Join Hiip Academy, Membangun Personal Branding Itu Seru dan Perlu

Waktu akun instagram Kak Shintaries founder BP (Blogger Perempuan) Netwrok mengumumkan bahwa nama BP Network akan berganti nama HIIP Indonesia karena joint venture dengan HIIP Asia pada bulan April 2019 yang lalu, saya termasuk salah satu member BP Network yang ikut merasakan bahagia dan terharu. Happy banget pokoknya, karena selain BP Network memiliki tim yang super kece, juga sering kirim undangan event kepada saya. Hihi. Makanya ketika HIIP Indonesia mengadakan HIIP Academy #1 saya langsung daftar.

HIIP Indonesia adalah tempat bagi para influencer bisa terhubung dengan perusahaan atau brand melalui digital platform yang dilengkapi dengan AI (Artificial Intelligance). Yaitu teknologi kecerdasan buatan yang dapat menentukan influencer mana yang sesuai dengan kebutuhan brand dalam sebuah campaign. Jadi, dengan bergabung di HIIP Indonesia kita sebagai influencer hanya tinggal mendaftar, mengisi data diri, blog dan social media. Selebihnya biarkan HIIP yang bekerja. Asyik, ya?

hiip academy
Perkenalkan, ini namanya Mbak Almazia, co founder Blogger Perempuan Network. Photo by HIIP Indonesia.

Sedangkan HIIP Academy adalah program yang dibuat oleh HIIP Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas konten dari influencer. HIIP Academy #1 yang bertema “How to Build Your Blog Profesionally” ditujukan kepada para blogger yang ingin membangun personal brandingnya dengan membuat konten menarik, informatif dan interaktif. Beneran, ya, HIIP Indonesia nggak mau banget maju sendirian. Berkembangnya ngajak-ngajak, nih. Salute!

Sebagai seseorang yang sedang senang-senangnya menikmati dunia blogging yang seru ini, kadang saya pun memiliki pertanyaan untuk diri sendiri. “Apakah tulisan saya sudah cukup baik dan bisa dimengerti oleh pembaca? Apakah saya sudah memiliki personal branding?” Yang pertama mungkin jawabannya adalah “Iya” (biarin kepedean, LOL). Tapi untuk pertanyaan yang kedua, jawabannya “Tentu saja belum.”

I want to know more and more about blogging and how to self branding. Bagi seorang blogger, memiliki blog yang kece,disukai dan dicari pembaca adalah sebuah achievement. So first of all I wanna say thank you to HIIP Indonesia yang sudah menyelenggarakan HIIP Academy #1. Setelahnya semoga kalian jadi makin sayang sama blog ini. Aamiin.

Bertempat di Lantai 2 Gedung CoHive 101, Kuningan, Jakarta Selatan HIIP Indonesia menghadirkan narasumber Ariev Rahman (Travel Blogger) dan Sitta Karina (Lifestyle Blogger dan Penulis Fiksi). Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda namun memiliki kesamaan yaitu personal branding yang kuat.

hiip academy
Ariev Rahman bersama Sitta Karina, photo by HIIP Indonesia.

Setelah mendaftarkan diri di HIIP Academy sebenarnya saya agak ragu apakah akan bisa datang atau nggak di tanggal 10 Agustus 2019 tersebut. Soalnya saya habis sakit radang tenggorokan dan saat itu lagi batuk dan flu berat, butuh istirahat bwanget gitu, deh. Haha, manja amat, sih! Eh tapi ini Ariev Rahman gitu, lho! Yang rela menyeberang lautan meski (katanya) lagi bokek, demi sebuah konten! Yang rela mengorbankan hari kerja dan berakhir dengan dipotong gaji, demi bisa jalan-jalan. Duh, saya mending sakitnya nambah sehari daripada ketinggalan momen ini. Eheu!

Ariev Rahman dan Mitosnya Travel Blogger

Ariev Rahman yang memiliki nama asli Muhammad Arif Rahman memulai blogging sebagai travel blogger sejak tahun 2012. Tulisan tentang travel pertamanya adalah tentang pengalaman traveling di tahun 2010, gara-gara menang kuis di radio. Karena tulisannya yang menarik dan informatifnya kebangetan alias sangat detail, Ariev Rahman akhirnya menjadi blogger famous yang disukai banyak pembaca.

Sejumlah kompetisi yang ia menangkan telah membawanya keliling dunia. Bukan cuma itu, namanya sering sekali muncul sebagai Best Travel Blogger di berbagai versi media. Kalau saya sebutkan semua prestasinya kalian bakal keder, pasti. Ariev Rahman adalah Indonesia’s Best Travel Blog of the Year 2014 by Skyscanner Indonesia, The Best Indonesiaโ€™s Travel Blog 2018 by voucher.co.id dan True Wanderer 2019 by Wrangler Jeans Indonesia. Nah, lho!

hiip academy
Very humble person. Photo by HIIP Indonesia

Ariev bahkan pernah traveling ke Inggris, dibayarin tiketnya sama salah satu fansnya. Whaaat? Jujur saja pas dikasih tahu kayak gini , saya melongo!

Enak, ya? Kedengarannya sih, iya.

Ya bagian mananya sih yang nggak enak? Jalan-jalan ke berbagai belahan dunia, gratis. Hehe. Tapi sebagai sesama blogger (walau nasibnya masih beda), saya sedikit banyak mengerti, sih, bagaimana perjuangannya seorang travel blogger hingga bisa sampai pada titik ini. Jangan dikira travel blogger saat pergi ke suatu tempat kegiatannya cuma jalan-jalan. Ia harus mikir bagaimana caranya semua yang ia lihat dan alami bisa dirasakan juga oleh pembacanya melalui tulisan.

hiip academy
FYI yang jilbab pink itu saya ๐Ÿ˜€ Photo by HIIP Indonesia

Saya suka banget pas bagian Ariev Rahman merangkum mitos-mitosnya menjadi travel blogger. Simak…

#1 Nggak perlu waktu lama untuk menjadi Travel Blogger

Kalau kamu adalah seorang blogger yang baru main ke Singapura selama 3 hari kemudian menulis di blog tentang kisahmu jalan-jalan serta belanja oleh-oleh, dan itu adalah satu-satunya artikel traveling di blog, percayalah kamu belum menjadi travel blogger. Kamu baru berada pada tahap “blogger yang sedang traveling”.

Itu kata-kata siapa, sih? Katanya Ariev Rahman?

Bukaaan, itu bukan katanya Ariev, kok. Tapi itu kata saya. Lho ya betul, dong. Masa iya kita mau mendapatkan predikat travel blogger hanya karena satu tulisan itu? Ya apa kabar Ariev Rahman yang membangun personal brandingnya selama 2 tahun? So, go traveling more and write it. Sampai orang-orang notice bahwa tulisan kita ada dan bermanfaat bagi mereka.

Mitos-mitos yang lain silakan baca di tulisan berikutnya berjudul Mitos Travel Blogger yang Sering Kita Dengar, ya. Biar tulisan yang di sini nggak kepanjangan. Tengkiu….

Ok, lanjut.

Content is King, Consistency is the Key

Terlepas dari genre blog, mau itu travel blog, lifestyle, parenting and so on, yang paling penting untuk diingat, dipahami dan diamalkan adalah membuat konten secara konsisten. Memulainya dari mana?

Pertama, kita bisa memulainya dari sesuatu yang kita suka dan yang kita nggak suka. Apa yang kita suka ujung-ujungnya akan bersifat review dan rekomendasi. Sedangkan yang kita nggak suka bisa menghadirkan semacam tips dan trik agar kejadian kurang menyenangkan yang menimpa kita bisa dihindari oleh orang lain.

Selain itu tulisan dari sudut pandang orang pertama akan memiliki nilai personal touch dan bisa menjadikan pembaca merasa begitu dekat dengan penulisnya, seolah lagi ngobrol berdua. Jadi teruslah berlatih hingga menemukan gaya bahasa yang paling sesuai dengan diri kita.

Kedua, tulislah sesuatu yang kita kuasai seperti traveling, fotografi, finance, interior design, menjahit, crafting, melukis/menggambar, otomotif, olahraga, memasak, bercocok tanam, apapun itu. Bagikan sekecil apapun informasi yang kita tahu secara detail dan continue hingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Ketiga, konsisten. Karena ilmu menulis kita, pengalaman berharga yang kita miliki nggak akan jadi bisa menjadi konten yang baik, kalau kita nggak konsisten menjalankannya. Memang yang namanya konsisten itu adalah hal sulit, kawan. Tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan.

hiip academy
Content is King, Consistency is the Key. Photo by HIIP Indonesia

Supaya konsistensi yang menjadi kunci dari kesuksesan ini bisa berjalan lancar jaya, lakukanlah 4 hal berikut ini.

Terjadwal

Kalau belum bisa posting tulisan setiap hari, maka lakukanlah setiap tiga hari. Kalau belum bisa juga, menulislah seminggu atau dua minggu sekali. Kalau nggak bisa juga, sebulan sekali adalah pilihan terakhir. Jangan sampai lebih dari itu. Mungkin bisa dibarengin dengan jadwal bayar tagihan listrik biar nggak lupa. LOL.

Motivasi Diri

Apa yang menjadi motivasi penulis dalam berkarya? Jawabannya adalah : diri sendiri. Bukan karena uang, bukan karena popularitas, bukan karena apapun kecuali untuk diri sendiri. Meski kalau dapat uang ya alhamdulillah banget, sih. ๐Ÿ˜›

Jangan Setengah-setengah

Ariev bilang, setiap mengikuti kompetisi dirinya maju untuk menang. Beuh, nggak setengah-setengah banget yaaaa. Semoga saya dan kalian bisa seperti ini.

Misalnya dalam membuat konten harus ada video, sementara kita belum expert bikin video apalagi editingnya. Jangan ragu untuk menggunakan jasa videographer demi melengkapi konten yang akan membawa kita maju sampai garis finish.

Kembangkan Brief Melalui Experience

Untuk hasil tulisan yang berbeda maka kita pun harus menempuh cara yang berbeda pula. Jangan terlalu terpaku pada brief, tetapi kembangkanlah melalui exprience yang berhubungan dengan topik. Contohnya, jika mendapatkan sponsored post dari situs booking online, lakukanlah booking secara real untuk mendapatkan pengalaman dan sudut pandang tulisan yang unik.

Bagaimana, sudah siap untuk konsisten? Sebuah perjalanan panjang banget ya?? Hahaha. Tapi harus dicoba, sih. Mari kita semangat.

Personal Branding

Ariev memberikan contoh apa yang menjadi ciri khas dari tulisan pada blognya. Yaitu tulisan naratif, lebih dari 1.000 kata dan ada selipan humor. Ini khas banget sih memang, bisa-bisa dengan membaca satu atau dua paragraf tanpa melihat alamat blognya kita bisa langsung tahu bahwa penulisnya adalah Ariev. Hayo, mau nggak kayak gitu?

hiip academy
Backpack Story, Blog milik Ariev Rahman. Photo by HIIP Indonesia

Ariev juga punya trik jitu dalam membangun interaksi dengan pembaca. Salah satunya adalah dengan mengakhiri tulisan dengan kalimat yang bikin penasaran. Whaaaa, boleh juga nih!

Untuk membangun personal branding sebaiknya kita sudah tahu nih ingin dikenal sebagai apa. Misalnya ingin menjadi beauty blogger. Kalau sudah tahu maka siapkan modal terlebih dahulu. Sering mengikuti workshop kecantikan, lebih rajin ngulik tentang make up dan skin care, memahami jenis-jenis kulit wajah dan tubuh, dan sebagainya. Always upgrade your skill.

Next, bangunlah koneksi. Zaman sekarang ya, tanpa koneksi kita nggak bisa melangkah maju. Baik itu dengan sesama teman blogger, dengan agency dan brand. Bila perlu lakukan panjat sosial sekalian biar makin famous. Eyyym!

Sudah expert, koneksi pun bagus, maka saatnya meningkatkan kualitas konten seperti yang sudah saya bahas di atas. Sayang banget kan kalau sudah dikenal orang tapi kontennya masih gitu-gitu saja, foto masih blur, tulisan masih 500 kata doang yang mana sebagian copy dari press release. Jangaaan!

Last but not least, manfaatkan media sosial khususnya instagram semaksimal mungkin. Jangan pelit-pelit untuk menggunakan ads atau paid promote untuk meningkatkan awareness.

Gitu…

Setelah materinya Ariev selesai, para peserta HIIP Academy dipersilakan untuk makan siang dan sholat. Setelah itu dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Mbak Sitta Karina tentang Blog Monetizing. Nah ini juga menarik banget karena ngeblog itu selain menyalurkan hobi menulis ternyata juga bisa menghasilkan uang.

Monetisasi Blog Secara Profesional

hiip academy
Sitta Karina, Novelist and Blogger. Photo by HIIP Indonesia.

Sitta Karina adalah seorang penulis novel fiksi yang pertama kali meluncurkan karyanya pada tahun 2004 berjudul Lukisan Hujan. Awalnya Mbak Sitta menulis di blog adalah untuk mempromosikan novelnya, kemudian mengalir tulisan lain bertema tips menulis dan kini blognya yang ber-niche lifestyle tersebut semakin lengkap dengan adanya kategori finance.

Materi yang disampaikan oleh Mbak Sitta adalah serba-serbi blogging, mulai dari syarat mendasar blog berkualitas, persiapan monetisasi blog beserta kunci suksesnya, hingga bagaimana caranya menentukan rate card. Pas banget nih, sekarang lagi happening yang namanya rate card diperbincangkan oleh kalangan blogger, ada yang setuju untuk pasang harga tinggi, ada yang lebih suka mengikuti rate dari brand, ada juga yang Lillahi Ta’aala gitu, terima apa adanya. Hehe.

Bila blogger ingin memonetisasi blognya secara profesional maka harus dipersiapkan terlebih dahulu, nih. Setidaknya tampilan blog enak dipandang mata dan blog sudah memiliki sejumlah tulisan menarik.

Nah, berhubung materi dari Mbak Sitta juga sama panjangnya dengan materi sebelumnya, jadi mohon maaf nih kalian harus pindah halaman lagi :). Biar artikelnya nggak kepanjangan dan di halaman sebelah nanti bisa lebih fokus. Ok? Silakan baca lanjutannya di blog post berjudul Percaya Diri dalam Monetisasi Blog, ya.

Well, sekali saya ucapkan terima kasih kepada HIIP Indonesia yang telah menyelenggarakan acara super bermanfaat ini. Selesai acara saya jadi makin semangat untuk terus belajar membuat konten yang berkualitas. Dan terima kasih juga foto-fotonya yang boleh saya pakai. Hari itu karena bawa laptop jadinya saya nggak bawa kamera, hehe.

See you on my next post, gengs!

  •  
  •  
  •  
  •  

17 thoughts on “Join Hiip Academy, Membangun Personal Branding Itu Seru dan Perlu

  1. lianny hendrawati says:

    Wah senangnya ya bisa datang di HIIP Academy yang pastinya banyak dapat ilmu yang bermanfaat. Yup, harus tetap konsisten menulis di blog ya. Sekarang ini target masih 2 minggu harus ada 1 tulisan, penginnya 1 minggu sekali 1 tulisan ๐Ÿ˜€

    • Dzulkhulaifah says:

      Narasumber lain mengatakan lebih spesifik hari postingnya akan lebih baik, Mbak. Misal setiap hari Senin gitu, jadi kayak bakal ditandain sama Google “Tiap Senin si A ada posting, nih.”

  2. Jalan-Jalan KeNai says:

    Content is the king, consistency is the key

    Saya setuju banget deh quote di atas. Sebetulnya bisa berlaku untuk blogger niche apapun. Memang gak bisa berharap instan juga kalau orang-orang mau menghargai profesi kita sebagai blogger

  3. Nanik Nara says:

    kalau saya ikutan lomba blog itu niatnya untuk meramaikan dan biar ada postingan baru di blog. pantesan nggak pernah menang ya, karena memang niatnya bukan untuk menang.
    Baiklah, saya akan perbaiki niat kalau begitu

  4. Tanti Amelia says:

    Alhamdulillah bisa baca tulisan sepanjang ini bahagiaaaaa
    .itulah kekuatan blogger ! Dengan tulisan Eva bisa membawa teman teman untuk mengerti dan mendalami sesuatu dengan maksimal

    Tengkiu tengkiu tengkiuuuuu dirimu juga berbakat jadi blogger terkenal nih

Leave a Reply to @nurulrahma Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *