonton film ini tanggal 20 Juni 2019 bersama teman-teman dari Indonesian Social Blogpreneur dalam Gala Premier Film Koki-koki Cilik 2 di XXI Kota Kasablanka, Jakarta. And here’s my review.

koki-koki cilik 2

Yang Lebih Seru di Koki-koki  Cilik 2

Karakter baru yang dihadirkan pada film Koki-koki Cilik 2  adalah Adit (M. Adhiyat) yang merupakan anggota paling kecil di Cooking Camp. Perilakunya yang belum bisa beradaptasi dengan teman-teman baru menjadikannya kurang disukai oleh anggota yang lain. Tapi setelah lulus tes masak dan berkat bantuan Tante Adel (Kimberly Rider) akhirnya persahabatan mulai terjalin di antara mereka. Bima (Farras Fatik) dan Niki (Clarice Cutie) pun menjadi sahabat yang sangat baik bagi Adit karena selalu menjadi penengah ketika terjadi konflik antara Adit dengan teman-teman lain.

Kevin, Alfa, Mely dan Key masih dengan karakter yang sama. Kevin (Marcello Mahesa), si doyan makan yang selama berjualan di food truck selalu menyicipi makanan secara berlebihan. Alfa (Ali Fikry) yang wajahnya sungguh cute tapi suka ngisengin temannya. Key yang diperankan oleh Romaria Simbolon masih sama kelakuannya ketika disuruh mendokumentasikan sesuatu, suka nggak perfect dan minta dimaklumi. Bagaimana dengan Alifa Lubis yang berperan sebagai Mely? Wah makin kocak! Segala perkataannya diucapkan dengan cara yang paling centil dan menggemaskan.

Penulis skenario Vera Varidia masih membawa beberapa hal dari film pertama seperti jargon “transfer energi” dan Timi si kambing peliharaan Cooking Camp. Sepertinya akan membuat penonton yang sudah tahu film sebelumnya bakal teringat kembali dengan adegan menculik Timi.

Yang bikin film ini semakin seru adalah perbedaan usia antara Bima dan teman-teman dengan usia Adit. Bagaimana akhirnya mereka bisa nge-blend satu sama lain itu harus melewati proses yang nggak mudah. Meskipun telah diterima di Cooking Camp tapi teman-teman masih kurang memahami sifat Adit. Pertengkaran demi pertengkaran pun terjadi. Padahal Adit senang banget bisa join Cooking Camp dan menyalurkan bakat serta minatnya. Untung ada Tante Adel yang sifat lembutnya sangat mendamaikan hati.

Sementara itu Chef Evan (Christian Sugiono) kurang suka nih kalau Cooking Camp kembali di buka apalagi setelah Adit bergabung. Kemudian muncullah ide untuk melakukan battle antara tim Chef Evan dengan Adit and the gank. Siapa yang kalah harus menanggung konsekuensi cukup berat.

Film Keluarga yang Tak Sekedar Menghibur

Dengan setting tempat di pegunungan film ini menawarkan keindahan alam dan petualangan. Selain itu di lokasi berbeda Cooking Camp ditantang untuk menaklukan para pembeli saat mereka berjualan yang merupakan petualangan lain dan menjadi pengalaman baru bagi anak-anak. Mendapati berjualan tak semudah yang mereka sangka, Tante Adel memberikan solusi yang membangkitkan semangat anak-anak.

koki-koki cilik 2
Gimmick tenda Cooking Camp
koki-koki cilik 2
By Dian Safitri

Film yang disutradarai oleh Viva Westi ini merupakan film yang cocok untuk ditonton oleh segala usia, baik oleh orang tua maupun anak-anak. Jalan ceritanya mengalir secara ringan agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Karakter-karakter unik yang ada di film ini bisa menghadirkan pemahaman bagi si kecil bahwa setiap orang itu berbeda.

Pesan moral yang disuguhkan bagi anak-anak adalah bagaimana mereka harus tetap semangat dalam mengejar cita-cita dan impian. Karena usia anak-anak itu memang lagi bahagia-bahagianya dengan mimpi mereka, apalagi ketika orang tua memberikan support. Serta bagaimana mereka harus bangkit ketika terjatuh di tengah perjalanan mencapai impian. Bagaimana kata gagal itu bukan lagi sesuatu yang menakutkan karena selalu ada harapan untuk mencoba lagi dan lagi, sampai berhasil.

Di pertengahan film ada sedikit flashback tentang rasa kehilangan. Ini akan menjadi pelajaran bagi penonton usia dewasa untuk tetap mendukung anak-anak menikmati kesempatan yang mereka miliki. Karena anak-anak kita akan punya jalannya sendiri, maka biarkan mereka melewati jalan itu.

Inti dari film ini memang tentang keluarga, sih. Baik itu hubungan antara Adit dengan orang tuanya, juga keluarga barunya di Cooking Camp. Apalagi Chef Grant yang merasa Cooking Camp adalah separuh dari dirinya dan Koki-koki Cilik adalah semangat baginya.

Karena disuguhkan dengan trailer yang kocak, saya agak menyesal ketika saya nggak menyiapkan tissue. Karena ternyata di tengah gelak tawa sepanjang 90 menit durasi film ini ada terselip pesan-pesan yang menyentuh hati hingga membuat mata saya berkaca-kaca. Bukan cuma aksi keren Chef Evan saat memasak yang membuat hati saya meleleh, tapi juga ada perasaan tulus dan ikhlas yang sanggup membuat saya terkagum-kagum pada karakter Adit.

Oh ya satu lagi, chemistry antara Chef Grant, Tante Adel dan Chef Evan terbangun sangat baik di film Koki-koki Cilik 2. Sweet-sweet gimanaaa gitu.

Bagi para ortu yang masih bingung liburan sekolahnya mau ke mana, kenapa nggak ajak keluarga untuk nonton film Koki-koki Cilik 2 aja siiih? Pasti si kecil bakal happy banget, nih. Selain suka karena diajak nonton film yang ceritanya lucu,  juga pasti senang banget bisa jalan bareng mama papanya.

Jangan lupa, ya, film Koki-koki Cilik 2 di bioskop tayang mulai tanggal 27 Juni 2019.

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *