Cara Mudah Belajar Infografis

Suka banget enggak, sih, kalau lagi mainan Pinterest lalu muncul infografis yang keren-keren. Karena saya memang enggak bisa gambar jadi kayaknya infografis itu jauh dari kata “mudah”. Sementara sekarang pengguna internet lebih suka membaca informasi melalui gambar. Apa kabarnya blog saya yang isinya cuma teks sama foto? Lama-lama saya sadar diri, bahwa saya harus memiliki kemampuan itu dan mulai browsing cara mudah belajar infografis.

Kok maunya yang mudah saja, sih? Yaaa kan masih pemula, gengs. Belajarnya dari dasar dulu, lama-lama nanti upgrade ilmu. Terus apakah saya belajar dengan giat? Seingat saya sih cuma bertahan beberapa kali utak-atik photoshop, malah pernah bikin juga pakai powerpoint ya ampun jadul sekali hahahaha. Setelah itu menyerah karena rasanya buntu, sulit berimajinasi dan memang kurang paham juga sih sama ilmunya. Duh, enggak ada apa ya, yang bisa dan mau ngajarin?

Infographic for Beginner Workshop

Infografik adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafik ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan (Wikipedia).

Saya pernah mendaftar workshop infografis dan gagal hadir karena saat itu suami, anak dan ibu saya sedang sakit semua. Enggak mungkin banget untuk pergi, cuma bisa sedih dalam hati. Huhuhuhu.

Tapi memang dasar rezeki ya, hari Sabtu yang lalu tanggal 20 April 2019 Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) menyelenggarakan “Infographic for Beginner” workshop di VROffice, TCC Batavia Jakarta dengan pemateri Jumardan Muhammad.

belajar infografis

Ani Berta (Founder ISB) dan Jumardan Muhammad (Narasumber)

FYI, Jumardan Muhammad atau yang akrab dipanggil Mas Ardan adalah seorang lifestyle blogger yang sering memenangkan blog competition berkat keahliannya membuat infografis sebagai pendukung tulisan. Mas Ardan bilang, zaman now kita butuh banget infografis untuk blog karena dapat lebih menarik perhatian pembaca. Selain itu juga dapat memudahkan pembacaan artikel dan memperindah tampilan blog.

Contohnya nih, kita liputan di sebuah acara Kementrian yang mana materinya itu banyak banget data yang harus disebutkan. Coba saja kalau semua data ini di-compile dan dibuatkan infografisnya, pasti pembaca akan terbantu dan lebih mudah memahami maksud tulisan kita. Biasanya juga gambar akan lebih mudah diingat ketimbang teks yang panjang-panjang.

Yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Infografis

Oke, gengs, kita lanjut ya. Apa saja sih yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam membuat infografis? Supaya kita enggak mentok di tengah jalan apalagi sampai kehilangan arah.

belajar infografis

Suasana tempat belajar kami kali ini mendukung banget, asyik. Thank you VROffice πŸ™‚

Jenis Infografis

Pertama, bisa ditentukan jenisnya terlebih dahulu. Apakah berupa informasi, visualisasi data, perbandingan atau garis waktu. Jika berupa informasi artinya meringkas sebuah sebuah tulisan menjadi informasi yang lebih singkat mirip seperti rangkuman. Jika berupa visualisasi data adalah yang berhubungan dengan angka-angka. Infografis perbandingan tentu saja membandingkan 2 hal atau lebih misalnya spesifikasi produk. Sedangkan infografis garis waktu mirip dengan visualisasi data, hanya elemennya adalah tentang rentan waktu misalnya angka tahun.

Untuk sebuah blog sebaiknya infografis yang kita buat bentuknya portrait atau vertikal. Karena saat ini netizen sudah lebih banyak yang menggunakan smartphone, maka tampilan portrait akan lebih baik. Sedangkan bila ingin mengupload di instagram bisa langsung dibuat square supaya enggak terpotong gambarnya.

Jenis Huruf dan Warna

Kedua, pilih warna dan jenis hurufnya. Saya suka pusing nih kalau urusan pilih-pilih warna karena semuanya serba lucu (maklum perempuan). Jadi disarankan untuk pilih warna latar belakangnya putih dulu, ya. Atau bisa langsung pilih warna yang sesuai dengan tema tulisan. Misalnya lagi nulis tentang sebuah brand yang warna logonya adalah biru. Maka jangan jauh-jauh dari warna ini.

Jangan terlalu tergoda dengan banyaknya jenis font yang ada di sebuah aplikasi karena pasti akan bingung sendiri. Ini yang pernah saya alami, maksud hati mau bikin yang unik malah terjebak dengan font style yang pada akhirnya infografis enggak pernah selesai. Font style yang direkomendasikan oleh Mas Ardan adalah Myrad Pro, Calibri, dan Coolvetica.

Warna dalam satu infografis sebaiknya dibatasi, maksimal 3 saja. Karena kalau terlalu banyak warna dan jenis tulisan nanti infografisnya bakal bikin pembaca jadi enggak konsen sama inti tulisan.

Aplikasi untuk Cara Mudah Belajar Infografis

Ketiga, kita butuh aplikasi supaya lebih mudah belajar infografis. Untuk pemula Mas Ardan menyarankan pakai aplikasi Canva dan Photoshop. Kenapa? Karena Canva merupakan program desain online yang menyediakan berbagai jenis template infografis secara gratis. Kita bisa mengambil salah satu template yang tersedia kemudian edit sesuai dengan topik yang kita punya. Sayangnya untuk gambar dan icon-icon di Canva enggak semuanya free.

Untuk menyiasatinya kita bisa memakai foto sendiri atau download di pexels.com. Sedangkan icon-iconnya bisa download di flaticon.com, pilih gambar PNG format supaya lebih mudah diedit di Photoshop. Makanya nih, jangan malas-malas buka Photoshop ya, gengs. Soalnya ini senjata banget buat belajar infografis. Dan yang belum bikin akun di Canva langsung saja ya buka canva.com, sign up lalu pilih deh template yang ingin digunakan.

Selain di website canva juga bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Tapi saya sih lebih leluasa untuk edit-edit pakai laptop, lebih lega dan foto yang di-upload bisa lebih mudah diambil kembali. Sedangkan melalui di aplikasi harus meng-upload ulang kalau mau pakai fotonya untuk yang kedua kali dan seterusnya.

Praktek Membuat Infografis

Keempat, langsung yuk kita praktek. Sama saja dengan membuat tulisan, infografis terdiri dari judul, pengantar, isi dan sumber. Kalau sumbernya dari pengalaman pribadi bisa cantumkan alamat blognya sendiri, lumayan kalau infografisnya bagus dan menarik, di-download dan di-share banyak orang.

Lalu untuk membuatnya kita bisa memulainya dari mana? Berikut ini ada langkah-langkahnya.

  • Pilih sebuah artikel, baik artikel sendiri atau dari sumber lain. Jika artikel sendiri, sebaiknya tulisan berbentuk listicle supaya kita bisa mengambil poin-poin sebagai sub judul di infografis.
  • Cari template yang sesuai dengan tema artikelnya di canva.commudah belajar infografis

    mudah belajar infografis

    Pilih template yang paling sesuai

  • Edit judul, pengantar, sub judul dan isi. Semuanya dibuat serba singkat padat dan berisi. Jadi infografis ini adalah rangkuman dari artikelnya.
  • Buat list gambar dan icon apa yang diperlukan, agar ketika membuka pexels.com dan flaticon.com bisa langsung dicari semua gambarnya, enggak pakai bolak-balik.
  • Pilih gambar dan icon  pendukung, jika perlu edit terlebih dahulu di Photoshop. Gambar yang sudah ada di canva bisa langsung klik saja. Sedangkan gambar kita sendiri atau hasil editan tadi harus di-upload terlebih dahulu baru bisa dimasukkan ke dalam infografis.
  • mudah belajar infografis

    Template dengan teks standar yang bisa diubah tulisan maupun gambar sesuai kebutuhan.

  • Cantumkan sumber
  • Finishing touch. Atau diperiksa lagi tulisannya, dirapikan dan crop dengan Photoshop jika masih banyak sisa space dari template-nya.

Ini adalah contoh infografis yang saya buat dari artikel milik sendiri tentang Perpanjang Paspor.
perpanjang paspor

Oh ya saya ada videonya nih, cara bikin infografis. Ditonton, ya….

TIPS

Oh ya, gengs, dalam membuat infografis sebisa mungkin harus jelas dan jangan terlalu banyak informasi, ya. Misalnya nih saya buat infografis langkah-langkah perpanjang paspor yang salah satu poinnya adalah mendaftar secara online di aplikasi layanan paspor. Poin ini sebenarnya agak panjang juga kalau mau dijelaskan, tapi enggak perlu dimasukkan semua infonya. Lebih baik kalau poin ini dibuatkan infografisnya secara terpisah dan di-insert ke dalam sub judul.

Alhamdulillah akhirnya tercerahkan sudah, setelah sekian lama mumet mikirin infografis buat blog sendiri. Thank you Mas Ardan sudah bagi-bagi ilmunya dan thank you ISB. By the way, acara ini disponsori oleh CNI Indonesia. Pada kesempatan ini Ibu Asti Eka Putri selaku Product Marketing CNI Indonesia turut hadir dan menjelaskan tentang produk CNI khususnya BioPlus.

Pencernaan Sehat dengan BioPlus

BioPlus adalah produk kesehatan sinbiotik yang berfungsi untuk menjaga bakteri baik dalam usus agar pencernaan tetap baik. Sinbiotik sendiri adalah probiotik dan prebiotik yang dipadukan dalam satu produk. Tiga jenis bakteri menguntungkan yang terkandung di dalam BioPlus adalah Clostridium butyricum, Bacillus Mesentericus dan Bifidobacterium breve, yang mana bakteri baik ini saling bekerjasama dan lebih efektif mengurangi bakteri merugikan. Selain itu juga mengandung Ester-C, vitamin B1, B2, B6, prebiotik dan enzim.

bio plus

Kandungan, manfaat serta keunggulan BioPlus dari CNI

BioPlus sangat bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. Terutama bagi mereka yang sering gangguan pencernaan baik itu sembelit maupun diare. Bisa juga dikonsumsi untuk yang perutnya sering kembung, nih.

Karena dapat membantu pertumbuhan bakteri baik secara lebih optimal maka kekebalan tubuh pun akan meningkat. Kita butuh juga nih, gengs, apalagi kalau lagi banyak deadline yaa.

BioPlus bisa dikonsumsi setiap hari baik oleh orang dewasa maupun anak-anak, dengan anjuran konsumsi 2 stik per hari bagi dewasa dan 1 stik per hari bagi anak-anak (usia 3-12 tahun).

bio plus

Selalu sedia BioPlus ke manapun kita pergi πŸ™‚

Jadi, jangan lupa ya untuk selalu menjaga saluran pencernaan supaya tetap fit dan bisa menghasilkan banyak infografis yang menarik πŸ˜‰

belajar infografis

Terima kasih ISB, CNI dan teman-teman semua. Semoga bisa berjumpa lagi pada workshop berikutnya.

  •  
  •  
  •  
  •  

25 thoughts on “Cara Mudah Belajar Infografis

  1. Sapti nurul hidayati says:

    Sepakat mb. .infografis penting untuk mempermudah pembaca mencerna informasi yang kita berikan dan mempercantik tampilan blog sehingga pengunjung betah membaca artikel kita.. Tfs mb… Harus banyak belajar membuat infografis nih…

  2. Inna Riana says:

    keren! belajar praktek langsung bikin infografis.
    aku bisa bikin baru pake canva n sederhana banget.
    postingannya aku save ya. makasi udah sharing πŸ™‚

  3. Ruli retno says:

    Seru banget bisa ikut acara yang bermanfaat kaya gini karena hari gini blogger penting banget drh pinter infografis. Apalagi kalo yang ngajarin memang ahlinya. Di bimbing olrh orang yg tepat ya

  4. Larasati Neisia says:

    Aku cinta banget sama Canva. Memang kalau pakai Canva semua jadi bisa bikin infografis. Aku pun lagi mulai belajar nih mbak buat kebutuhan konten di blog biar enak dilihat hehe.

  5. Eri Udiyawati says:

    Senengnya bisa belajar cara membuat infografis.

    Saya sudah beberapa kali coba, tapi ampun deh, enggak telaten saya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    CNI makin eksis aja nih. Tahu kita suka jalan-jalan dan suka hal praktis terutama makan junkfood, kini hadir BioPlus dengan formula untuk kebaikan usus. Semoga segera menyebar ke daerah-daerah.

  6. Hidayah Sulistyowati says:

    Wihhh udah langsung ngerjain infografis ya mbak, eh tapi udah sering menang lomba juga ya.
    Aku belajar infografis juga pakai canva dan photoshop, tapi masih belum lancar. Terutama yang Photoshop masih suka lupa tools nya

  7. Ririe Khayan says:

    Hoping banget bisa bikin infografis. Sepertinya utk beginner, aplikasi yang friendly canva ya mbak? *noted, harus dilokasikan waktu secara khusus dan serius utk mulai belajar canva*

  8. Ika Puspita says:

    Aku baru bisa bikin infografis sederhana. Biasanya pake paint atau Canva. Kalo pake Photioshop belum bisa. Kayaknya perlu ngoprelk dan belajar lagi, nih

    • Dzulkhulaifah says:

      Saya pakai Photoshop juga baru sebatas ganti-ganti warna icon, Mbak. Bikin infografisnya lebih enak pakai Canva memang. Jadi kalau ada gambar yang gak tersedia di Canva solusinya adalah download dulu di flaticon(dot)com, kalau warna belum sesuai sama warna templatenya, edit dulu di Photoshop. Baru deeeh upload dan gunakan di Canva.

Leave a Reply to rahmiaziza Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *