Ekonomi yang Bertumbuh bersama Koperasi dan UMKM

Sebagai pelaku usaha mikro yang setidaknya memiliki satu akun di marketplace untuk berjualan, suka gemas enggak sih kalau melihat competitor kita adalah produk-produk yang datangnya dari luar? Padahal produk kita lebih bagus secara kualitas, tetapi sering kali kalah bersaing karena perbedaan harga yang sangat timpang. Why?

Adanya perbedaan harga antara produk lokal dengan produk luar biasanya dikarenakan biaya produksi yang juga tinggi. Produk lokal yang kebanyakan dihasilkan oleh pengrajin rumahan saat ini tengah kalah bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan secara industri. Akankah kita akan terus menghadapi ini sebagai suatu hal yang biasa, atau justru menjadi tantangan tersendiri?

Hari Selasa yang lalu, tanggal 21 Mei 2019 saya menghadiri sebuah acara bincang santai di kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang berada di Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta, sambil menunggu waktunya berbuka puasa. Sore itu tak kurang dari 9 orang narasumber dari berbagai bidang di Kemenkop sharing kepada awak media dan blogger mengenai Hasil Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2019. Saya selalu tertarik dengan tema yang diangkat oleh Kemenkop, apalagi tentang RAKORNAS ini bikin penasaran. Seperti apa, sih, planning-nya untuk kemajuan Koperasi dan KUKM di negara kita?

koperasi dan umkm

Prioritas RPJMN 2020-2024

RPJMN adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional untuk periode 5 tahun yang mana tahun 2020-2024 merupakan tahap ke-4. Untuk periode ini yang menjadi prioritas adalah mengembangkan Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan. Nah, pas banget kan nih dengan kegalauan para pelaku usaha kecil. Kalau sudah diprioritasnya jadi lebih tenang, deh.

Prioritas ini diharapkan dapat mencapai tiga tujuan ekonomi yaitu : pertumbuhan ekonomi, kualitas pertumbuhan (pemerataan) dan stabilitas ekonomi. Salah satunya adalah akselerasi pertumbuhan Koperasi dan UMKM yang lebih berkualitas dengan pengembangan yang terintegrasi dan berkesinambungan.

Mendirikan SME’s Service Center

Indonesia memiliki lembaga layanan pemasaran koperasi dan usaha kecil dan menengah yang disebut SMESCO. Gedungnya berada di Jalan Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta, berfungsi sebagai sarana pemasaran produk unggulan para UMKM berdasarkan provinsi. Jika kita masuk ke SMESCO Tower maka serasa sedang berkeliling Indonesia dan bisa melihat hasil kerajinan lokal.

Saat ini SMESCO akan dikembangkan menjadi SME’s Service Center, yaitu layanan one stop services terintegrasi berupa informasi, fasilitasi dan advokasi kepada KUKM dan start up yang ingin mengembangkan bisnis. Di mana akan ada ruang layanan perwakilan dengan penghubung K/L yang akan mengakomodir kebutuhan informasi, fasilitasi dan advokasinya. Dengan demikian akan dikembangkan pula sistem informasi KUKM yang terintegrasi.

Bekerjasama dengan Maketplace Populer

Tak kurang dari 62 juta penduduk Indonesia yang berpenghasilan dari usaha mikro. Pengusaha yang memiliki omset dibawah 300 juta ini perlu mendapatkan pembinaan agar produknya memiliki kekuatan dan daya saing yang baik. Misalnya dengan mendukung pengusaha mikro untuk produksi berskala industri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Karena produk yang memiliki kekuatan akan lebih mudah dipasarkan.

Tahun 2018 yang lalu sudah dilakukan re-branding koperasi yang melibatkan milenial karena milenial memiliki jangkauan yang luas dengan kemampuan digitalnya. Sesuai dengan target RPJMN 2020-2024 SME’s Service Center bersinergi dengan marketplace paling popular di Indonesia seperti Tokopedia dan Bukalapak untuk membantu UMKM lebih dikenal masyarakat yang sudah sangat familiar dengan budaya belanja online. Selain itu juga sedang direncanakan untuk memiliki e-commerce sendiri.

Pembiayaan untuk UMKM

Modal usaha merupakan salah satu poin penting dalam menjalankan bisnis. Saat ini LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) berkolaborasi dengan sesama BUMN yang memiliki binaan pengusaha mikro, agar lebih mudah untuk akses pembiayaan. Dengan dimudahkannya akses pembiayaan bagi start up, UMKM Naik Kelas dan para wirausaha pemula diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis baru yang berkualitas.

Dukungan Masyarakat akan Produk Lokal

Terlepas dari upaya KemenkopUKM terhadap kemajuan Koperasi dan UMKM, tentunya kita semua perlu mendukung para pelaku usaha kecil di negeri ini agar bisa bersaing dengan baik. Salah satu pulic figure yang bisa dijadikan contoh adalah Presiden Joko Widodo yang selalu dengan bangga menggunakan produk lokal mulai dari baju, jaket, hingga sepatu. Kalau pemimpin kita saja se-bangga itu, kita juga dong yaaa.

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *